Senin, 18 Januari 2021

Contoh Prosedur Penentuan Diet Pasien

 


1. Ahli gizi menerima permintaan diet pasien dari perawatan, dan dibuatkan kartu perubahan diet / pasien baru oleh perawat

2. Ahli gizi mencatat permintaan diet kedalam Form Pemesanan Makanan, yang meliputi nama pasien, kamar, kelas dan jenis diet.

3. Ahli gizi mengkonversikan jumlah pasien yang makan menjadi jumlah dan jenis makanan yang akan dimasak dalam jadwa produksi kepada bagian produksi makanan sesuai dengan siklus menu harian dan menu pilihan

4. Ahli gizi menyerahkan jadwal produksi kepada bagian produksi

5. Petugas produksi mengkonversi jumlah masing – masing masakan kedalam satuan bahan makanan.

6. Petugas produksi melakukan persiapan dan pengolahan bahan makanan menjadi makanan melalui proses pemasakan.

7. Petugas produksi menyerahkan makanan kepada ahli gizi

8. Koordinator produksi dan ahli gizi melakukan uji citarasa makanan.

9.  Makanan diporsikan kedalam masing – masing alat makan pasien

Rabu, 06 Januari 2021

Contoh Prosedur Pengelolaan Aktiva Tetap

 1. Secara periodik bagian keuangan akan memberikan voucher pengeluaran bank atas pembayaran pembelian aktiva tetap kepada bagian akuntansi, disamping itu secara periodik juga bagian logistik akan membuat laporan penerimaan aktiva tetap setiap bulannya dan akan diberikan ke bagian    akuntansi.

2.   Berdasarkan voucher pengeluaran bank dan laporan penerimaan barang tersebut bagian akuntansi akan melakukan input jurnal aktiva tetap pada sistem dan melakukan update data aktiva tetap pada laporan aktiva tetap.

3.    Setelah melakukan update laporan aktiva tetap maka bagian akuntansi akan melakukan perhitungan besarnya penyusutan aktiva tetap setiap bulannya, yang kemudian akan diinput ke sistem dengan jurnal penyusutan dan akumulasi penyusutan atas aktiva tetap tersebut.

4.   Setelah input jurnal penyusutan dan akumulasi penyusutannya maka dilakukan proses posting pada sistem untuk mendapatkan saldo masing-masing aktiva tetap dan saldo masing-masing penyusutan dan akumulasi penyusutannya.

Kamis, 31 Desember 2020

Contoh Prosedur Mengajukan cuti dokter

 

1. Dokter mengisi formulir cuti yang tersedia di Poliklinik, dengan isi sebagai berikut :

        a. Tanggal Pengajuan

        b. Nama Dokter

        c. Bidang Spesialisasi

        d. Tanggal Cuti

        e. Alasan Pengambilan Cuti

        f. Dokter Pengganti

       g. Tanda Tangan Dokter yang Cuti dan tanda tangan dokter pengganti

2. Dokter menyerahkan formulir yang sudah diisi lengkap ke perawat yang selanjutnya diserahkan ke bagian pendaftaran.

3. Bagian Pendaftaran melaporkan kepada Manajer Medik untuk mendapatkan persetujuan.

4.     Bagian Pendaftaran menginformasikan tentang jadwal cuti dokter di Morning Report.

Sabtu, 26 Desember 2020

Jalan-Jalan Leuweung Geledegan dan Curug Nangka di Bogor

 







Menentukan Bisnis Inti ( Core Business)

Tipe-tipe Core Bisnis 

a.Efek Jaringan 

Perusahaan dengan pelanggan terbanyak adalah perusahaan yang dianggap paling berharga. Network atau jaringan dianggap sebagai sebuah efek yang sangat kuat. Sebagai contoh, LinkedIn, Facebook dan Google untuk para pengiklan.  Hukum Metcalfe menyatakan bahwa nilai dari sebuah jaringan telekomunikasi dianggap proporsional dengan jumlah kuadrat dari jumlah pengguna yang terkoneksi dalam sebuah sistem. 

b.Customer Service 

Core ini menenpatkan proses dan budaya untuk bisa menyempurnakan pelayanan pada pelanggan. Oleh karena itu, core tipe ini memungkinkan kita mempertahankan pelanggan lebih dari para pesaing, serta mengurang pengeluaran. Core tipe ini juga memungkinkan kita untuk menarik pelanggan dengan cara leibh efisien.  Pelanggan  Anda  yang  merasa  puas  dengan  pengalaman  mereka  akan memberikan informasi positif dari mulut ke mulut. Core tipe ini membutuhkan komitmen yang kuat dari segenap anggota organisasi (perusahaan) serta fokus yang sangat tinggi untuk bisa mendapatkan tingkat kepuasan pelanggan yang optimal. Salah satu hal yang ‘unik’ dari core tipe ini adalah betapa core ini terkadang menciptakan sebuah standar pengukuran yang luar biasa dan sulit untuk bisa diikuti oleh pesaing kita. 

Meski dianggap memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, core tipe ini dipandang sebagai sebuah core yang jika bisa terlaksana akan membawa dampak yang sangat baik bagi perusahaan. Core ini akan menjadi alat yang efektif bagi perusahaan untuk berkembang. 

c.Harga Terendah 

Seperti terlihat dari penyebutannya, core tipe ini mengkonsentrasikan segenap sumber daya di perusahaan untuk menciptakan harga terendah (dibanding dengan kompetitor). Core ini terutama berkaitan dengan mengembangkan skill dari semua pendukung perusahaan, hubungan dengan semua pihak, semua proses yang ada diperusahaan, jumlah produksi dan bahan baku, biaya overhead, serta budaya dari perusahaan untuk bisa dan mampu berkompetisi dan menjadi pemain jangka panjang dalam kaitannya dengan harga yang rendah. Artinya, pemikiran dalam core ini bukan hanya pemikiran sesaat seperti memberikan program discount, atau memberikan potongan khusus pada kondisi tertentu (discount pelanggan dsb), akan tetapi lebih pada bagaimana perusahaan dapat bersaing dan bertahan hidup (serta mendapatkan keuntungan) tanpa mempengaruhi posisi mereka sebagai sebuah produk yang telah terkenal memiliki harga terendah dibanding pesaing sejenis. 

d.Pengalaman Pengguna 

Strategi yang digunakan pada core tipe ini adalah bagaimana sebuah perusahaan atau sebuah bisnis dapat mempertahankan citra mereka sebagai sebuah produk yang selaku berusaha meningkatkan pengalaman penggunanya dan menempatkan hal ini sebagai perhatian utama. 

Contoh yang paling simple untuk core tipe ini adalah Apple. Kita bisa simak bagaimana Apple terus berusaha meningkatkan layanan mereka yang semakin lama semakin memanjakan pengguna mereka. Akibatnya sederhana, semakin pelanggan dimanjakan, semakin setia mereka pada Apple, dan tanpa sadar, dengan sukarela mereka menjadi ‘marketing yang handal’ dari Apple, dan gratis, serta, hal yang jarang dimiliki oleh semua marketer (bahkan marketer terhebat sekalipun), ketulusan. 

Ketulusan  membicarakan  Apple,  serta  tanpa  disadari  ikut  merekomendasikan pemakaian Apple adalah ‘kemenangan’ dari core tipe ini yang diadaptasi dengan sangat baik oleh Apple. 


B. Menentukan Core Bisnis Kita 

Apa yang harus dilakukan untuk bisa menentukan core bisnis kita. Berbeda dengan menentukan  market  segment,  menentukan  core  bisnis  tidak  terlalu  membutuhkan penelitian, akan tetapi lebih pada bagaimana kita bisa melihat kedalam diri sendiri. Dalam menentukan core bisnis, maka Anda harus mampu melakukan instrospeksi kedalam bisnis Anda sendiri, untuk kemudian digabungkan dengan data-data yang didapat  dari  luar,  serta  kemudian  dianalisis  dengan  seobyektif  mungkin.  Proses penentuan sebuah core dari sebuah bisnis akan terasa sangat luas dan terlalu umum di awal. Meski demikian, pada akhirnya, seharusnya Anda akan mampu mendefinisikan core bisnis Anda dengan lebih konkrit dan spesifik. Untuk memastikan bahwa hasil dari penentuan ini obyektif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu: apa yang diinginkan oleh customer (tergambar dari hasil market research), aset apa saja yang sudah dimiliki, apa yang Anda benar-benar ingin untuk lakukan (dengan bisnis ini), apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan selain perusahaan Anda, dan apa yang menjadi tujuan personal serta tujuan finansial Anda sebagai seorang pemiliki bisnis? 

Lebih  jauh  lagi,  penentuan  core  ini  harus  bisa  dilaksanakan  secara  efisien. Pelaksanaan penentuan core bisnis haruslah disegerakan serta hasilnya harus bisa sangat spesifik. Hal terpenting yang harus selalu diingat adalah bahwa dalam sebuah proses bisnis, kita tidak bisa mengubah core bisnis kita. Core bisnis harus selalu tetap selama bisnis itu berjalan. Saat Anda memutuskan (karena banyak faktor yang menurut Anda mendukung) untuk mengubah core bisnis Anda, maka saat itu bisnis yang Anda jalankan telah berubah. Perubahan ini bisa membawa efek sangat buruk bagi bisnis.

C. Core vs Posisi Kompetitif

Benefits  yang  sudah  bisa  diciptakan  untuk  para  pelanggan  kita  kemudian diterjemahkan menjadi value (nilai tambah) yang akan menarik pelanggan. Atas  dasar  apa  benefits  itu  diterjemahkan?  Tentu  berdasarkan  keinginan  dari customer. Kesuksesan sebuah bisnis menterjemahkan benefits menjadi sebuah nilai tambah akan berpengaruh pada posisi kompetitif. 

Dengan sebuah proses penterjemahan yang benar, maka akan tercipta POSISI KOMPETITIF yang lebih baik. 

Untuk memperjelas apa Perbedaan Core dan Posisi Kompetitif: 

Core adalah sebuah cara tentang bagaimana kita membangun sebuah kapasitas atau kemampuan dari bisnis kita untuk membedakan kita dari kompetitor kita. Hal terpenting adalah bagaimana core ini tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Core adalah cara terbaik untuk memastikan betapa kita (bisnis kita) berbeda dengan kompetitor lain sehingga kita bisa fokus pada apapun sumber daya yang kita miliki untuk bisa menghasilkan nilai tambah yang optimal bisnis kita.  POSISI KOMPETITIF adalah sebuah posisi yang dihasilkan dari pengembangan benefits  yang  tercipta  dari  keberadaan  sebuah  core  bisnis  yang  telah  ditetapkan sebelumnya. 

D.Kesimpulan 

Dalam bisnis, menentukan Core dari bisnis adalah langkah yang sangat penting untuk menentukan langkah berikutnya. Ada beberapa jenis tipe core bisnis seperti Efek Jaringan, Customer Service, Harga Terendah dan Pengalaman Pengguna. Kita bisa menentukan tipe mana yang paling cocok dan paling mungkin untuk kita aplikasikan pada bisnis kita. Ada perbedaan  besar  antara Core dan  Posisi Kompetitif. Pada intinya,  Posisi kompetitif adalah sebuah posisi yang berhasil didapatkan dari penentuan Core. Setelah menentukan Core, maka sebuah bisnis dapat menentukan benefits seperti apa yang akan diberikan pada pelanggan. Benefits itu yang kemudian diterjemahkan menjadi value (nilai tambah) yang akan berpengaruh pada Posisi Kompetitif dari bisnis tersebut. 


Contoh Prosedur Pendaftaran Pasien BPJS

 1. Verifikasi data pasien (nama pasien, tanggal, bulan dan tahun lahir pasien serta alamat pasien yang terdapat pada sistem kepada pasien dan atau keluarga).

2. Pinjam identitas pasien dan keluarga/ penanggung jawab pasien untuk difotokopi sebagai dokumentasi arsip Rumah Sakit.

3. Cek keaktifan kartu peserta dengan membuat Surat Eligibilitas Peserta. Jika kartu pasien masih dalam masa tunggu 45 hari karena denda, pasien akan dibuatkan surat pengantar laporan pasien masuk yang dimana tertulis.

a. Nama pasien,

b. Diagnosa pasien

c. tgl masuk,

d. nama dokter yang merawat.

4. Informasikan bahwa surat tersebut dibawa ke pihak kantor BPJS agar pasien dapat melakukan administrasi pembayaran denda dan jika tidak mengurus dalam waktu 3x24 maka akan dianggap sebagai pasien umum/ pribadi.

5. Copy Surat Pengantar Rawat pasien, 2 rangkap. Fotocopy ktp dan kartu BPJS

6. Periksa ketentuan terkait plafon jaminan yang didapatkan oleh pasien pada kartu BPJS.

7. Jelaskan kepada pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien terkait ketentuan harga kamar perawatan yang dijamin oleh pihak asuransi berdasarkan informasi yang di dapat baik yang terdapat dari kartu asuransi yang bersangkutan.

8. Tanyakan kepada pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien terkait kamar perawatan yang akan dipilih pasien (sesuai dengan ketentuan/ plafon yang dijamin atau memilih kamar perawatan yang tersedia).

9. Periksa ketersediaan kamar perawatan  (kelas yang dipilih pasien dan atau keluarga / penanggung jawab pasien) melalui.

 “Selamat pagi/ siang/ malam saya … (sebutkan nama), dari pendaftaran rawat inap, saya mau konfirmasi terkait kamar perawatan …. (nomor kamar) untuk pasien asal masuk dari … (sebutkan asal masuk pasien) atas nama .... (nama pasien), diagnosa … (sebutkan diagnosa pasien), Dokter penanggung jawab pasien … (sebutkan nama DPJP pasien), terima kasih”

10. Informasikan kepada pasien dan atau keluarga / penanggung jawab pasien terkait ketersediaan kelas/ ruangan.

11. Masukkan data kamar perawatan yang menjadi pilihan pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien, 

12. Berikan Formulir Persetujuan Umum (General Consent) Rumah Sakit, Formulir Surat Persetujuan Penanggung Jawab biaya pasien serta Fomulir Penanggung Jawab Informasi Medis dan Pelepasan Informasi Medis kepada pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien

13. Jelaskan kepada pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien terkait informasi-informasi penting yang terdapat dalam Formulir Persetujuan Umum (General Consent) Rumah Sakit dan Formulir Surat Persetujuan Penanggung Jawab Pasien.

14. Informasikan kepada pasien dan atau keluarga untuk menuliskan pihak yang berhak menerima informasi kondisi medis pasien dan pengambilan keputusan atas tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien pada Fomulir Penanggung Jawab Informasi Medis dan Pelepasan Informasi Medis, dengan ketentuan:

a. Poin nomor 1 (satu) tentang informasi kondisi medis pasien dan pengambilan keputusan atas tindakan yang akan dilakukan terhadap pasien

b. Poin nomor 2 (dua) tentang pelepasan informasi medis ke pihak ketiga bila menggunakan sistem pembayaran asuransi atau jaminan perusahaan

15. Berikan kesempatan pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien untuk membaca dan memahami ketentuan yang terdapat dalam Formulir Persetujuan Umum (General Consent Rumah Sakit dan Formulir Surat Persetujuan Penanggung Jawab Pasien).

16. Verifikasi kepada pasien dan atau keluarga/ penanggung jawab pasien terkait pemahaman pasien terhadap ketentuan-ketentuan yang terdapat pada Formulir Persetujuan Umum (General Consent) Rumah Sakit dan Formulir Surat Persetujuan Penanggung Jawab Pasien

17. Minta pasien atau keluarga/ penanggung jawab pasien untuk menandatangani Persetujuan Umum (General Consent) Rumah Sakit dan Formulir Surat Persetujuan Penanggung Jawab Pasien sebagai bukti persetujuan atas ketentuan – ketentuan yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit.

18. Periksa kembali kelengkapan data pasien, meliputi :

a. Formulir Persetujuan Umum (General Consent)

b. Surat Persetujuan Penanggung Jawab Biaya Pasien

c. Fotokopi identitas pasien dan keluarga/ penanggung jawab pasien dan Fotokopi kartu asuransi jika pasien menggunakan asuransi

d. Formulir Data Pasien Baru (untuk pasien baru)

e. Fotocopy KTP dan Kartu BPJS

f. Surat Eligibilitas Peserta (pasien dengan sistem jaminan BPJS/ Vclaim)


19. Jelaskan kepada pasien atau keluarga, bila pasien masih dirawat lebih dari 3 (tiga) hari maka, pasien/keluarga dapat memperpanjang ke bagian pendaftaran rawat inap.

20. Telp keruang perawatan apakah pasien sudah dapat diantar atau bisa dijemput.

21. Pasangkan gelang identifikasi pada pergelangan tangan pasien (sesuai dengan kondisi pasien).

Minggu, 20 Desember 2020

Rencana tanggal 20 Desember 2020

 Ada beberapa rencana tanggal 21 Desember 2020 :

07.20 - 09.00   Mengajar GLSC 

09.20 - 11.00   Kelas Besar ME21 Entr6003 En 01

                         Masing-masing mahasiswa harus menyampaikan :

                         1) Daftar pertanyaan wawancara dengan Industri sejenis

                         2) Daftar pertanyaan wawancara dengan industri / pemasok pendukung

                         3) Daftar pertanyaan wawancara dengan industri pelanggan yang potensial

                         4) Hasil wawancara dengan bisnis industri serupa (min 5)

                         5) Hasil wawancara dengan calon konsumen / Nasabah (min 10)

                         6) Identifikasi masalah yang dihadapi dalam ide bisnis

                         7) Industri Rantai Nilai (proses bisnis ujung ke ujung)

                         8) Identifikasi CSF / Faktor Keberhasilan

                         9) Identifikasi faktor penghambat


13.20 - 15.00  VC entr6003 En01 (Penjurian untuk festival ide)