Jumat, 12 September 2008

Andy's Corner......


Hari ke - 10 puasa sudah kulalui, sehabis pulang dari kantor, malamnya saya pergi ke WTC matahari Serpong bersama istri untuk belanja keperluan sehari-hari dan seperti biasanya saya mampir ke Gramedia dan istri saya yang belanja ke Hypermartnya, sekedar mencari buku-buku yang menarik dan akhirnya saya membeli 2 buah buku yang menurut saya cukup menarik, yaitu and’ys corner dan novel wedding planner.

Sesampainya di rumah, saya langsung menbaca buku Andy’s corner, buku yang diterbitkan bentang pustaka dan MetroTV, 143 halaman dengan 21 kisah , yang isinya kumpulan curahan Andy F. Noya. Buku ini sangat inspiratif dan sesuai dengan apa yang disampaikan Prof. Dr. Komarudin Hidayat, setelah membaca buku ini, hati dan pikiran yang sedang down dan galau, dengan membaca buku ini akan merasa being reenergized, memperoleh semangat hidup kembali. Di sana diceritakan tentang lorong panjang kehidupan anak manusia yang begitu beragam. Mereka bergulat dengan nasib mereka sendiri. Seperti cerita tentang pemain asal lampung, kangen Band, yang diangkat di Kick Andy. Beberapa pemirsa memberikan kritikan tajam terhadap penayangan tersebut, menganggap bahwa Kangen band tidak layak tampil, karena dianggap merusak citra band. Ternyata hasil rating terhadap tayangan kangen Band di Kick Andy, ternyata cukup besar.

Setelah membaca buku itu, saya teringat dengan orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya, bagaimana ibu dan bapak saya yang memiliki penghasilan yang tidak begitu besar, mampu menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi sarjana. Secara hitung-hitungan matematis, hal tersebut tidak memungkinkan. Mereka mengorbankan kepentingan diri mereka sendiri.
Saya teringat juga dengan temen-temen saya yang aktif di organisasi sosial hingga dalam jangka waktu lama, terus membina pelajar dan masyarakat, hingga rela mengorbankan waktu untuk berfoya-foya.

Tetapi ketegaran dan kebesaran hati, mereka dapat mengatasi persoalan hidupnya.

Rabu, 20 Agustus 2008

Konsultan??....


Setelah shalat subuh di mesjid deket rumah, seperti biasa kunyalakan siaran radio di tri jaya FM acara mutiara pagi yang membahas tentang motivasi diri yang di sampaikan bapak supardi lee dan membaca buku tentang etos kerja karya Toto tasmara. Dua hal aktivitas yang wajib saya ikuti karena memang sangat memberikan inspirasi bagi perjalanan hidup saya setiap harinya. Dua aktivitas itu dalam rangka juga menunggu makanan yang di masak istri (he3x...).
Pukul 06.30 saya langsung menuju kantor, cukup macet terutama di daerah Bintaro dan Deplu arah menuju Pondok Indah. Pukul 07.30 saya sudah sampe kantor, seperti biasa mengecek email di outlook dan yahoo. Tiba-tiba HP berdering dan kuangkat ternyata ada telepon dari S, temen kuliah di Jakarta. Dia ada di rumah sakit sedang menunggu kakaknya yang sedang di rawat, kasihan sekali kakaknya, dia mengidap penyakit yang berbahaya. Sedikit berbincang-bincang tentang pekerjaannya sebagai konsultan di Perancis. .....sangat menarik, terutama pengalaman beliau menangani permasalahan di beberapa kliennya. Saya sangat senang sekali jika seorang konsultan berbicara. Mungkin saya juga termasuk tipe pendengar. Mungkin itu kemampuan seorang konsultan yang dapat memikat pendengar. Mungkin karena kedalaman ilmunya dan pengalaman menghadapi masalah hingga seseorang akan bisa menjadi konsultan. Jadi menurut saya, tak perlu punya profesi konsultan untuk menjadi konsultan, tetapi profesi kita saat inipun bisa.

Menurut John La Valle seorang konsultan bisnis, apa pun pekerjaan yang kita lakukan, jika ingin sukses, kita harus bertindak sebagai seorang konsultan. Konsultan yang dapat mengidentifikasi berbagai permasalahan dan memberikan beberapa pilihan-pilihan alternatif yang terbaik.

Mulai saat ini saya harus mampu menjadi konsultan, minimal konsultan untuk diri sendiri. Amien....

Ngantuk banget neh.....tidur dulu ah..

Selasa, 12 Agustus 2008

1 bulan usia pernikahan....

Sudah 1 bulan masa pernikahan saya....banyak hal yang berbeda yang saya rasakan sebelum dan sesudah menjalani pernikahan. Alhamdulillah, selama ini belum ada masalah yang berarti. Malah masalah saya bisa berkurang...baju tinggal dicuciin dan disetrikain, makan dimasakin (he3x....). Semua aktivitas anak kos dulu bisa diselesaikan berdua (80 % pekerjaan oleh istri, 20 % oleh saya). Disamping itu banyak kecocokan diantara kami berdua........walaupun terkadang ada sedikit perbedaan pendapat. Sungguh suatu prestasi yang besar, kami bisa saling menghargai perbedaan, walaupun perkenalan kita hanya 6 bulan. mungkin karena kita sama-sama mengekspresikan lebih kasih sayang.

mudah-mudahan kedepannya bisa lebih berbahagia lagi....

Selasa, 01 Juli 2008

Undangan Pernikahan 12 Juli 2008


Budi Prayogi,SE,MM dengan Wulan Kusuma Wardhani, Amd.keb.

Dengan Hormat,

Kami mengharapkan doa restu dan kehadiran semua rekan rekan dalam akad dan syukuran pernikahan kami yang dilangsungkan pada :

Akad :
Hari Sabtu 12 Juli 2008
Pukul 09:00 WIB
bertempat di Mesjid Jami Alam Sutera
Pakuaalam Serpong Tangerang

Resepsi :
Hari Sabtu 12 Juli 2008
Pukul 11.00 WIB s/d selesai
Perumahan Pondok Pakulonan Blok H15 No. 7 RT 01/04 Pakualam
Serpong Tangerang

Atas kehadiran dan doa restu rekan-rekan kami mengucapkan banyak terimakasih.
Teriring doa semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan-rekan semua


Terimakasih


Yang berbahagia
Yogi & Wulan

Rabu, 04 Juni 2008

Resign....

Tadi pagi saya mendapatkan email dari temen kerja yang isinya ia akan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Istilah bekennya " resign".

mendengar kata "resign", perasaan saya ikut larut untuk ikut-ikutan ingin resign. Walaupun sama sekali belum ada alasan yang rasional yang bisa menjelaskan.

Terkadang saya terbawa emosi untuk sama dengan apa yang dilakukan oleh temen saya. Saya sibuk mencari lowongan kerja baik di internet (jobsdb, Jobstreet, dll) maupun di media masaa Kompas setiap hari sabtu dan minggu.

Padahal pindah kerja atau usaha lainnya seharusnya berdasarkan angan-angan atas hidup saya mendepan. Bukan jenuh, bukan karena penghasilan yang lebih besar dan alasan-alasan emosial lainnya. Angan-angan saya untuk sukses menjadi pemilik usaha. Bukannya kembali menjadi mental pegawai yang biasanya sangat hitung-hitungan. Kalau tidak dibayar tidak bekerja. Kalau tidak dapat uang lembur tidak lembur. Kalau tidak diharuskan datang pagi tidak datang pagi. Itu mental seorang pegawai. Sedangkan pemilik usaha atau pengusaha tidak mempunyai kontrol seperti itu lagi. Memang dia bangun pagi untuk sesuatu yang disukainya, dia bekerja karena memang harus bekerja, dia menyenangi pekerjaannya sehingga tidak harus disuruh oleh siapapun.

Sangat relevan dengan pernyataan Soetrisno Bachir...hidup adalah perbuatan. Berbuat tanpa harus larut dalam aktivitas orang lain. Bravo....

Selasa, 03 Juni 2008

Seserahan ke Tanggerang.....

Tanggal 25 Mei 2008, saya dan keluarga seserahan ke Tanggerang Seserahan merupakan salah-satu acara adat di sunda. upacara seserahan, yaitu upacara pranikah yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari upacara lamar­an yang saya lakukan sekitar satu bulan yang lalu.

menurut Drs. M Rachmat Sastradipradja – dikenal dengan sebutan Mang Rachmat, Proses upacara seserahan sebagai berikut mempelai wani­ta dan, keluarganya bersiap-siap menanti kedatangan calon mempelai pria. Jumlah orang yang datang disesuaikan de­ngan ruangan yang ada. Makna utama seserahan adalah menyerahkan calon mempelai pria ke­pada keluarga calon mempelai wanita. "Bukan menyerahkan barang. Barang hanya sebagai sambilan saja." ujarnya Mang Rachmat.

Ketika calon mempelai pria dan rombongan datang, wakil dari keluarga calon perempuan siap menyambut dan mempersi­lahkan rombongan menempati tempat yang telah disediakan. MC mempersilahkan jubir kelu­arga calon mempelai pria meng­utarakan maksud kedatangan­nya. Selanjutnya, MC memper­silahkan jubir calon mempelai wanita untuk memberi jawaban.

Penyerahan calon mempelai pria dari keluarganya kepada keluarga calon mempelai wanita, didahului dengan sungkem oleh calon suami kepada kedua calon mertua. Kemudian CMW dijemput oleh ibu dan bapak, dilanjutkan balasan sungkem CMW kepada kedua calon mer­tua dan selanjutnya disandingkan dengan pasangannya. Ke­dua keluarga pun berhadap-hadapan.

Penyerahan barang bawaan dilakukan oleh ibu calon suami kepada ibu calon istri secara estafet, yang telah ditata ditem­pat yang telah disediakan. Ke­mudian dilanjutkan perkenalan keluarga masing-masing mempelai. Seserahan pun selesai kemudian dilanjutkan dengan ramah