Selasa, 31 Juli 2012

Estimasi Biaya


1.    STRATEJIK ESTIMASI BIAYA
            Estimasi biaya adalah salah satu aspek yang paling penting dari fungsi management strategik. Konstribusi tingkat awal berupa
1. Memprediksi biaya dari berbagai aktivitas, prosesnya atau bentuk organisasinya,
2.  Memprediksi dampak keuangan dan operasional,
3. Memprediksi biaya ( dalam nilai uang dan waktu ) dari strategi implementasi alternatif.
            Sebagaimana diungkapkan Jalinski dan selto, titik awal yang penting bagi manajemen biaya stratejik adalah estimasi biaya yang akurat. Pendekatan stratejik memandang ke depan dan oleh karena itu estimasi biaya merupakan unsur penting untuk manajemen stratejik. Estimasi Biaya adalah pengembangan penegasan hubungan antara objek biaya dengan ‘cost driver‘ untuk tujuan peramalan biaya.
            Management biaya strategik adalah estimasi biaya yang akurat ( tepat – teliti ). Pendekatannya dengan melihat kedepan dan oleh karena itu estimasi biaya merupakan unsur yang penting untuk management biaya strategik. Estimasi biaya membantu memprediksi/ mengestimasikan biaya mendatang menggunakan identifikasi sebelumnya, berdasarkan aktivitas, volume, struktur, atau pemeliharaan  cost driver. Estimasi biaya membantu mengidentifikasikan cost driver kunci untuk objek biaya.

Menggunakan Estimasi Baya untuk Memprediksi Biaya yang Akan Datang
            Manajemen strategik memerlukan estimasi yang akurat untuk berbagai aplikasi, yaitu :
1.    Menganalisis posisi fasilitas yang strategis. Estimasi biaya penting untuk perusahaan yang bersaing berdasarkan keunggulan biaya, petunjuk bagi manajemen dalam menentukan teknik manajemen yang kontemporer. Seperti perhitungan biaya berdasarkan target atau manajemen mutu total, yang seharusnya digunakan perusahaan agar sukses dalam strategi yang dipilihnya.
2.    Membantu menganalisis ‘value chain’. Estimasi biaya mengidentifikasi potensi peluang untuk mengurangi biaya lewat penyusunan kembali ‘value chain’. Misalnya estimasi biaya berguna untuk mengurangi biaya melalui penyusunan kembali rantai nilai, dan menentukan apakah biaya keseluruhan dan nilai produk dapat diperbaiki dengan cara memproduksi sendiri salah satu komponen atau membeli komponen tersebut dari pemasok.
3.    Membantu perhitungan biaya berdasarkan ‘target costing’ dan ‘life cycle costing’. Estimasi biaya bagian integral dari target costing dan life cycle costing. Manajemen menggunakan estimasi biaya dari berbagai design produk yang berbeda – beda sebagai bagian dari proses penyelesaian desain tertentu yang memberikan nilai terbaik bagi pelanggan berdasarkan biaya produksi dan biaya lainnya. Estimasi biaya juga dipakai untuk menentukan biaya berdasarkan siklus hidup minimum yang diharapkan bagi produk atau jasa. Perhitungan biaya berdasarkan target dan perhitungan biaya akan dibahas kemudian.

Estimasi Biaya untuk ‘Cost Drivers’ yang Berbeda – beda
            Metode estimasibiaya berdasarkan aktivitas ( activity based ), berdasarkan volume ( volume based ), berdasarkan strukturnya ( structural ) atau berdasarkan pengeluarannya ( executional ).
Hubungan antara ‘cost driver’ aktivitas dan volume digambarkan dengan cara yang paling baik melalui estimasi biaya linear.
Struktur cost driver meliputi rencana dan keputusan jangka panjang dan mempunyai pengaruh stratejik bagi perusahaan. Keputusan ini meliputi pengalaman produksi, skala produk, produk, atau teknologi produksi dan kompleksitas produk. Pengalaman dan skala membutuhkan metode non linear. Skala adalah istilah yang dipakai untuk menerangkan pruduksi barang yang sama. Pengaruh umum skala adalah jumlah biaya produksi meningkat lebih cepat dibanding peningkatan ukuran produk.

Penggunaan Estimasi Biaya untuk mengidentifikasi Cost Driver
            Cara umumnya adalah mengandalkan pada kebijakan perancangan produk, teknisi, dan personalia bagian produksi. Estimasi biaya kadang-kadang dapat berperan dalam suatu pengungkapan, dan pada kali lain adalah berperan kolabaratif untuk menvalidasikan dan mengkonfirmasikan pertimbangan-pertimbangan dari perancang-perancang dan teknisi-teknisi. Estmasi biaya kadang-kadang dapat berperan dalam suatu pengungkapan, dan pada kali lain berperan kolaboratif untuk menvalidasi seta mengonfirmasi kebijakan dari para perancang produk dan teknisi.
Sebagai contoh, HP menggunakan estimasi biaya untuk mengonfirmasi manfaat penggerak biaya yang dipilih tim teknisi dan pegawai bagian produksi.
]>�-nlp�* p) yle='font-size:11.0pt; line-height:150%;font-family:"Arial","sans-serif";mso-fareast-font-family:Arial; mso-ansi-language:IN'>1.    Tahap Pertama ke tempat penampungan biaya (pusat biaya) departemen atau pabrik
2.    Tahap Kedua ke produk atau jasa.

Perhitungan biaya Pesanan dan Proses


Sebelum perhitungan biaya berbasis aktivitas dibahas, terdapat beberapa istilah dalam perhitungan biaya aktivitas yang harus dijelaskan terlebih dahulu. Istilah tersebut adalah sebagai berikut:
Aktivitas, adalah pekerjaan yang dilakukan dalam suatu organisasi. Aktivitas adalah tindakan, gerakan atau rangkaian pekerjaan. Aktivitas juga didefinisikan sebagai kumpulan tindakan yang dilakukan dalam organisasi yang berguna untuk tujuan penentuan biaya berdasarkan aktivitas. Contohnya pemindahan bahan merupakan aktivitas pergudangan.

Sumber daya, merupakan unsur ekonomis yang dibebankan atau digunakan dalam pelaksanaan aktivitas. Gaji dan bahan, merupakan contoh sumber daya yang digunakan untuk melakukan aktivitas.

Objek biaya, bentuk akhir di mana pengukuran biaya diperlukan. Contoh objek biaya adalah pelanggan, produk, jasa, kontrak, proyek atau unit kerja lainnya dimana manajemen menginginkan pengukuran biaya secara terpisah.

Elemen biaya, merupakan jumlah yang dibayarkan untuk sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas dan terkandung di dalam cost pool. Contohnya, cost pool untuk hal-hal yang berkaitan dengan mesin mungkin mengandung elemen biaya untuk tenaga, elemen biaya teknik dan elemen biaya depresiasi.

Cost driver, adalah faktor-faktor yang menyebabkan perubahan biaya aktivitas, cost driver merupakan faktor yang dapat diukur yang digunakan untuk membebankan biaya ke aktivitas dan dari aktivitas ke aktivitas lainnya, produk atau jasa. Dua jenis cost driver adalah driver sumber daya (resources driver) dan driver aktivitas (activity driver).

Driver sumber daya (resources driver) merupakan ukuran kuantitas sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas. Cost driver digunakan untuk membebankan biaya sumber daya yang dikonsumsi oleh aktivitas ke 'cost pool' tertentu. Contoh 'resources driver' adalah persentase dari luas total yang digunakan oleh suatu aktivitas.

Driver aktivitas (activity driver), adalah ukuran frekuensi dan intensitas permintaan terhadap suatu aktivitas terhadap objek biaya. 'Activ­ity driver' digunakan untuk membebankan biaya dari cost pool ke objek biaya. Contoh activity driver adalah jumlah suku cadang yang berbeda yang digunakan dalam produk akhir untuk mengukur konsumsi aktivitas penanganan bahan untuk setiap produk.

Activity-based costing adalah pendekatan penentuan biaya produk yang membebankan biaya ke produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yang disebabkan karena aktivitas. Dasar pemikiran pendekatan penentuan biaya ini adalah bahwa produk atau jasa perusahaan dilakukan oleh aktivitas dan aktivitas yang dibutuhkan tersebut menggunakan sumber daya yang menyebabkan timbulnya biaya. Sumber daya dibebankan ke aktivitas, kemudian aktivitas dibebankan ke objek biaya berdasarkan penggunaannya. ABC memperkenalkan hubungan sebab akibat antara 'cost driver' dengan aktivitas.

Dengan ABC, Biaya Overhead pabrik dibebankan ke objek biaya seperti produk atau jasa dengan mengidentifikasikan sumber daya, aktivitas. dan biayanya serta kuantitas aktivitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memproduksi output. Cost driver digunakan untuk menghitung biaya sumber daya dari setiap unit aktivitas. Kemudian setiap biaya sumber daya dibebankan ke produk atau jasa dengan mengalikan biaya setiap aktivitas dengan kuantitas setiap aktivitas yang dikonsumsi pada periode tertentu.

Activity-based costing merupakan sistem yang mempertahankan dan memproses data keuangan dan operasional dari sumber daya perusahaan berdasarkan aktivitas, objek biaya, cost driver, dan ukuran kinerja aktivitas. ABC juga membebankan biaya ke aktivitas dan objek biaya.


Perhitungan Biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing)
Adalah pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek biaya berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk objek biaya tersebut.

Prosedur Pembebanan Biaya Dua Tahap (two-stage cost assignment)
Membebankan biaya sumber daya seperti biaya overhead pabrik ke pusat biaya aktivitas atau tempat penampungan biaya dan kemudian ke objek biaya untuk menentukan jumlah biaya sumber daya bagi setiap objek biaya.

Sistem perhitungan biaya berdasarkan volume membebankan biaya overhead pabrik :
1.    Tahap Pertama ke tempat penampungan biaya (pusat biaya) departemen atau pabrik
2.    Tahap Kedua ke produk atau jasa.

Perhitungan Biaya Pesanan dan Proses


1.                              SISTEM PERHITUNGAN BIAYA PRODUK
            Menentukan biaya yang akurat dari suatu produk atau jasa sangatlah penting bagi keberhasilan perusahaan di sebahagian besar industri. Sebagai contoh smith fabrication Inc di Kent Washington menggunakan sistem perhitungan biaya produk untuk memperkirakan biaya dan membebankan pelanggan atas produk logam lembaran yang disediakan bagi produsen lain dalam industri produk produk penerbangan computer, telekomunikasi, dan kesehatan. Metode perhitungan produk biaya produk yang digunakan memberikan nilai kompetitif, yaitu melalui penyediaan informasi biaya akurat dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pelanggan. Demikian pula Kurtz industries menawarkan harga yang kompetitif atas jasa pemrosesan menggunakan mesin melalui penggunaan penghitungan biaya produk berdasarkan harga pasar wajar.
            Apa yang telah disadari oleh perusahaan perusahaan ini dan perusahaan-perusahaan lainnya adalah metode perhitungan biaya yang sederhana, namun akurat memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan kompetitif mereka. Contoh lainnya adalah pembangunan dan renovasi rumah, dimana penghitungan biaya produk adalah sangat penting untuk memperkirakan biaya dan menetapkan harga pesanan.
            Smith fabrication, Kurtz Industries, dan banyak pembangunan rumah lainnya menggunakan perhitungan biaya produk yang disebut dengan sistem penghitungan biaya yang berdasarkan pesanan (job costing system). Perhitungan biaya berdasarkan pesanan adalah salah satu dari beragam sistem perhitungan biaya yang dapat digunakan perusahaan. Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan khususnya cocok untuk perusahaan yang memproduksi produk berdasarkan pesanan (made to order product)  seperti pemrosesan menggunakan mesin (machining) pengerjaan logam (metal working) dan pembangunan rumah. Pembuatan produk atau jasa berdasarkan pesanan spesifik pelanggan. Hal ini berbeda dengan perusahaan yang memproduksi barang dalam jumlah besar untuk dijual kepada pedagang grosir dan ritel. Perusahaan-perusahaan ini tidak secara langsung berhubungan dengan konsumen akhir. Perusahaan pengemas botol soda, pemroses makanan, dan produsen perlengkapan kamar mandimerupakan contoh yang tepat. Jenis-jenis perusahaan yang disebut terakhir memiliki orientasi produksi pada proses dibandingkan pesanan pelanggan. Berdasarkan konsep biaya penerapan perhitungan biaya berdasarkan pesanan digunakan pada saat mudah untuk menelusuri biaya bahan bakku dan biaya tenaga kerja untuk tiap pesanan pelanggan. Dalam perusahaan yang berorientasi pada proses. Biaya biasanya ditelusuri ke departemen produksi dan kemudian dialokasi kemasing-masing produk.
Perhitungan biaya produk (product costing) adalah proses pengumpulan pengelompokan dan pembebanan biaya biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik pada produk dan jasa. Perhitungan biaya produk memberikan informasi biaya yang berguna bagi perusahaan manufaktur maupun perusahaan nonmanufaktur. Berikut perbedaan antara Job order cost dan Process cost system. Pengertian : Biaya pesanan, merupakan suatu sistem pengumpulan biaya produksi yang didasarkan pada produk yang dipesan oleh pelanggan. Dengan demikian maka produk yang dihasilkanpun merupakan produk yang spesifikasinya berdasarkan pada si pemesan. Harga pokok perunit produk merupakan total biaya produksi atas produk yang dipesan dibagi dengan jumlah produk pesanan tersebut.




2. SEKILAS SISTEM PESANAN
Karakteristik  Perusahaan yang berbasis Pesanan.
            Pada perusahaan-perusahaan yang menggunakan basis harga pokok pesanan perhitungan biaya-biaya yang timbul dapat didasarkan pada biaya-biaya yang timbul selama proses produksi (historical cost) ataupun biaya yang ditentukan dimuka (predetermine cost).
            Ciri utama persahaan yang menggunakan sistem ini adalah:
1.   Proses produksi yang tidak kontinyu, oleh karena belum tentu pesanan suatu produk diperoleh secara terus menerus dengan spesifikasi yang sama.
2.   Produk yang dihasilkan disesuaikan dengan spesifikasi produk yang dipesan oleh langganan.
3.   Proses produksi semata-mata ditujukan pada pemenuhan pesanan pelanggan bukan untuk pemenuhan persediaan .

3. Perhitungan Harga Pokok Pesanan.
            Untuk menentukan besarnya harga pokok pesanan, perusahaan biasanya melakukan :
1.    Memproduksi produk dengan beragam jenis kemudian menghitung biayanya berdasarkan jenis tersebut
2.    Menghitung biaya produksi, dalam hal ini maka biaya-biaya yang timbul  lebih relevan digolongkan atas dasar hubungannya dengan produk, dengan konsep biaya ini maka biaya dapat dikelompokkan atas 2 kelompok besar yaitu ; biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.
3.    Harga pokok perunit produk yang ditawarkan didasarkan pada total biaya produksi dibagi dengan jumlah unit yang dihasilkan.

Konsep Dasar Biaya




A.                            Penggerak, pembebanan biaya, dan Objek Biaya.

Langkah pertama yang sangat penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif adalah mengidentifikasi penggerak biaya utama dalam perusahaan atau organisasi.

Penggerak biaya merupakan faktor yang memberi dampak pada perubahan tingkat biaya total. Contohnya, untuk mendapat kepemimpinan biaya yang rendah dalam produksi, P&G memperhatikan dengan saksama faktor desain dan produksi yang menimbulkan biaya produk-produknya. Perbaikan desain dibuat jika diperlukan dan pabrik dirancang dan diotomatisasi untuk mencapai tingkat efisiensi tertinggi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja dan peralatan. Untuk perusahaan yang tidak memiliki keunggulan dalam biaya, manajemen dalam hal penggerak biaya mungkin bukan merupakan hal yang sangat penting, tetapi perhatian terhadap penggerak biaya utama memberikan kontribusi secara langsung pada keberhasilan perusahaan.Perusahaan mengeluarkan biaya jika mengunakan sumber daya untuk tujuan tertentu. Contohnya, perusahaan yang memproduksi peralatan dapur, mempunyai biaya bahan baku seperti logam, dan baut, biaya tenaga kerja dan biaya-biaya lainnya. Sering kali biaya dikumpulkan ke dalam kelompok tertentu disebut dengan tempat penampungan biaya. Ada banyak cara yang digunakan untuk mengelompokkan biaya-biaya individual yang dapat digunakan untuk mendefinisikan tempat penampungan biaya antara lain berdasarkan jenis biaya(biaya tenaga kerja langsung dalam satu tempat penampungan dan biaya bahan baku dalam tempat penampungan biaya lainnya), berdasarkan sumber asalnya (departemen 1, departemen 2 dan seterusnya) atau berdasarkan pertanggung jawaban (manajer 1, manajer 2 dan seterusnya. Contohnya departemen perakitan atau departemen teknik produksi mungkin saja diperlukan sebagai suatu tempat penampungan biaya.

Objek biaya adalah berbagai produk, jasa dan unit organisasi dimana biayadibebankan untuk beberapa tujuan manajemen. Konsep objek biaya merupakan konsep yang sangat luas. Konsep tersebut meliputi batch produk, jasa departemen dan pelanggan. Setiap hal dimana biaya dapat ditelesuri dan mempunyai peran utama dalam strategi manajemen dianggap sebagai objek biaya.

A.1 Pembebanan dan Alokasi biaya : Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Pembebanan biaya merupakan proses pembebanan biaya-biaya kedalam tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Biaya langsung dapat dengan mudah dan ekonomis ditelusuri secara langsung kepenampungan biaya atau objek biaya. Sebagai contoh, biaya bahan baku yangdiperlukan untuk produk tertentu adalah suatu biaya langsung sebab dapat ditelusuri secara langsung ke produk bersangkutan. Biaya bahan baku dikumpulkan dalam tempat penampungan biaya (Departemen Produksi), kemudian ditelusuri kesetiap produk yang dihasilkan yang menjadi objek biaya.

Sebaliknya tidak ada cara yang mudah dan ekonomis menelusuri biaya tidak langsung dari biaya ke tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Biaya pengawasan karyawan pabrik dan biaya penanganan bahan baku adalah contoh biaya yang umumnya tidak dapat ditelusuri ke produk-produk individual, oleh karena itu merupakan biaya tidak langsung produk-produk tersebut. Karena biaya tidak langsung tidak dapat ditelusuri ke tempat penampungan biaya atau objek biaya, pembebanan biaya untuk tidak langsung dilakukan dengan menggunakan penggerak biaya.

Pembebanan biaya tidak langsung ke tempat penampungan biaya dan objek biaya disebut alokasi biaya yaitu suatu bentuk pembebanan dimana penulusuran langsung tidak mungkin dilakukan sehingga dipakai penggerak biaya. Penggerak biaya yang digunakan untuk mengalokasikan disebut dengan dasar alokasi.

1.1  Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung adalah biaya bahan baku pada produksi atau objek biaya lainnya tetapi ditambah beban transportasi dan biasanya juga termasuk penyisihan yang wajar untuk unit barang sisa dan cacat atau rusak. Selain itu biaya dari bahan baku yang digunakan dalam produksi tetapi bukan bagian dari produk yang sudah jadi disebut biaya bahan baku tidak langsung.Contohnya meliputi perlengkapan yang digunakan karyawan pabrik seperti potongan kain dan alat-alat yang kecil.

1.2  Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung meliputi tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa ditambah sebagian jam kerja tidak produktif yang normal dan tidak dapat dihindari seperti waktu istirahat dan sholat.

Biaya tenaga tidak langsung mempunyai peran sebagai pendukung proses produksi. Sebagai contoh tenaga kerja untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan adalah biaya langsung bagi departemen produksi dimana peralatan tersebut berada,tetapi merupakan biaya tidak langsung dari produk yang diproduksi di departemen tersebut.

1.3  Biaya Tidak Langsung Lainnya

Selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya tidak langsung lainnya juga diperlukan dalam memproduksi suatu produk atau jasa. Antara lain adalah biaya fasilitas, peralatan yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa dan peralatan pendukung lainnya seperti yang digunakan untuk penanganan bahan baku.

  1. 2. Jenis-Jenis Penggerak Biaya

Sebagian besar perusahaan khususnya yang menggunakan strategi kepemimpinan biaya, menggunakan manajemen biaya untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi kompetititf mereka. Manajemen biaya memerlukan pemahaman yang sangt baik mengenai bagaimana biaya total dari objek biaya berubah ketika penggerak biaya berubah. Terdapat empat jenis penggerak biaya yaitu berdasarkan aktivitas, berdasarkan volume, struktur dan pelaksanaan.

2.1 Penggerak Biaya Berdasarkan Aktivitas

Penggerak biaya berdasarkan aktivitas ditentukan dengan menggunakan analisis aktivitas, yaitu deskripsi terinci dari aktivitas-aktivitas spesifik yang dilakukan dalam operasi perusahaan. Deskripsi tersebut meliputi setiap tahap dalam proses pembuatan produk atau penyediaan jasa. Untk setiap aktivitas, ditentukan penggerak biayanya untuk menjelaskan bagaimana biaya itu terjadi ketika aktivitas berubah.Deskripsi terinci dari aktivitas perusahaan membantu perusahaan untukmencapai tujuan-tujuan strategis dengan mengembangkan biaya-biaya yang lebih akurat untuk produk atau jasanya. Analisis aktivitas juga membantu meningkatkan pengendalian manajemen dan operasional perusahaan, karena kinerja pada level yang terinci dapat dimonitor dan dievaluasi.


2.2 Penggerak Biaya Berdasarkan Volume

Banyak jenis biaya yang berdasarkan volume, seperti bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Total biaya yang berdasarkan volume mempunyai hubungan yang tidak linera dengan penggerak biaya yang berdasarkan volume, yaitu jumlah output produk atau jasa. Pada tingkat penggerak biaya yang rendah, biaya meningkat dengan tingkat pertambahan yang menurun, yang sebagian disebabkan oleh faktor-faktor seperti penggunaan sumber daya yang makin efisien dan produktivitas yang tinggi akibat proses pembelajaran. Pada tingkat penggerak biaya yang lebih tinggi, biaya mulai meningkat pada tingkat pertambahan yang meningkat, yang sebagian disebabkan oleh ketidakefisienan, yaitu beroperasi mendekati batas kapasitas, semakin kurang efisien sumber daya yang digunakan, maka memerlukan waktu kerja lembur danseterusnya.

2.2.1 Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya total terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap. Biaya Variabel adalah perubahan pada biaya total yang dihubungkan dengan tiap perubahan pada jumlah output. Contoh yang lazim dari biaya variabel adalah biaya bahan baku dan jumlah biaya tenaga kerja langsung. Biaya tetap adalah bagian dari biaya total yang tidak berubah meskipun jumlah penggerak biaya berubah dalam rentang yang relevan. Penentu apakah suatu biaya merupakan biaya variabel tergantung pada sifat dari objek biaya. Dalam perusahaan manufaktur, objek biaya biasanya produk. Tetapi dalam perusahaan jasa, objek biaya sering kali sulit untk didefinisikan karena jasa bersifat kualitatif dan kuantitatif.

2.2.2 Biaya Bertahap

Disebut biaya bertahap jika biaya tersebut berubah sehubungan dengan perubahan pada penggerak biaya, tetapi secara bertahap. Biaya bertahap merupakan karakteristik dari tugas-tugas yang bersifat klerikal tertentu seperti proses pemenuhan pesanan dan pemrosesan terhadap adanya klaim tertentu. Contohnya, jika petugas gudang dapat memenuhi 100 pesanan setiap harinya,  maka 10 petugas yang dibutuhkan untuk memproses sekitar 1.000 pesanan, maka jumlah petugas harus ditambahkan menjadi 11 dan seterusnya. Tahapan disini berhubungan dengan tingakatan tertentu dari penggerak biaya dimana dibutuhkan tambahan petugas, akibatnya setiap tahap berhubungan dengan suatu petugas tambahan.

2.2.3 Biaya Per-Unit dan Biaya Marginal

Biaya per unit adalah biaya produksi total (bahan baku, tenaga kerja, dan overhead) dibagi jumlah unit output. Konsep ini berguna dalam menetapkan harga dan mengevaluasi produk. Untuk dapat memahami biaya per unit dengan semestinya, kita harus memisahkan yang dimaksud dengan biaya variabel per unit yaitu biaya yang tidak berubah seiring dengan perubahan jumlah output, dengan biaya tetap per unit yaitu biaya yang berubah seiring dengan perubahan jumlah output.

Biaya marginal digunakan untuk menjelaskan biaya tambahan yang terjadi ketika setiap penggerak biaya bertambah sebanyak satu unit. Dengan asumsi biaya bersifat linear pada rentang yang relevan.

3.2. Penggerak Biaya Berdasarkan Struktur dan Pelaksanaan

Penggerak biaya berdasarkan struktur adalah bersifat strategis karena meliputi rencana dan keputusan yang mempunyai dampak jangka panjang. Sedangkan penggerak biaya berdasarkan pelaksanaan adalah faktor-faktor yang dapat diatur perusahaan dalam pembuatan keputusan jangka pendek untuk menurunkan biaya.Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1.  Keterlambatan para pekerja. Apakah para karyawan berdedikasi terhadap perbaikan berkelanjutan dan mutu. Komitmen dari para pekerja ini akan menurunkan biaya. Perusahaan yang memiliki hubungan dengan para pekerja yang kuat.
  2. Desain proses produk. Dapatkah tata letak dari peralatan dan proses serta penjadwalan ulang produksi diperbaiki. Mempercepat arus produk dalam perusahaan dapat menurunkan biaya.
  3. Hubungan dengan pemasok. Dapatkah biaya, mutu atau pengiriman bahan baku dan suku cadang yang dibeli diperbaiki untuk menurunkan biaya secara keseluruhan.

  1.  Konsep Biaya Untuk Perhitungan Biaya Produk dan Jasa

B.1 Biaya Produk dan Periodik

Persediaan produk bagi perusahaan manufaktur maupun dagang dianggap sebagai aktiva pada neraca. Selama persediaan mempunyai nilai jual, persediaan dianggap aktiva hingga terjual, kemudian biaya dari perusahaan dipindahkan kelaporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan yang merupakan beban. Biaya produk bagi perusahaan manufaktur terdiri atas biaya-biaya yangdiperlukan untuk menyelesaikan suatu produk:

1.      Biaya bahan baku langsung. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi produk yaitu yang secara fisik menjadi bagian dari produk tersebut.
2.      Biaya tenaga kerja langsung. Tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi produk.
3.      Overhead pabrik. Biaya tidak langsung untuk bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung proses produk.

Semua pengeluaran lainnya untuk mengelola perusahaan dan menjual produk dibebankan pada periode pada saat terjadinya, untuk alasan ini, pengeluaran ini disebut biaya periodik. Biaya-biaya yang dibebankan karena perkirakan tidak akan memberikan nilai masa depan, sebaliknya penjualan, persediaan akan memberikan laba dimasa datang. Biaya periodik terutama terdiri atas biaya umum, penjualan dan administrasi yang diperlukan untuk mengelola perusahaan tapi tidak termasuk biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi. Biaya periklanan, pemrosesan data, serta gaji eksekutif dan staf adalah contoh dari biaya periodik.


B.2 Perhitungan Biaya Untuk Perusahaan Manufaktur, dagang dan jasa

Langkah pertama dari proses produksi adalah membeli bahan baku. Langkah kedua adalah memasukan ketiga elemen biaya, bahan baku yang digunakan, tenaga kerja dan overhead ke dalam barang dalam proses. Pada langkah ketiga, ketika proses produksi selesai, biaya produksi yang diakumulasi pada akun barang dalam proses dipindahkan ke akun persediaan barang jadi dan dari sanalah ke akun harga pokok penjualan ketika barang terjual. Pada perusahaan dagang proses nya lebih sederhana. Perusahaan membeli barang dagangan dan mencatatnya pada akun persediaan barang dagang. Ketika terjual kemudian dipindahkan ke akun harga pokok penjualan. Perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur mempunyai perbedaan yang sangat signifikan yaitu perusahaan dagang membeli persediaan, sedangkan perusahaan manufaktur memproduksi persediaan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perusahaan manufaktur menggunakan tiga akun persediaan yaitu (1)persediaan bahan baku, dimana biaya dari pasokan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi disimpan. (2) Persediaan barang dalam proses, yang berisi semua biaya yang dimasukkan ke dalam proses produksi produk yang sudah berjalan tapi belum selesai pada tanggal laporan keuangan. (3) Persediaan barang jadi, berisi biaya dari barang yang siap untuk dijual. Setiap akun memiliki saldo awal dan akhirnya masing-masing.

C.                Konsep Biaya untuk Perencanaan dan Pembuatan keputusan

C.1. Biaya Relevan

Konsep biaya yang relevan muncul ketika pengambil keputusan harus memilih di antara dua atau lebih pilihan. Untuk menentukan mana pilihan yangterbaik, pengambilan keputusan harus menentukan pilihan mana yang menawarkan keuntungan tertinggi. Oleh karena itu, pengambilan keputusan memerlukan informasi atas biaya yang relevan. Biaya relevan memiliki dua ciri khas yaitu,berbeda untuk setiap pilihan keputusan dan akan terjadi dimasa datang.

C.1.1. Biaya Diferensial

Biaya diferensial adalah biaya yang berbeda untuk setiap pilihan keputusan dan oleh karena itu relevan menjadi pilihan bagi pengambilan keputusan. Biaya diferensial muncul sebagai biaya langsung dalam memilih suatu pilihan (biaya pembelian mesin yang baru merupakan dampak langsung dari pengantian mesin lama) atau sebagai biaya tidak langsung yang dihubungkan dengan pilihannya (mengganti mesin akan menciptakan perbedaan pada biaya tertentu, seperti biaya pemeliharan dan listrik).

C.1.2. Biaya Kesempatan

Biaya kesempatan merupakan manfaat yang hilang karena memilih salah satupilihan sehingga melepaskan manfaat dari pilihan lainnya. Sebagai contoh, jika seseorang manajer penjualan memilih untuk membatalkan suatu pesanan dari pelanggan baru untuk memastikan bahwa pesanan pelanggan yang ada sekarang ini dilayani tepat waktu, keuntungan potensial dari pesanan pelanggan yang tidak dilayani menjadi biaya kesempatan manajer atas keputusan ini. Memastikan kesetiaan dari suatu pelanggan yang ada sulit untuk diukur namun memiliki nilai jangka panjang yang penting, tetapi dalam hal ini kerugian jangka pendek dari pesanan yang baru, sekalipun dapat diukur, tidaklah sedemikian penting.

C.1.3. Sunk Cost

Biaya tertanam adalah biaya yang selama ini telah terjadi atau menjadi komitmen dimasa lalu sehingga tidak relevan untuk pembuatan keputusan karena pembuat keputusan tidak lagi memiliki kebijakan terhadap biaya tersebut.  Sebagai contoh, jika suatu perusahaan membeli mesin baru tanpa garansi dan ternyata rusak dikemudian hari, harga belinya menjadi tidak relevan untuk keputusan sekarang untuk mengganti mesin atau memperbaiki mesin. Hanya bisa masa depan yang relevan dan harga beli dari mesin yang diperoleh tidak mempunyai dampak apapun terhadap biaya masa depan.


C.2. Atribut-atribut dalam Informasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan

C.2.1. Akurasi

Pengambilan keputusan yang berkepentingan tidak menggunakan informasia kuntansi tanpa mempertimbangkan potensi ketidakakuratannya. Data yang tidak akurat dengan menyesatkan, menghasilkan kesalahan-kesalahan yang berpotensi menimbulkan biaya. Cara utama untuk memastikan bahwa data untuk pembuatan keputusan adalah akurat yaitu dengan mendesain dan mengawasi sistem yangefektif bagi pengendalian akuntansi internal. Sistem pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur yang membatasi dan menjadi pedoman bagi aktivitas-aktivitas dalam pemrosesan data keuangan dengan tujuan mencegah atau mendeteksi kesalahan dan tindakan curang.

C.2.2. Ketepatan Waktu

Informasi manajemen biaya yang tersedia bagi pengambil keputusan harus tepat waktu untuk membantu mengambil keputusan yang efektif. Biaya penundaan biasa sangat besar dalam banyak keputusan seperti dalam memnuhi pesanan mendesak yang dapat hilang jika informasi yang diperlukan tidak tepat waktu. Biaya menemukan cacat kualitas sedini mungkin pada proses produksi dapat menjadi jauh lebih kecil dari pada biaya bahan baku dan tenaga kerja yang harus terbuang percuma sampai cacat tersebut dapat ditemukan kemudian dalam produksi.

C.2.3. Informasi Biaya dan Nilai

Informasi manajemen biaya memilki biaya tertentu dan penekan pada nilai, sedangkan akuntan manajemen adalah seorang ahli dalam informasi tersebut samahalnya seperti professional keuangan lainnya, di antarannya penasihat pajak,perencana keuangan dan konsultan. Akuntan manajemen menyediakan jasa informasi yang memiliki keduanya, yaitu biaya penyusunan dan nilai bagi penggunanya. Biaya penyusunan informasi manajemen biaya seharusnya dapatdikendalikan seperti biaya jasa lainnya dalam perusahaan. Biaya penyusunan ini sangat mungkin dipengaruhi oleh akurasi yang diinginkan, ketepatan waktu dan tingkat agregasi; ketika peningkatan akurasi, ketepatan waktu dan rincian diinginkan, biaya penyusunannya menjadi lebih tinggi.

D.                Konsep Biaya Untuk Pengendalian Manajemen dan Operasional

D.1. Kemampuan untuk Melakukan Pengendalian

Suatu biaya dikatakan dapat dikontrol jika manajer atau karyawan memilikikeleluasaan dalam menentukan terjadinya biaya tersebut atau dapat memengaruhi jumlah secara signifikan dalam periode waktu tertentu, yang biasanya pendek. Sebagai contoh penyedia toko biasanya tidak dapat mengendalikan beban sewa dan asuransi atau fasilitas pabrik, demikian juga manajer divisi biasanya tidak mempunyai keleluasaan dalam menentukan biaya administrasi pada tingkat perusahaan. Sebaliknya karyawan biasanya memiliki pengendalian atas jumlah tenaga kerja dan bahan baku yang digunakan pada areal kerjanya. Biaya-biaya seperti periklanan dan pemeliharaan biasanya berada dibawah pengendalian manajer produksi atau divisi.

D.2. Dampak Preferensi Risiko terhadap Motivasi dan Pembuatan Keputusan

Preferensi risiko manajer adalah penting dalam pengendalian manajemen dan operasional karena preferensi tersebut akan mempunyai dampak yang tidakdiharapkan dan tidak diinginkan pada perilaku manajer. Asumsikan bahwa manajer harus membuat keputusan dimana setiap pilihan akan memiliki hasil yang berbeda dan beberapa hasil tersebut lebih pasti terjadi dari pada lainnya. Preferensi risiko menggambarkan cara setiap individu melihat pilihan keputusan secara berbeda karena mereka memberikan bobot yang berbeda terhadap hasil yang pasti dengan tidak pasti. Risiko yang dihubungkan dengan hasil yang tidak pasti mungkin tidak diinginkan oleh pengambilan keputusan tanpa memperdulikan nilai dari hasil itu sendiri adalah perlu untuk memisahkan nilai dari hasil dengan bobot positif atau negatif yang dihubungkan dengan risiko ketidakpastian.

Referensi :
¡  Blocher.”Manajemen Biaya, penekanan strategis, . penerbit Salemba Empat,2011.”
¡  Hansen & Mowen. ”Manajemen Biaya. . penerbit Salemba Empat,2000.”

Konsep Dasar Biaya


Setelah mempelajari materi ini, anda diharapkan mampu:
1.      Memahami peran strategis dari konsep dasar manajemen biaya
2.      Menjelaskan konsep penggerak biaya ( cost driver) pada tingkat aktivitas, volume, struktur dan pelaksanaan
3.      Menjelaskan konsep biaya yang digunakan pada sistem penghitungan biaya produk dan jasa
4.      Menunjukkan bagaimana arus biaya pada setiap akun
5.      Menyiapkan laporan keuangan untuk perusahaan dagang dan manufaktur


A.                            Penggerak, pembebanan biaya, dan Objek Biaya.

Langkah pertama yang sangat penting untuk memperoleh keunggulan kompetitif adalah mengidentifikasi penggerak biaya utama dalam perusahaan atau organisasi.

Penggerak biaya merupakan faktor yang memberi dampak pada perubahan tingkat biaya total. Contohnya, untuk mendapat kepemimpinan biaya yang rendah dalam produksi, P&G memperhatikan dengan saksama faktor desain dan produksi yang menimbulkan biaya produk-produknya. Perbaikan desain dibuat jika diperlukan dan pabrik dirancang dan diotomatisasi untuk mencapai tingkat efisiensi tertinggi dalam pemakaian bahan baku, tenaga kerja dan peralatan. Untuk perusahaan yang tidak memiliki keunggulan dalam biaya, manajemen dalam hal penggerak biaya mungkin bukan merupakan hal yang sangat penting, tetapi perhatian terhadap penggerak biaya utama memberikan kontribusi secara langsung pada keberhasilan perusahaan.Perusahaan mengeluarkan biaya jika mengunakan sumber daya untuk tujuan tertentu. Contohnya, perusahaan yang memproduksi peralatan dapur, mempunyai biaya bahan baku seperti logam, dan baut, biaya tenaga kerja dan biaya-biaya lainnya. Sering kali biaya dikumpulkan ke dalam kelompok tertentu disebut dengan tempat penampungan biaya. Ada banyak cara yang digunakan untuk mengelompokkan biaya-biaya individual yang dapat digunakan untuk mendefinisikan tempat penampungan biaya antara lain berdasarkan jenis biaya(biaya tenaga kerja langsung dalam satu tempat penampungan dan biaya bahan baku dalam tempat penampungan biaya lainnya), berdasarkan sumber asalnya (departemen 1, departemen 2 dan seterusnya) atau berdasarkan pertanggung jawaban (manajer 1, manajer 2 dan seterusnya. Contohnya departemen perakitan atau departemen teknik produksi mungkin saja diperlukan sebagai suatu tempat penampungan biaya.

Objek biaya adalah berbagai produk, jasa dan unit organisasi dimana biayadibebankan untuk beberapa tujuan manajemen. Konsep objek biaya merupakan konsep yang sangat luas. Konsep tersebut meliputi batch produk, jasa departemen dan pelanggan. Setiap hal dimana biaya dapat ditelesuri dan mempunyai peran utama dalam strategi manajemen dianggap sebagai objek biaya.

A.1 Pembebanan dan Alokasi biaya : Biaya Langsung dan Tidak Langsung

Pembebanan biaya merupakan proses pembebanan biaya-biaya kedalam tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Biaya langsung dapat dengan mudah dan ekonomis ditelusuri secara langsung kepenampungan biaya atau objek biaya. Sebagai contoh, biaya bahan baku yangdiperlukan untuk produk tertentu adalah suatu biaya langsung sebab dapat ditelusuri secara langsung ke produk bersangkutan. Biaya bahan baku dikumpulkan dalam tempat penampungan biaya (Departemen Produksi), kemudian ditelusuri kesetiap produk yang dihasilkan yang menjadi objek biaya.

Sebaliknya tidak ada cara yang mudah dan ekonomis menelusuri biaya tidak langsung dari biaya ke tempat penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Biaya pengawasan karyawan pabrik dan biaya penanganan bahan baku adalah contoh biaya yang umumnya tidak dapat ditelusuri ke produk-produk individual, oleh karena itu merupakan biaya tidak langsung produk-produk tersebut. Karena biaya tidak langsung tidak dapat ditelusuri ke tempat penampungan biaya atau objek biaya, pembebanan biaya untuk tidak langsung dilakukan dengan menggunakan penggerak biaya.

Pembebanan biaya tidak langsung ke tempat penampungan biaya dan objek biaya disebut alokasi biaya yaitu suatu bentuk pembebanan dimana penulusuran langsung tidak mungkin dilakukan sehingga dipakai penggerak biaya. Penggerak biaya yang digunakan untuk mengalokasikan disebut dengan dasar alokasi.

1.1  Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung adalah biaya bahan baku pada produksi atau objek biaya lainnya tetapi ditambah beban transportasi dan biasanya juga termasuk penyisihan yang wajar untuk unit barang sisa dan cacat atau rusak. Selain itu biaya dari bahan baku yang digunakan dalam produksi tetapi bukan bagian dari produk yang sudah jadi disebut biaya bahan baku tidak langsung.Contohnya meliputi perlengkapan yang digunakan karyawan pabrik seperti potongan kain dan alat-alat yang kecil.

1.2  Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung meliputi tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa ditambah sebagian jam kerja tidak produktif yang normal dan tidak dapat dihindari seperti waktu istirahat dan sholat.

Biaya tenaga tidak langsung mempunyai peran sebagai pendukung proses produksi. Sebagai contoh tenaga kerja untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan adalah biaya langsung bagi departemen produksi dimana peralatan tersebut berada,tetapi merupakan biaya tidak langsung dari produk yang diproduksi di departemen tersebut.

1.3  Biaya Tidak Langsung Lainnya

Selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya tidak langsung lainnya juga diperlukan dalam memproduksi suatu produk atau jasa. Antara lain adalah biaya fasilitas, peralatan yang digunakan untuk memproduksi produk atau jasa dan peralatan pendukung lainnya seperti yang digunakan untuk penanganan bahan baku.

  1. 2. Jenis-Jenis Penggerak Biaya

Sebagian besar perusahaan khususnya yang menggunakan strategi kepemimpinan biaya, menggunakan manajemen biaya untuk mempertahankan atau memperbaiki posisi kompetititf mereka. Manajemen biaya memerlukan pemahaman yang sangt baik mengenai bagaimana biaya total dari objek biaya berubah ketika penggerak biaya berubah. Terdapat empat jenis penggerak biaya yaitu berdasarkan aktivitas, berdasarkan volume, struktur dan pelaksanaan.

2.1 Penggerak Biaya Berdasarkan Aktivitas

Penggerak biaya berdasarkan aktivitas ditentukan dengan menggunakan analisis aktivitas, yaitu deskripsi terinci dari aktivitas-aktivitas spesifik yang dilakukan dalam operasi perusahaan. Deskripsi tersebut meliputi setiap tahap dalam proses pembuatan produk atau penyediaan jasa. Untk setiap aktivitas, ditentukan penggerak biayanya untuk menjelaskan bagaimana biaya itu terjadi ketika aktivitas berubah.Deskripsi terinci dari aktivitas perusahaan membantu perusahaan untukmencapai tujuan-tujuan strategis dengan mengembangkan biaya-biaya yang lebih akurat untuk produk atau jasanya. Analisis aktivitas juga membantu meningkatkan pengendalian manajemen dan operasional perusahaan, karena kinerja pada level yang terinci dapat dimonitor dan dievaluasi.


2.2 Penggerak Biaya Berdasarkan Volume

Banyak jenis biaya yang berdasarkan volume, seperti bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Total biaya yang berdasarkan volume mempunyai hubungan yang tidak linera dengan penggerak biaya yang berdasarkan volume, yaitu jumlah output produk atau jasa. Pada tingkat penggerak biaya yang rendah, biaya meningkat dengan tingkat pertambahan yang menurun, yang sebagian disebabkan oleh faktor-faktor seperti penggunaan sumber daya yang makin efisien dan produktivitas yang tinggi akibat proses pembelajaran. Pada tingkat penggerak biaya yang lebih tinggi, biaya mulai meningkat pada tingkat pertambahan yang meningkat, yang sebagian disebabkan oleh ketidakefisienan, yaitu beroperasi mendekati batas kapasitas, semakin kurang efisien sumber daya yang digunakan, maka memerlukan waktu kerja lembur danseterusnya.

2.2.1 Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Biaya total terdiri atas biaya variabel dan biaya tetap. Biaya Variabel adalah perubahan pada biaya total yang dihubungkan dengan tiap perubahan pada jumlah output. Contoh yang lazim dari biaya variabel adalah biaya bahan baku dan jumlah biaya tenaga kerja langsung. Biaya tetap adalah bagian dari biaya total yang tidak berubah meskipun jumlah penggerak biaya berubah dalam rentang yang relevan. Penentu apakah suatu biaya merupakan biaya variabel tergantung pada sifat dari objek biaya. Dalam perusahaan manufaktur, objek biaya biasanya produk. Tetapi dalam perusahaan jasa, objek biaya sering kali sulit untk didefinisikan karena jasa bersifat kualitatif dan kuantitatif.

2.2.2 Biaya Bertahap

Disebut biaya bertahap jika biaya tersebut berubah sehubungan dengan perubahan pada penggerak biaya, tetapi secara bertahap. Biaya bertahap merupakan karakteristik dari tugas-tugas yang bersifat klerikal tertentu seperti proses pemenuhan pesanan dan pemrosesan terhadap adanya klaim tertentu. Contohnya, jika petugas gudang dapat memenuhi 100 pesanan setiap harinya,  maka 10 petugas yang dibutuhkan untuk memproses sekitar 1.000 pesanan, maka jumlah petugas harus ditambahkan menjadi 11 dan seterusnya. Tahapan disini berhubungan dengan tingakatan tertentu dari penggerak biaya dimana dibutuhkan tambahan petugas, akibatnya setiap tahap berhubungan dengan suatu petugas tambahan.

2.2.3 Biaya Per-Unit dan Biaya Marginal

Biaya per unit adalah biaya produksi total (bahan baku, tenaga kerja, dan overhead) dibagi jumlah unit output. Konsep ini berguna dalam menetapkan harga dan mengevaluasi produk. Untuk dapat memahami biaya per unit dengan semestinya, kita harus memisahkan yang dimaksud dengan biaya variabel per unit yaitu biaya yang tidak berubah seiring dengan perubahan jumlah output, dengan biaya tetap per unit yaitu biaya yang berubah seiring dengan perubahan jumlah output.

Biaya marginal digunakan untuk menjelaskan biaya tambahan yang terjadi ketika setiap penggerak biaya bertambah sebanyak satu unit. Dengan asumsi biaya bersifat linear pada rentang yang relevan.

3.2. Penggerak Biaya Berdasarkan Struktur dan Pelaksanaan

Penggerak biaya berdasarkan struktur adalah bersifat strategis karena meliputi rencana dan keputusan yang mempunyai dampak jangka panjang. Sedangkan penggerak biaya berdasarkan pelaksanaan adalah faktor-faktor yang dapat diatur perusahaan dalam pembuatan keputusan jangka pendek untuk menurunkan biaya.Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1.  Keterlambatan para pekerja. Apakah para karyawan berdedikasi terhadap perbaikan berkelanjutan dan mutu. Komitmen dari para pekerja ini akan menurunkan biaya. Perusahaan yang memiliki hubungan dengan para pekerja yang kuat.
  2. Desain proses produk. Dapatkah tata letak dari peralatan dan proses serta penjadwalan ulang produksi diperbaiki. Mempercepat arus produk dalam perusahaan dapat menurunkan biaya.
  3. Hubungan dengan pemasok. Dapatkah biaya, mutu atau pengiriman bahan baku dan suku cadang yang dibeli diperbaiki untuk menurunkan biaya secara keseluruhan.

  1.  Konsep Biaya Untuk Perhitungan Biaya Produk dan Jasa

B.1 Biaya Produk dan Periodik

Persediaan produk bagi perusahaan manufaktur maupun dagang dianggap sebagai aktiva pada neraca. Selama persediaan mempunyai nilai jual, persediaan dianggap aktiva hingga terjual, kemudian biaya dari perusahaan dipindahkan kelaporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan yang merupakan beban. Biaya produk bagi perusahaan manufaktur terdiri atas biaya-biaya yangdiperlukan untuk menyelesaikan suatu produk:

1.      Biaya bahan baku langsung. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi produk yaitu yang secara fisik menjadi bagian dari produk tersebut.
2.      Biaya tenaga kerja langsung. Tenaga kerja yang digunakan untuk memproduksi produk.
3.      Overhead pabrik. Biaya tidak langsung untuk bahan baku, tenaga kerja dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung proses produk.

Semua pengeluaran lainnya untuk mengelola perusahaan dan menjual produk dibebankan pada periode pada saat terjadinya, untuk alasan ini, pengeluaran ini disebut biaya periodik. Biaya-biaya yang dibebankan karena perkirakan tidak akan memberikan nilai masa depan, sebaliknya penjualan, persediaan akan memberikan laba dimasa datang. Biaya periodik terutama terdiri atas biaya umum, penjualan dan administrasi yang diperlukan untuk mengelola perusahaan tapi tidak termasuk biaya langsung maupun tidak langsung dalam proses produksi. Biaya periklanan, pemrosesan data, serta gaji eksekutif dan staf adalah contoh dari biaya periodik.


B.2 Perhitungan Biaya Untuk Perusahaan Manufaktur, dagang dan jasa

Langkah pertama dari proses produksi adalah membeli bahan baku. Langkah kedua adalah memasukan ketiga elemen biaya, bahan baku yang digunakan, tenaga kerja dan overhead ke dalam barang dalam proses. Pada langkah ketiga, ketika proses produksi selesai, biaya produksi yang diakumulasi pada akun barang dalam proses dipindahkan ke akun persediaan barang jadi dan dari sanalah ke akun harga pokok penjualan ketika barang terjual. Pada perusahaan dagang proses nya lebih sederhana. Perusahaan membeli barang dagangan dan mencatatnya pada akun persediaan barang dagang. Ketika terjual kemudian dipindahkan ke akun harga pokok penjualan. Perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur mempunyai perbedaan yang sangat signifikan yaitu perusahaan dagang membeli persediaan, sedangkan perusahaan manufaktur memproduksi persediaan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan overhead. Perusahaan manufaktur menggunakan tiga akun persediaan yaitu (1)persediaan bahan baku, dimana biaya dari pasokan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi disimpan. (2) Persediaan barang dalam proses, yang berisi semua biaya yang dimasukkan ke dalam proses produksi produk yang sudah berjalan tapi belum selesai pada tanggal laporan keuangan. (3) Persediaan barang jadi, berisi biaya dari barang yang siap untuk dijual. Setiap akun memiliki saldo awal dan akhirnya masing-masing.

C.                Konsep Biaya untuk Perencanaan dan Pembuatan keputusan

C.1. Biaya Relevan

Konsep biaya yang relevan muncul ketika pengambil keputusan harus memilih di antara dua atau lebih pilihan. Untuk menentukan mana pilihan yangterbaik, pengambilan keputusan harus menentukan pilihan mana yang menawarkan keuntungan tertinggi. Oleh karena itu, pengambilan keputusan memerlukan informasi atas biaya yang relevan. Biaya relevan memiliki dua ciri khas yaitu,berbeda untuk setiap pilihan keputusan dan akan terjadi dimasa datang.

C.1.1. Biaya Diferensial

Biaya diferensial adalah biaya yang berbeda untuk setiap pilihan keputusan dan oleh karena itu relevan menjadi pilihan bagi pengambilan keputusan. Biaya diferensial muncul sebagai biaya langsung dalam memilih suatu pilihan (biaya pembelian mesin yang baru merupakan dampak langsung dari pengantian mesin lama) atau sebagai biaya tidak langsung yang dihubungkan dengan pilihannya (mengganti mesin akan menciptakan perbedaan pada biaya tertentu, seperti biaya pemeliharan dan listrik).

C.1.2. Biaya Kesempatan

Biaya kesempatan merupakan manfaat yang hilang karena memilih salah satupilihan sehingga melepaskan manfaat dari pilihan lainnya. Sebagai contoh, jika seseorang manajer penjualan memilih untuk membatalkan suatu pesanan dari pelanggan baru untuk memastikan bahwa pesanan pelanggan yang ada sekarang ini dilayani tepat waktu, keuntungan potensial dari pesanan pelanggan yang tidak dilayani menjadi biaya kesempatan manajer atas keputusan ini. Memastikan kesetiaan dari suatu pelanggan yang ada sulit untuk diukur namun memiliki nilai jangka panjang yang penting, tetapi dalam hal ini kerugian jangka pendek dari pesanan yang baru, sekalipun dapat diukur, tidaklah sedemikian penting.

C.1.3. Sunk Cost

Biaya tertanam adalah biaya yang selama ini telah terjadi atau menjadi komitmen dimasa lalu sehingga tidak relevan untuk pembuatan keputusan karena pembuat keputusan tidak lagi memiliki kebijakan terhadap biaya tersebut.  Sebagai contoh, jika suatu perusahaan membeli mesin baru tanpa garansi dan ternyata rusak dikemudian hari, harga belinya menjadi tidak relevan untuk keputusan sekarang untuk mengganti mesin atau memperbaiki mesin. Hanya bisa masa depan yang relevan dan harga beli dari mesin yang diperoleh tidak mempunyai dampak apapun terhadap biaya masa depan.


C.2. Atribut-atribut dalam Informasi Biaya untuk Pembuatan Keputusan

C.2.1. Akurasi

Pengambilan keputusan yang berkepentingan tidak menggunakan informasia kuntansi tanpa mempertimbangkan potensi ketidakakuratannya. Data yang tidak akurat dengan menyesatkan, menghasilkan kesalahan-kesalahan yang berpotensi menimbulkan biaya. Cara utama untuk memastikan bahwa data untuk pembuatan keputusan adalah akurat yaitu dengan mendesain dan mengawasi sistem yangefektif bagi pengendalian akuntansi internal. Sistem pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur yang membatasi dan menjadi pedoman bagi aktivitas-aktivitas dalam pemrosesan data keuangan dengan tujuan mencegah atau mendeteksi kesalahan dan tindakan curang.

C.2.2. Ketepatan Waktu

Informasi manajemen biaya yang tersedia bagi pengambil keputusan harus tepat waktu untuk membantu mengambil keputusan yang efektif. Biaya penundaan biasa sangat besar dalam banyak keputusan seperti dalam memnuhi pesanan mendesak yang dapat hilang jika informasi yang diperlukan tidak tepat waktu. Biaya menemukan cacat kualitas sedini mungkin pada proses produksi dapat menjadi jauh lebih kecil dari pada biaya bahan baku dan tenaga kerja yang harus terbuang percuma sampai cacat tersebut dapat ditemukan kemudian dalam produksi.

C.2.3. Informasi Biaya dan Nilai

Informasi manajemen biaya memilki biaya tertentu dan penekan pada nilai, sedangkan akuntan manajemen adalah seorang ahli dalam informasi tersebut samahalnya seperti professional keuangan lainnya, di antarannya penasihat pajak,perencana keuangan dan konsultan. Akuntan manajemen menyediakan jasa informasi yang memiliki keduanya, yaitu biaya penyusunan dan nilai bagi penggunanya. Biaya penyusunan informasi manajemen biaya seharusnya dapatdikendalikan seperti biaya jasa lainnya dalam perusahaan. Biaya penyusunan ini sangat mungkin dipengaruhi oleh akurasi yang diinginkan, ketepatan waktu dan tingkat agregasi; ketika peningkatan akurasi, ketepatan waktu dan rincian diinginkan, biaya penyusunannya menjadi lebih tinggi.

D.                Konsep Biaya Untuk Pengendalian Manajemen dan Operasional

D.1. Kemampuan untuk Melakukan Pengendalian

Suatu biaya dikatakan dapat dikontrol jika manajer atau karyawan memilikikeleluasaan dalam menentukan terjadinya biaya tersebut atau dapat memengaruhi jumlah secara signifikan dalam periode waktu tertentu, yang biasanya pendek. Sebagai contoh penyedia toko biasanya tidak dapat mengendalikan beban sewa dan asuransi atau fasilitas pabrik, demikian juga manajer divisi biasanya tidak mempunyai keleluasaan dalam menentukan biaya administrasi pada tingkat perusahaan. Sebaliknya karyawan biasanya memiliki pengendalian atas jumlah tenaga kerja dan bahan baku yang digunakan pada areal kerjanya. Biaya-biaya seperti periklanan dan pemeliharaan biasanya berada dibawah pengendalian manajer produksi atau divisi.

D.2. Dampak Preferensi Risiko terhadap Motivasi dan Pembuatan Keputusan

Preferensi risiko manajer adalah penting dalam pengendalian manajemen dan operasional karena preferensi tersebut akan mempunyai dampak yang tidakdiharapkan dan tidak diinginkan pada perilaku manajer. Asumsikan bahwa manajer harus membuat keputusan dimana setiap pilihan akan memiliki hasil yang berbeda dan beberapa hasil tersebut lebih pasti terjadi dari pada lainnya. Preferensi risiko menggambarkan cara setiap individu melihat pilihan keputusan secara berbeda karena mereka memberikan bobot yang berbeda terhadap hasil yang pasti dengan tidak pasti. Risiko yang dihubungkan dengan hasil yang tidak pasti mungkin tidak diinginkan oleh pengambilan keputusan tanpa memperdulikan nilai dari hasil itu sendiri adalah perlu untuk memisahkan nilai dari hasil dengan bobot positif atau negatif yang dihubungkan dengan risiko ketidakpastian.

Referensi :
¡  Blocher.”Manajemen Biaya, penekanan strategis, . penerbit Salemba Empat,2011.”
¡  Hansen & Mowen. ”Manajemen Biaya. . penerbit Salemba Empat,2000.”