Kamis, 01 Juni 2017

Mendulang Peluang Bisnis Minimarket

Bedagang tampaknya merupakan mata pencaharian tertua di bumi ini, selain bercocok tanam. Jauh sebelum hadirnya industri yang memerlukan tenaga buruh,perdagangan telah menjadi urut nadi perekonomian dunia. Lebih-lebih dalam perdagangan retail yang sampai kini tetap menjadi primadona. Pangsa pasarnya teramat jelas dan dari waktu ke waktu senantiasa menunjukan kegairahan seiring pertumbuhan penduduk dan pola budaya yang mengikutinya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai modal awal dalam melihat prospek bisnis retail, khususnya bisnis minimarket.

Orang (Selalu) Membutuhkan Minimarket
Memang, hal pertama yang mesti dilakukan sebelum membuka suatu usaha adalah memikirkan prospek usaha itu sendiri. Berpikir praktis-ekonomi memang diperlukan. Disini kejelian kita dalam menangkap peluang, sekaligus memprediksikelangsungan suatu bidang bisnis mutlak dibutuhkan. Begitu pula dengan bisnis minimarket. Bagaimana tren bisnis minimarket di tanah air saat ini? Bagaimana pula prospek bisnis tersebut pada masa datang?
Ada kalanya kita tertarik terhadap suatu lahan bisnis baru karena sekedar ikut tren. Kadang-kadang kita hanya memikirkan keuntungan sesaat, tanpa memperkirakan kelanggengan bisnis tersebut untuk beberapa waktu kedepan. Tidaklah mengherankan jika sering terjadi suatu bisnis yang begitu menjajikan di awal, ternyata harus kolaps di tengah jalan. Tentu saja hal ini tidaklah kita inginkan, bukan? Ya, kembali ke soal prospek: kita akan hanya memulai suatu bisnis yang benar-benar menguntungkan, dapat kita tangani secara maksimal, dan harus mampu bertahan lama

Selama orang memerlukan pemenuhan akan kebutuhan pokok sehari-hari, selama itu pula minimarket akan tetap eksis. Secara garis besar, itulah benang merang yang menjadi tolak ukur prospek bisnis minimarket. Dengan kata lain, bisnis minimarket tak akan lekang oleh zaman atau bersifat timeless. Bagaimana dengan pesaing? Minimarket memang tidak berdiri sendiri sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sebut saja, warung kelontong dari yang kaki lima sampai skala rumahan. Kemudian, pasar tradisional, supermarket, sampai hipermarket. Semuanya seolah berdiri sejajar dalam memperebutkan pasar yang sama. Masih adakah peluang bagi perkembangan sebuah minimarket? Kenyataan di lapangan menunjukan hal yang cukup positif. Bermunculannya minimarket, baik yang mandiri maupun yang bertipe waralaba sampai ke pelosok daerah telah menunjukan bahwa bisnis ini semakin bergairah dan senantiasa dibutuhkan masyarakat. Artinya, keberadaannya telah sejajar dengan bisnis retail lainnya.

Fakta lain, saat ini perdagangan retail telah banyak bergeser: dari tradisional ke modern. Memang dalam kenyataanya, retail tradisional, seperti pasar tradisional atau warung klontong konvensional masih tetap daiakrabi dan sepenuhnya belum tergantikan. Namun, kita tidak dapat memungkiri lambat laun pasar retail modern terus berekspansi seiring budaya berbelanja masyarakat yang kian bergeser. Minimarket sebagai salah satu bentuk perdagangan retail modern telah mendapat imbas positif. Kita memaklumi dengan tren budaya masyarakat saat ini. Masyarakat cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman, aman, bersih, lengkap, mudah terjangkau, selain murah tentu saja. Kecenderungan tersebut tampaknya dapat di jawab dengan kehadiran minimarket; sebuah bisnis retail yang dapat dikelola secara sederhana, sekaligus dapat bersaing dengan jenis retail modern yang lebih besar, seperti supermarket.

Bisnis yang Fleksibel
Sebelum memulai suatu kegiatan, terlebih rencana bisnis, kadang kita berangan-angan tentang kesuksesan kegiatan atau bisnis yang akan kita jalani tersebut. Misalnya, setelah bisnis minimarket berjalan dan berkembang pesat, kita akan menjadi seorang bos. Kita tinggal ongkang-ongkang kaki sambil mengontrol jalannya bisnis dari rumah. Toh, segala kegiatan bisnis harian telah didelegasikan kepada anak buah yang dapat dipercaya
Ilustrasi tersebut tampaknya hanyalah sebuah mimpi seorang calon pebisnis. Pada kenyataannya, hal itu justru telah banyak dialami para pebisnis yang berinvestasi pada minimarket. Intinya, minimarket merupakan bisnis yang cukup fleksibel, luwes, terutama dari segi waktu. Anda dapat menjalankan bisnis dari mana saja, kapan saja, tidak terkungkung jam kerja. Dengan demikian, hidup Anda tak akan monoton sebagaimana kelaziman pada jenis kerja kantoran.

Keluwesan pun dapat terjadi pada segi keahlian. Rata-rata tidak perlu keahlian khusus untuk menggerakan roda bisnis minimarket. Yang diperlukan hanyalah kemauan untuk terus belajar, baik dari pengalaman orang lain, buku, maupun sumber lainnya. Fleksibilitas juga berlaku pada segi tempat usaha dan permodalan. Seandainya tidak memiliki tempat memadai, Anda dapat saja memaksimalkan tempat yang ada terlebih dahulu, tanpa harus terpaku harus membangun dari awal atau menyewa tempat untuk mulai berbisnis. Demikian pula pada segi permodalan. Anda dapat memulainya dengan kapital yang minimal sekalipun.

Keunggulan Minimarket
Dari kacamata konsumen, minimarket memiliki sejumlah nilai lebih jika dibanding dengan tempat berbelanja konvensional lain. Hali ini jelas merupakan peluang bagi pebisnis yang akan berinvestasi pada minimarket. Berikut ini beberapa sisi unggul sebuah minimarket.
Nyaman, Bersih dan Aman
Jika dibandingkan warung atau toko kelontong kpnvensional, minimarket jelas memiliki tingkat kenyamanan yang jauh lebih tinggi. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi konsumen. Konsumen tinggal memilih barang yang diinginkan, memasukannya ke keranjang, lalu membayarkannya di kasir. Konsumen tidak sampai harus berpeluh kepanasan dan berkotor-kotor seperti di pasar tradisional karena ruang minimarket jauh lebih bersih dan biasanya sudah menggunakan alat pendingin ruangan. Selain itu, tingkat keamanan pun tampaknya lebih terjamin. Risiko kehilangan barang atau uang dapat diminimalisasi.

Harga Bersaing                                                                                                                                       Soal tawar-menawar harga memang lazim dalam proses jual -beli terutama jika kita berbelanja di tempat retail konvensional. Namun, kegiatan ini bagi beberapa kalangan dianggap cukup merepotkan. Belum lagi rasa ketekutan akan produk yang kita beli kemahalan karena kekurangtahuan atau kekurangmahiran kita dalam menawar. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi jika berbelanja di sebuah minimarket. Label harga sudah tercantum jelas di setiap produk yang diincar sehingga konsumen tidak perlu repot-repot memikirkan ihwal kegiatan tawar-menawar. Toh, harga yang terpatok tersebut dijamin tidak akan melenceng dari harga standar yang berlaku di suatu wilayah. Bahkan , beberapa minimarket berani menyebut harga produk yang dijualnya akan semurah harga di pasar tradisional. Selain itu, konsumenpun dapat membandingkan terlebih dahulu harga di antara produk sejenis, sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut, tanpa segan digerecoki pedagang.

Lengkap                                                                                                                                                     Meskipun tidak sebesar supermarket, minimarket menjanjikan kelengkapan terhadap barang yang diperlukan konsumen. Hal ini jelas lebih menguntungkan bagi konsumen yang “malas” untuk berkeliling mencari tempat belanja. Mereka cukup berbelanja di sebuah minimarket untuk memenuhi segala kebutuhanhariannya.

Mudah Terjangkau                                                                                                                                   Keberadaan minimarket memang diset untuk senantiasa dekat dengan konsumen tingkat pertama, yaitu anggota keluarga disekitar lokasi usaha. Konsumen rata-rata tidak perlu menggunakan saran transportasi berlebih untuk dapat menjangkau lokasi minimarket. Dengan kata lain, dengan berjalan kaki pun, konsumen dapat segera menjangkau sebuah minimarket.

Pangsa Pasar Minimarket
Anda tentu sering melihat aktivitas minimarket di sekitar lingkungan Anda, baik yang bertipe mandiri maupun waralaba. Pasar yang dibidaik telah begitu jelas, yaitu seluruh anggota keluarga di lingkungan sekitar lokasi minimarket. Hal ini telah dibuktikan di lapangan. Menurut beberapa pebisnis minimarket, sekitar 80% pengunjung adalah masyarakat terdekat dengan lokasi usaha dalam radius kurang dari satu kilometer. Lalu sisanya?

Jika lokasi minimarket sangat strategis, bukan mustahil pengunjung tidak hanya dibatasi oleh konsumen dari radius tersebut. Sebuah minimarket yang berlokasi di dekat terminal, stasiun pengisian bahan bakar, atau rumah sakit, misalnya, jelas dapat menjangkau konsumen lebih banyak. Para pejalan kaki yang bukan penduduk sekitar, dapat pula dijadikan target pasar sebuah minimarket. Untuk itu, lokasi minimarket sebaiknya dekat dengan keramaian atau di pinggir jalan utama. Pangsa pasar minimarket juga berkaiytan erat dengan tren budaya, kebiasaan, dan pola hidup masyarakat di sekitar lokasi minimarket.

Meningkatkan pasangan suami-istri bekerja atau lazim disebut double income family, telah menyebabkan budaya pemenuhan kebutuhan barang dan jasa sehari-hari menjadi serba cepat dan instan. Keluarga “sibuk” jenis ini jelas merupakan pangsa pasar minimarket. Oleh sebab itu, minimarket akan semakin dekat dengan perumahan penduduk, perkantoran, dan memungkinkan untuk buka 24 jam nonstop untuk mengantisipasi pelayanan terhadap tipe konsumen ini. Pertumbuhan kota-kota satelit pun telah memengaruhi budaya belanja masyarakat. Keberadaan minimarket yang berdekatan dengan penduduk wilayah ini jelas menjadi daya tarik. Mereka tidak perlu berbelanja ke pusat kota yang memerlukan ongkos transportasi tinggi. Hal ini menjadi pangsa pasar tersendiri bagi sebuah minimarket.                                                                                                                                       

Sumber  : Buku Rupiah Meriah Dari Bisnis Minimarket


Pertimbangan Rencana Bisnis

Rencana bisnis (business plan) yang ditulis dengan baik akan menjadi jalan pembuka menuju laba. Rencana bisnis juga menjadi dokumen yang berguna bagi pemberi pinjaman atau investor, jika Anda memerlukan dana dari mereka. Bab ini bertujuan memberikan informasi latar belakang dan panduan yang perlu dipertimbangkan sebelum menulis rencana bisnis.
Mengapa perlu rencana bisnis? Jika Anda memerlukan akses untuk menambah modal, apa yang ingin diketahui pemberi pinjaman atau investor? Kata kunci apa yang dapat digunakan agar rencana bisnis lebih efektif? Bagaimana cara mengembangkan Strategi Eksit (exit strategy) Dari mana munculnya angka dalam rencana keuangan? Berikut ini pertanyaan yang akan dijawab pada halaman-halaman selanjutnya.
  • Mengapa Rencana Bisnis Dibutuhkan?
  • Apa yang Dicari Pemberi Pinjaman dan/atau Investor
  • Kunci Penulisan yang Efektif
  • mengembangkan Strategi Eksit
  • Membuat Asumsi Keuangan
  • Langkah-langkah menuju E-Tailing
Mengapa Rencana Bisnis Dibutuhkan? Setiap bisnis akan diuntungkan, bila rencana bisnisnya ditulis dengan cermat. Ada tiga tujuan utama menulis rencana bisnis.
  1. Sebagai panduan. Alasan utama menulis rencana bisnis yaitu mengembangkan suatu panduan yang dapat diikuti sepanjang usia bisnis. Rencana bisnis adalah cetak biru bisnis dan akan diperlengkapi dengan alat untuk menganalisa dan menerapkan perubahan-perubahan agar usaha Anda lebih menguntungkan. Rencana bisnis akan memberi informasi yang lebih rinci atas seluruh aspek operasi perusahaan di masa lalu dan masa sekarang, maupun proyeksi beberapa tahun ke depan. Tentu saja, bisnis baru belum memiliki sejarah, informasi yang ada dalam rencana mereka hanya berdasarkan proyeksi. Rencana yang diberikan ke pemberi pinjaman harus dijilid, sedangkan untuk arsip sebaiknya menggunakan loose-leaf binder. Ini akan mempermudah bila perlu menambah dataterbaru, seperti daftar harga, laporan keuangan, informasi pemasaran, dan lainnya.
  2. Sebagai dokumentasi pendanaan. Bila mencari dana, rencana bisnis akan merinci bagaimana dana itu dapat memajukan tujuan perusahaan dan meningkatkan laba. Pemberi pinjaman ingin mengetahui cara Anda mengatur arus kas (cash flow) dan membayar pinjaman (dan bunganya) tepat waktu. Sedangkan investor ingin mengetahui apakah investasinya dapat meningkatkan kekayaan bersih (net worth) serta memperoleh laba atas investasi (return on investment, ROI) yang mereka harapkan. Anda harus merinci bagaimana uang itu akan digunakan, dan tunjanglah angka-angka itu dengan informasi yang solid, seperti estimasi, norma industri, daftar harga, dan lainnya. Proyeksinya harus beralasan, karena pemberi pinjaman dan investor sangat mungkin memiliki akses atas angka-angka statistik industri.
  3. Bekerja di pasar luar negri. Bila berbisnis secara internasional, rencana bisnis menjadi alat standar untuk mengevaluasi potensi bisnis Anda di pasar luar negri. Saat ini, tidak ada bisnis yang boleh mengabaikan potensi perdagangan internasional, karena pesatnya perubahan teknologi, komunikasi dan transportasi. Rencana bisnis dapat menunjukkan cara agar bisnis Anda dapat bersaing di era ekonomi global saat ini.
Sebelum menyusun rencana bisnis, ingetlah bahwa salah satu alasan utama gagalnya suatu usaha adalah lemahnya perencanaan. Sering dikatakan bahwa: Kegagalan merencanakan Bisnis, berarti merencanakan untuk gagal. Tulislah rencana bisnis dengan jelas dan ringkas. Sukses bisnis Anda beergantung padanya!


Sumber  : Buku Anatomy of a Business Plan

Sampul Dan Daftar Isi

Lembar sampul rencana bisnis adalah seperti sampul buku. Sampul inilah yang akan memberi kesan pertama. Sehingga sampul harus rapi, menarik, dan berisi informasi yang dapat menarik perhatian pembaca. Daftar insi juga merupakan unsur penting dari setiap rencana bisnis yang baik. Ia memungkinkan pembaca dapat segera menemukan informasiyang mereka inginkan. Beberapa halaman ini akan membahas:
  • Apa yang Dimasukan dalam Lembar Sampul
  • Contoh Lembaran Sampul
  • Daftar isi
Lembar Sampul
Halaman pertama rencana bisnis akan menjadi sampul. Ia merupakan lembar judul dan harus berisi informasi berikut ini :
  • Nama perusahaan
  • Alamat perusahaan
  • Nomor telepon perusahaan (termasuk kode area)
  • Alamat situs web (jika ada)
  • Logo (jika ada)
  • Nama, gelar, alamat dan nomor telepon para pemilik atau direksi
  • Bulan dan tahun rencana bisnis tersebut dikeluarkan
  • Jumlah salinan (eksemplar)
  • Nama pembuat
Nama, alamat, nomor telepon, dan alamat situs Web harus tampil pada 1/3 halaman paling atas. Bila memiliki logo, itu akan meningkatkan mutu halaman, apalagi bila di cetak berwarna. Informasi mengenal pemilik atau direksi ditampilkan di tengah halaman. Bagaimana ketiga halaman sampul berisi informasi yang tersisa. Bulan dan tahun rencana itu menunjukan rencana bisnis ini up-to-date. Misalnya, bila rencana bisnis dibuat lima bulan lalu, maka calon pemberi pinjaman atau investor mungkin akan meminta informasi tertentu diperbarui. Umumnya, para pemberi pinjaman dan investor lebih menyukai rencana yang dibuat oleh satu atau lebih pemilik ataupun direksi perusahaan. Penomoran salinan berguna untuk melacak keberadaannya.

Catatan informasi berikut ini: jumlah salinan, nama orang yang meninjau salinan itu serta nomor teleponnya, dan juga tanggal diberikan, sehingga Anda dapat mengikuti proses peninjauan dan dapat menelon sebagai tindak lanjut bila dianggap perlu. Contoh lembar Sampul. Seperti dapat dilihat, satu halaman ini berisi informasi, yaitu nama alamat dan nomor telepon usaha. Dengan memasukan pemilik tunggal, mitra, atau direksi, calon pemberi pinjaman atau investor akan mengetahui jenis badan hukum dan cara menghubungi orang kecil bila perlu informasi tambahan. Ingatlah bahwa pemberi pinjaman dan investor menilai banyak rencana bisnis, padahal waktu mereka terbatas. Akan menguntungkan bila Anda membantu mereka, dengan membuat rencana yang cermat.


Sumber  : Buku Anatomy of a Business Plan

Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif merupakan laporan tesis, yamg menyimpulkan siap Anda, apa yang dilakukan perusahaan Anda, kemana perusahaan Anda menuju dan lasannya, dan bagaimana akan sampai ke sana. Jika mencari dana, ringkasan eksekutif akan menyatakan kegunaan dana tersebut dan membenarkan kelayakan finansialnya. Meskipun ringkasab eksekutif terdapat di awal rencana, namun paling efektif bila ditulis setelah bagian-bagian lain telah lengkap. Pada saat itu konsep Anda telah berkembang dengan baik dan semua informasi serta data finansial yang dibutuhkan telah tersedia.
Gunakan pendekatan kata kunci yang disebutkan di awal buku ini. Anda dapat menyimpulkan esensi rencana bisnis dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Siap?
  • Apa?
  • Dimana?
  • Kapan?
  • Mengapa?
  • Bagaimana?
Ringkasan Eksekutif
Ringkasan eksekutif merupakan ringkasan isi dan tujuan rencana bisnis yang telah selesai. Ia merupakan pernyataan singkat mengenai bisnis Anda. Jika untuk internal, dan bukan untuk mencari dana. Pernyataan ini akan memberikan ikhtisar bisnis. Ringkasan eksekutif adalah gambaran mengenai tujuan perusahaan dan pernyataan tentang cara perusahaan memenuhi proyeksinya.
Jika untuk mencari dana. Ringkasan eksekutif menentukan kebutuhan dana dan membenarkan kelayakan finansialnya. Hanya dengan membaca ringkasan eksekutif, calon pemberi pinjaman atau investor akan segera melihat nama, usia, badan hukum, lokasi, sifat, dan keunikan bisnis Anda. Ringkasan eksekutif juga akan berisi gambaran singkat kinerja bisnis dan tujuannya serta rencana untuk mencapai tujuan itu. Informasi tentang tim manajemen adalah keharusan, jika Anda mencari modal ventura. Pada akhirnya, ringkasan eksekutif akan memasukan jumlah dan tujuan pinjaman atau inventaris, waktu yang dibutuhkan, kelayakan pendanaan dan pernyataan pembayaran (untuk pemberi pinjaman) atau pernyataan potensi laba atas investasi (untuk pemodal ventura).
  • Untuk pemberi pinjaman. Pusatkan pernyataan pada pengembalian dana pinjaman, karena mereka akan melihat kemampu Anda membayar bunga dan pinjaman pokok. Mereka juga ingin mengetahui kapan dana itu dibutuhkan dan apa gunanya.
  • Untuk Penyandang dana. Investor penyandang dana, secara kelakar disebut sebagai “Bank Ayah Bunda” Mereka umumnya orang kaya yang terlibat secara pribadi dalam perusahaan yang baru berdiri, meminjamkan keahlian, pengalaman dan uang. Anda mungkin akan memperoleh pinjaman walau rencananya kurang sempurna.
  • Untuk pemodal ventura. Anda perlu menunjukan cara memenuhi tujuan mereka untuk tumbuh dan menghasilkan laba. Ingatlah bahwa investor akan menjadi mitra Anda. Setelah mendanai, mereka sangat ingin masuk dalam jajaran direktur dan membantu sebagai penasihat. Secara bertahap, investor mencari tingkat keuntungan tahunan 45% hingga 60% dalam tiga hingga lima tahun.
Ringkasan eksekutif harus dapat menarik perhatian pembacanya dan menyadarkan mereka akan keunikan bisnis dan kualifikasi tim manajemen Anda. Jangan melebih-lebihkan potensi Anda. Cukup masukan proyeksi yang dapat didukung fakta. Salah satu kesalahan utama penulisan rencana bisnis adalah melebih-lebihkan proyeksi pangsa pasar dan pendapatan potensial.
Gunakan pendekatan kata kunci yang disebutkan di awal buku ini. Hendaklah singkat dan jelas. Jika untuk internal, isi ringkasan eksekutif umumnya hanya satu halaman. Namun bila hendak mencari dana, umumnya dua atau tiga halaman. Saat menulis rencana bisnis dan menyaring ide, Anda mungkin menemukan ide dan informasi baru yang ingin dimasukkan. Itulah alasannya mengapa ringkasan eksekutif paling efektif ditulis setelah membuat rencana bisnis. Karena pada saat itu seluruh informasi dan kata keuangan telah tersedia.


Sumber  : Buku Anatomy of a Business Plan

Rencana Organisasi dalam Business Plan



Hasil gambar untuk rencana organisasi
Bagian pertama rencana bisnis mencakup detail organisasi bisnis. Berisi informasi tentang industri secara umum, dan bisnis Anda secara umum, dan bisnis Anda secara khusus.
Gunakan kata kunci yang singkat tetapi harus mencakup seluruh unsur berikut ini. Memasukan juga area organisasi lain yang dianggap sebagai kunci bagi industri Anda.
  • Gambaran Singkat Bisnis
  • Produk atau Jasa
  • Kekayaan Intelektual
  • Lokasi
  • Badan Hukum
  • Manajemen dan karyawan
  • Akuntansi dan Hukum
  • Asuransi
  • Keamanan
Apakah Rencana Organisasi itu
Rencana organisasi merupakan bagian dari rencana bisnis yang mencakup gambaran produk dan jasa serta aturan administrasi bisnis detail tentang bagaimana bisnis Anda dipadu agar efisien dan efektif biaya. Ingatlah, saat menulis setiap bidang berikut ini, Anda perlu mengaitkan pendapatan dan pengeluaran yang berhubungan dengan keputusan yang diambil. Dengan demikian, saat membuat rencana bisnis, angka-angka keuangan siap dimasukan ke dalam laporan keuangan.
Contoh
  • Jika hendak menerima karyawan baru, proyeksikan berapa lama mereka akan bekerja dan berapa upahnya. Proyeksikan juga naiknya pendapatan yang diharapkan dengan adanya karyawan tersebut.
  • Jika memutuskan untuk berbadan hukum, tunjukkan biaya yang berkaitan (pengacara, fee, dan sebagainya)
  • Jika menyewa bangunan, pikirkan biaya yang terkait, seperti listrik, air, asuransi, perbaikan, dan sebagainya. Jika bangunan itu lebih besar, apa pengaruhnya terhadap pendapatan yang akan dihasilkam atau biaya yang akan dikeluarkan?
  • Jika hendak membuat situs Web, berapa biayanya? Seberapa sering diperbarui dan berapa biayanya? Apakah ada karyawan spesialis Web? Berapa biaya web hostingnya?

Sumber  : Buku Anatomy of a Business Plan

Ide Bisnis Restoran

Membuka usaha pastinya harus sesuai dengan keinginan dan minat kita. dengan memiliki usaha yang kita sukai maka kita akan merasa senang dan tidak capek dalam melakukannya sehingga membuat kita menjadi tidak terlalu susaha atau berat, mengapa? karena usaha kita adalah salah satu pekerjaan yang meyenangkan.
Apabila anda memilki kegemaran dan hobi dalam dunia memasak, hal tersebut bisa saja anda kemabangakan menjadi salah satu hobi yang menghasilkan beberapa penghasilan entah itu itu penghasilan kecil yang bisa membantu perekonomian anda dalam bentuk kebutuhan primer atau bahkan dengan penghasilan besar yang dapat mencungkupi segala keperluan sekunder seperti, Sepeda Motor, Mobil dan lain-lain. dan salah satu usaha yang bisa anda manfaatkan dalam hobi anda adalah membuka Usaha Rumah Makan Atau Restoran.

Keberhasilan sebuah usaha kuliner ditentukan pada perencanaan awal. Banyak orang yang terburu-buru memutuskan untuk terjun ke bisnis makanan tersebut tanpa terlebih dahulu melakukan berbagai persiapan. Bayangkanlah jika Anda langsung menyewa suatu tempat tanpa mengetahui tempat itu cocok atau tidak untuk berjualan makanan. Ternyata setelah menyewa dan membeli semua barang kebutuhan usaha, pembeli tidak ada. Kalaupun ada, itu pun sangat sedikit. Tentunya uang yang sudah Anda keluarkan akan sia-sia.
Anda perlu waktu lebih lama untuk mencari kembali jenis makanan lain yang kira-kira diminati pembeli. Jika jenis makanan yang baru tetap tidak diminati pembeli, Anda akan kembali mencari alternatif yang lain. Ada kemungkinan peristiwa ini terjadi berulang kali. Waktu Anda akan terbuang begitu saja. Jadi dengan melakukan perencanaan awal, Anda akan bekerja lebih teratur, mempunyai sistem dan waktu yang lebih singkat. Hal ini akan mengurangi risiko kerugian dari berbagai hal. Adapun persiapan awal meliputi:
  1. Menentukan lokasi.
  2. Menentukan jenis makanan yang akan dijual.
  3. Menentukan nama usaha.
  4. Mengumpulkan tester.
  5. Menyiapkan barang-barang usaha.
  6. Mencari karyawan.
Kunci utama usaha kuliner adalah lokasi usaha. Pengertian lokasi usaha adalah suatu tempat yang layak untuk melakukan kegiatan menjual dan membeli. Tempat yang layak untuk berusaha bisa di berbagai tempat. Namun ada beberapa tempat yang memiliki kelebihan, yaitu biasa disebut dengan tempat strategis. Artinya, tempat tersebut mudah dijangkau, mudah dilihat dari berbagai arah, tempat lalu-lalang orang/penduduk sekitar, bentuknya sederhana, dan memiliki tempat parkir yang luas.

Beberapa orang berpendapat bahwa asal makanan yang dijual enak, maka pelanggan akan berdatangan. Padahal meskipun rasa makanan tersebut sudah memenuhi selera,namun jika lokasi usaha sulit dijangkau, maka makanan akan sulit terjual. Oleh sebab itu, pemilihan jenis makanan yang akan dijual bisa ditentukan selanjutnya. Bandingkanlah dua warung makanan yang sama-sama enak namun yang satu terletak dipinggir jalan sedang yang lainnya terletak di gang sempit. Mana yang akan pelanggan pilih?Kemungkinan besar akan dipilihnya warung makan yang terletak dipinggir jalan. Hal ini karena lokasi tersebut mudah dijangkau.
Ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk berjualan, antara lain:
  1. Pelataran atau halaman rumah’
  2. Toko yang berada di pinggir jalan utama dekat dengan kawasan permukiman padat.
  3. Depan halaman minimarket yang ramai.
  4. Di kantin perkantoran, sekolah, atau kampus.
  5. Pasar modern.
  6. Pasar tradisional yang bersih.
  7. Di mal.
Pilih alternatif usaha setidaknya 5 tempat untuk diseleksi lagi menjadi satu atau dua tempat. Jika sudah mengetahui perkiraan tempat yang strategis, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan di lokasi-lokasi tersebut. Pengamatan bisa dimulai dengan memperkirakan kapan saja tempat-tempat tersebut ramai pengunjung, apakah pagi, siang, atau malam hari, apakah hari kerja atau hari libur, dan apakah persaingan bisnisnya ketat atau masih ada peluang untuk sukses. Kemudian amatilah jenis makanan yang banyak diminati pembeli, misalnya orang banyak berkerumun sampai rela antre hanya untuk membeli makanan martabak mini. Sedangkan penjual nasi goreng sepi pembel. Ada kemungkinan di tempat ini lebih cocok menjual makanan ringan. Jangan terlalu berani mengambil resiko menjual makanan utama karena kondisinya tidak tepat.

Penting pula diperhatikan fasilitas utilitas yang ada, seperti pengadaan air bersih, listrik dan jaringan telepon. Hal ini akan mendukung kelancaran usaha. Pikirkan juga apakah di lokasi usaha mudah memperoleh bahan baku untuk membuat stok makanan. Jika suatu saat pelanggan meningkat dan Anda kehabisan stok secara mendadak, maka Anda mudah mencari bahan baku di sekitar lokasi. Dipasaran, jenis makanan yang dijual sangat beragam, mulai dari makanan ringan sampai makanan utama. Akhirnya kita kembali berpikir jenis makanan apa yang akan dijual agar berbeda dari makanan yang sudah ada. Jika ayam goreng ala Kentucky atau martabak mini mulai menjamur, sebaiknya jangan lantas latah untuk menjual makanan sejenis. Belum tentu barang yang serupa akan sama larisnya. Pilihlah yang sesuai hati nurani.

Ada baiknya juga mulai menelusuri lebih lanjut jenis makanan yang sering kita makan atau kita gemari. Tidak perlu harus bisa memasak, yang penting adalah mengikuti kata hati. Misalnya, Anda suka makanan A, Anda sering membelinya dan Anda ingin menjualnya dengan versi Anda, maka akhirnya Anda menciptakan makanan baru yang belum ditemukan dipasaran, dan makanan ini memiliki nilai jual. Untik membantu Anda, cobalah mengingat-ingat apakah lidah Anda cocok dengan masakan tradisional, seperti soto betawi, rendang padang, dan lain-lain, atau masakan asing seperti spaghetti, sandwich, burger, dan lain-lain. Atau pernahkah keluarga memuji makanan yang pernah dimasak? Ada kemungkinan jenis makanan itulah yang cocok kita jual sebagai tahap awal.

Pilihlah nama usaha yang mewakili jenis usaha Anda. Sesuaikanlah jenis makanan yang akan dijual. Sebaiknya nama tidak terlalu panjang, mudah dibaca, unik, dan mengena. Hindari kata-kata yang memberi kesan berbelit-belit. Carilah 2 atau 3 alternatif nama. Mintalah pendapat saudara atau teman-teman. Anda perlu berhati-hati untuk tidak menggunakan nama yang sama dengan usaha makanan yang sudah ada, terutama di daerah atau di kota yang sama. Hubungilah kantor Departemen Perdagangan setempat untuk meminta keterangan lebih lanjut tentang nama atau merek dagang tempat usaha Anda.

Anda sudah menemukan jenis-jenis makanan yang akan dijual. Namun untuk meyakinkan bahwa makanan tersebut layak jual, ada baiknya Anda mengundang beberapa kerabat atau teman untuk mencicipi hasil masakan yang akan dijual. Pilihlah kerabat atau teman yang dapat memberikan masukan ide akan rasa dan penampilan setiap menu makanan. Menurut saya setidaknya ada 2 tipe tester, yakni:
  1. Tester tipe A yang hanya mampu memberi komentar “enak”.
  2. Tester tipe B yang mampu merasakan bahwa makanan tersebut kurang bumbu atau makanan sudah enak tetapi segi peampilan perlu diperbaiki.
Tipe A tidak perlu diundang. Tipe B-lah yang Anda pilih karena akan membantu menentukan rasa dan penampilan dari makanan yang akan Anda jual. Untuk menguji masakan Anda, maka Ansa bisa menyiapkan 5 jenis makanan yang akan menjadi makanan andalan di tempat usaha. Sajikan dalam porsi kecil dan tata dalam wadah yang cocok, kemudian mintalah tester Anda untuk mencoba satu per satu.


Ide Bisnis Bimbingan Belajar dan Les Privat


Hasil gambar untuk bisnis private

Usaha Les privat merupakan salah satu jenis usaha yang mulia dan bergerak dalam dunia pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan sangat mendasar setiap orang dan dibutuhkan sampai kapanpun juga. Sehingga peluang usaha les privat ini semakin hari semakin prospeknya cerah. Apalagi tahun-tahun belakangan ini, dimana sistem pendidikan nasional memfokuskan kepada aspek kemandirian siswa dalam belajar. Siswa dituntut untuk lebih kreatif dalam belajar sendiri tanpa ketergantungan pada guru.

Sebagian Besar orang beranggapan bahwa ukuran keberhasilan seorang siswa dalam pendidikan adalah dapat atau tidaknya siswa tersebut menggapai prestasi akademis secara maksimal. Prestasi akademis siswa tersebut menjadi ukuran bahwa ia telah mengenyam pendidikan dengan baik. Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam bidang akademis tersebut, banyak orangtua dan siswa mencari bimbingan belajar atau mendatangkan guru untuk mengajari anaknya secara privat. Tentu, sebuah peluang bisnis yang menjanjikan. Kondisi pendidikan disekolah pada umumnya, membuat banyak orangtua dan siswa yang merasa tidak puas. Beragam kendala dalam pembelajaran di sekolah biasanya dirasakan siswa, seperti kurang memahami materi pembelajaran yang dipaparkan guru, mendapatkan nilai buruk atau tidak maksimal pada pelajaran tertentu, bahkan merasa kurang atas fasilitas pembelajaran di sekolah. Sebagai alternatif belajar, banyak orangtua dan siswa menggantungkan harapannya pada kegiatan belajar di luar sekolah.

Seiring kondisi tersebut, muncul banyak lembaga bimbingan belajar (bimbel) dan les privat yang menawarkan solusinya. Dengan kurikulum pendidikan pemerintahan yang menuntut mata pelajaran yang semakin banyak, siswa sangat terbantu oleh keberadaan les privat dan bimbingan belajar. Begitu pula dengan orang tua, mereka rela mengeluarkan dana besar untuk mengikut sertakan anaknya les privat atau bimbingan belajar agar dapat menguasai berbagai mata pelajaran.  Les privat dan bimbingan belajar sangat menolong dan bermanfaat sangat besar bagi siswa. Dengan bimbingan belajar atau les privat, siswa mendapatkan manfaat belajar yang berbeda dan tidak ditemukan di sekolah. Metode yang dimiliki oleh lembaga bimbel dan les privat berbeda dengan metode pembelajaran umum di sekolah. Biasanya, metodenya lebih simpel dan tepat sasaran. Siswa pun dapat lebih fokus belajar karena jumlah siswa dalam satu kelas bimbel dan les privat jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah murid dalam kelas di sekolah pada umumnya.

Manfaat lainnya, bimbel dan les privat membuat siswa mendapatkan kesempatan untuk mengulang kembali pelajaran sekolah. Dengan demikian, siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami lagi materi pembelajaran. Bagi orangtua yang bekerja, peran bimbingan belajar atau les privat dapat menggantikan peran orangtua membimbing anaknya dalam mempelajari materi baru atau mengulang materi yang telah dibahas disekolah.
Bimbingan belajar dan les privat adalah bisnis yang memiliki prospek bagus. Jelas bahwa pangsa pasarnya adalah siswa yang membutuhkan bimbingan lebih dari yang didapatnya di sekolah untuk menyiapkan ujian. Les privat dan bimbingan belajar ini dibutuhkan oleh siswa dari jenjang pendidikan beragam, mulai dari jenjang SD, SMP, sampai dengan SMA. Siswa SD tingkat rendah (kelas 1) biasanya membutuhkan les baca, tulis dan berhitung (calistung). Mereka juga dituntut memiliki nilai akademis tinggi karena standar nilai rata-rata dipatok tinggi pula. Siswa yang berada di akhir setiap jenjang sekolah, umumnya ingin masuk sekolah favorit yang memiliki standar nilai tinggi. Maka, mereka akan berusaha mencari jalan dengan berbagai bimbingan belajar untuk mewujudkannya. Para siswa tersebut harus belajar lebih keras untuk dapat meraih nilai tinggi. Mereka akan mencari les privat dan bimbingan belajar untuk mendapatkan materi pelajaran dan latihan tambahan di luar sekolah.
Hal ini tidak berhenti saat siswa telah lulus dari jenjang sekolah menengah atas. Para lulusan SMA pun tetap membutuhkan bimbingan untuk mengikuti ujian memasuki perguruan tinggi favorit/negeri, baik melalui seleksi masuk secara khusus perguruan tinggi tertentu maupun mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN). Ujian masuk perguruan tinggi negri ini merupakan ujian yang sangat bergengsi dan kompetitif. Siswa di berbagai daerah akan mengambil bimbingan belajar untuk berlomba berusaha masuk ke perguruan tinggi negri.

Membuka lembaga bimbel menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Lihat saja, tak sedikit lembaga bimbel yang memulai usahanya dari bisnis rumahan, sekarang berhasil diwaralabakan di berbagai kota. Bimbel dan les privat yang tergolong pada bisnis pendidikan ini kian ramai. Menurut Nasional Tutoring Association, kini jumlah individu yang menawarkan les privat meningkat tajam. Lima tahun yang lalu berjumlah 250.000 orang, sedangkan saat ini lebih dari 1 juta. Bimbingan belajar dan les privat muncul di mana-mana. Les privat dan bimbingan belajar ini dapat menjadi lahan bisnis menguntungkan karena berbiaya rendah dan tidak membutuhkan modal besar. Bisnis bimbingan belajar dan les privat dapat dimulai dari skala kecil oleh perorangan sebagai usaha sampingan, seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, orangtua yang anaknya mengikuti home schooling, atau dapat dijadika bisnis serius secara profesional.


Sumber  : Buku Rupiah Meriah Dari Bisnis Bimbingan Belajar dan Les Privat