Selasa, 01 Januari 2013

New Year celebrations


Wednesday, January 2, 2013
January 1, 2013 is the time for all parts of celebrating the new year ... I watched the New Year's celebration at the mall ... see millions of natural silk launched firecrackers into the air darei towards the mall ... it's amazing ...
Earlier this year I hope that my life is beautiful and amazing,,, like firecrackers last night that I saw ...

Perayaan Tahun Baru


Rabu, 2 Januari 2013
1 Januari 2013 adalah saatnya seluruh belahan merayakan tahun baru…saya menyaksikan perayaan tahun baru di mal alam sutera…menyaksikan jutaan petasan di luncurkan ke udara darei arah mal…sungguh menakjubkan…
Awal tahun ini saya mengharapkan agar kehidupan saya ini indah dan menakjubkan,,,seperti halnya petasan tadi malam yang saya saksikan…

Minggu, 30 Desember 2012

Evaluasi resolusi 2012 dan Resolusi 2013


Alhamdulilah, evaluasi terhadap resolusi 2012 dan target resolusi 2013 sudah selesai dibuat dalam catatan harian saya. Sebagian besar tercapai selama tahun 2012. Dari hasil evaluasi 2012, maka resolusi 2013 menfokuskan pada hal-hal yang telah di capai.
Resolusi kali ini tidak saya publish di blog saya, karena ada hal-hal yang privasi sekali. Mohon doanya agar resolusi kali ini berjalan lancar dan dimudahkan oleh Allah SWT.

Kamis, 27 Desember 2012

Tas yang berukuran Besar

Tas yang berukuran besar menjadi salah-satu kriteria ketika saya memilih tas. Alasannya karena saya tidak perlu repot memilikirkan tambahan tempat  yang dapat saya gunakan untuk menyimpan sesuatu. Tas menjadi lemari kedua saya.

Renungan bagi para orang tua

Sebuah kisah yang saya kutip dari tulisan yang ada di tweets. Tulisan yang sangat menginspirasi bagi para orang tua. Semoga bermanafaat

Salam,


BP


“Papa Gajinya di kantor Berapa Sih?”

Bobby (nama samaran) adalah seorang Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, seperti biasa ia tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya Bagas, putra pertamanya yang baru duduk di kelas satu SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Papanya., biasanya Bagas memang sudah lelap ketika papanya pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Bagas menjawab, ” Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Mau minta uang lagi, ya?”
“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-./hari. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo?” Bagas berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Papanya beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Bagas berlari
mengikutinya. “Kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu
jam Papa digaji Rp 40.000,- dong,” katanya. “Wah, sekarang kamu sudah pinter menghitunya ya…. Sudah sana, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Papanya.

Tetapi Bagas tak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Bagas kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?”

“Sudahlah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.” “Tapi, Papa…” Kesabaran Papanya habis sudah. “Papa bilang tidur! ya tidur !” hardiknya mengejutkan Bagas.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Papanya nampak menyesali apa yang baru saja dilakukan pada anaknya. Ia pun menengok Bagas di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Bagas didapatinya sedang menangis terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Papanya berkata,
“Maafkan Papa, ya Nak. Papa sayang sekali sama Bagas. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan masih bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun akan Papa kasih.”

“Papa, aku nggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.” “Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Bobby lembut.
“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Papa itu sangat berharga.

Jadi, aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp 40.000,-, maka dalam setengah
jam aku harus membayar Papa Rp 20.000,-.

“Uang tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Papa”.

“Aku hanya ingin sekali bermain bersama papa, setengah jam saja, dan nanti aku janji dech akan bayar Rp.20.000,- untuk waktu papa yang terbuang bermain bersama aku” Boleh ya Pa…?” katanya polos sambil memohon pada papanya.

Sang Papa tiba-tiba terdiam tubuhnya tiba-tiba gemetar dan bibirnya seketika terkunci rapat tidak mampu untuk mengeluarkan sepatah katapun.. Segera ia berlutut lalu di dekapnya bocah kecil itu erat-erat, tak terasa airmatapun menitik dari sudut matanya.

Malam itu sepertinya ia mendapatkan pelajaran yang begitu berharga dari seorang bocah kecil tercintanya akan apa arti cinta kasih yang sesungguhnya. 
Diposkan oleh Ayah Edy di 14:14

Rabu, 26 Desember 2012

habits put a picture on desk

I have a habit of always put family pictures on my desk. It was not just me who put family pictures on the desk, almost most of the people I've visited have always put a picture family at his desk. Is there a relation between motivation with family pictures on the desk, I do not know because there is no  survey that shows the correlation, but when I look at pictures family at my desk, and reduced fatigue in my work feel no motivation to do better

Kebiasan Memasang Foto di Meja Kantor

Saya memiliki kebiasan selalu memasang foto keluarga di meja kerja saya. Ternyata bukan saya saja yang memasang foto keluarga di meja kerja, hampir sebagian besar orang yang saya pernah kunjungi selalu memasang foto keluarga di meja kerjanya. Apakah ada kaitannya antara motivasi kerja dengan foto keluarga di meja kerja, saya belum mengetahui karena belum ada survey yang menunjukkan korelasinya, akan tetapi ketika saya memandang foto keluarga di meja kerja saya, kepenatan dalam bekerja berkurang dan saya merasa ada motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.