- Direktur Rumah Sakit menyampaikan Kebijakan dan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien melalui rapat kepada Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
- Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit menyampaikan kembali informasi tentang Kebijakan dan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien kepada seluruh staff dan unit kerja yang terkait.
- Yang bertanggung Jawab terhadap penyebar luasan informasi adalah Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien.
- Kebijakan Direktur rumah sakit yang bersifat khusus diinformasikan melalui rapat staff / rapat koordinasi, email, internal memo.
- Kebijakan Direktur rumah sakit yang bersifat umum diinformasikan melalui papan pengumuman, memorandum, banner, yang diletakkan di tempat yang mudah terlihat oleh staff rumah sakit, pasien, pengunjung dan pihak pihak terkait.
- Data yang dipublikasi adalah data yang sudah divalidasi secara internal sehingga data adalah akurat dan dapat dipercaya validitas dan reabilitasnya.
- Data yang akan di publikasi dibuat Berita Acara Publikasi data yang disetujui oleh Direktur Rumah Sakit
Bergeraklah sebebas-bebasnya dan ambillah yang paling bermanfaat seperti seekor kupu-kupu yang terbang bebas dan hinggap di bunga yang paling indah
Selasa, 04 Agustus 2020
Contoh Prosedur Publikasi Data Indikator Mutu Rumah Sakit
Contoh Prosedur dalam Melakukan Root Cause Analysis (RCA) Rumah Sakit
1. Siapkan laporan insiden yang akan di investigasi
2. Tentukan tim investigasi
3. Lakukan Investigasi insiden
4. Kumpulkan data, dengan cara:
a. Observasi : Kunjungan langsung
b. Dokumentasi : Apa yang terjadi sesuai data observasi dan inspeksi
( foto, foto copy, laporan dll)
c. Interview : Mengetahui kejadian secara langsung untuk pengecekan pada hasil observasi dan data dokumentasi
5. Petakan informasi kronologis insiden
a. Kronologis masalah: disiapkan untuk lebih memudahkan analisa
b. Timeline: rantai insiden, mencari bagian dalam proses dimana masalah terjadi
c. Tabular Timeline: sama dengan timeline, namun lebih detil, menginformasi kan good practice/SPO, identifikasi masalah
d. Time person grid: melacak gerak/kehadiran personel, sebelum dan sesudah insiden
e. Flowchart : Serangkaian kejadian secara sederhana
6. Identifikasi masalah /Care Management Problem /CMP
Prinsip dasarnya;
⦁ Semua bentuk pelayanan yang menyimpang dari standar pelayanan yang ditetapkan
⦁ Penyimpangan yang terjadi, memberikan dampak yang langsung dan tidak langsung terhadap IKP
7. Analisa informasi
a. 5 Why: Why why chart, menanyakan setiap penyebab masalah yang teridentifikasi dan untuk mengidentifikasi
b. Change analysis :
⦁ Analisa proses yang tidak bekerja sesuai dengan rencana (what & why change)
⦁ Merupakan metode sederhana yang dapat membantu membandingkan proses yang berjalan efektif atau gagal
⦁ Apa yang berubah dan dampaknya (potensial & actual)
⦁ Digunakan bila; system/tugas yang awalnya berjalan efektif, kemudian terjadi kegagalan/terdapat sesuatu yang menyebabkan perubahan situasi dan mencurigai suatu perubahan tersebut menyebabkan ketidak sesuaian tindakan atau kerusakan alat.
c. Barrier analysis
⦁ Prospectively/kemungkinan, untuk identifikasi potensial hazards (bahaya), target dan potensial solusi
⦁ Reactively, mengikuti insiden untuk identifikasi penghalang yang harusnya ada untuk mencegah atau memitigasi insiden (tuntutan)
⦁ Ada 4 tipe: Physical barrier, Natural barrier, Human Action barrier, Administrative barrier (mis SPO, supervise & training, dll)
d. Fishbone
Buat rekomendasi dan rencana tindakan perbaikan
2. Tentukan tim investigasi
3. Lakukan Investigasi insiden
4. Kumpulkan data, dengan cara:
a. Observasi : Kunjungan langsung
b. Dokumentasi : Apa yang terjadi sesuai data observasi dan inspeksi
( foto, foto copy, laporan dll)
c. Interview : Mengetahui kejadian secara langsung untuk pengecekan pada hasil observasi dan data dokumentasi
5. Petakan informasi kronologis insiden
a. Kronologis masalah: disiapkan untuk lebih memudahkan analisa
b. Timeline: rantai insiden, mencari bagian dalam proses dimana masalah terjadi
c. Tabular Timeline: sama dengan timeline, namun lebih detil, menginformasi kan good practice/SPO, identifikasi masalah
d. Time person grid: melacak gerak/kehadiran personel, sebelum dan sesudah insiden
e. Flowchart : Serangkaian kejadian secara sederhana
6. Identifikasi masalah /Care Management Problem /CMP
Prinsip dasarnya;
⦁ Semua bentuk pelayanan yang menyimpang dari standar pelayanan yang ditetapkan
⦁ Penyimpangan yang terjadi, memberikan dampak yang langsung dan tidak langsung terhadap IKP
7. Analisa informasi
a. 5 Why: Why why chart, menanyakan setiap penyebab masalah yang teridentifikasi dan untuk mengidentifikasi
b. Change analysis :
⦁ Analisa proses yang tidak bekerja sesuai dengan rencana (what & why change)
⦁ Merupakan metode sederhana yang dapat membantu membandingkan proses yang berjalan efektif atau gagal
⦁ Apa yang berubah dan dampaknya (potensial & actual)
⦁ Digunakan bila; system/tugas yang awalnya berjalan efektif, kemudian terjadi kegagalan/terdapat sesuatu yang menyebabkan perubahan situasi dan mencurigai suatu perubahan tersebut menyebabkan ketidak sesuaian tindakan atau kerusakan alat.
c. Barrier analysis
⦁ Prospectively/kemungkinan, untuk identifikasi potensial hazards (bahaya), target dan potensial solusi
⦁ Reactively, mengikuti insiden untuk identifikasi penghalang yang harusnya ada untuk mencegah atau memitigasi insiden (tuntutan)
⦁ Ada 4 tipe: Physical barrier, Natural barrier, Human Action barrier, Administrative barrier (mis SPO, supervise & training, dll)
d. Fishbone
Buat rekomendasi dan rencana tindakan perbaikan
Contoh Prosedur Laporan Program PMKP kepada Direktur Rumah Sakit
- Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan pasien membuat laporan yang ditujukan kepada Direktur Rumah Sakit setiap bulan.
- Direktur Rumah Sakit menerima laporan dari Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien tentang hasil upaya Peningkatan Mutu berupa laporan Indikator Mutu dan Laporan Insiden Keselamatan pasien setiap bulan.
- Direktur Rumah Sakit memberikan feedback dan rekomendasi tindak lanjut hasil laporan program pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien berupa laporan tertulis.
- Direktur rumah sakit menyampaikan rekomendasi tindak lanjut hasil laporan program pelaksanaan Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien melalui rapat, email setiap satu bulan sekali kepada Komite Mutu dan Keselamatan Pasien.
- Komite Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien akan menginformasikan laporan feedback dan rekomendasi tindak lanjut hasil pelaksaanaan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien dari direktur rumah sakit kepada PIC pengumpul data melalui rapat, email setiap satu bulan sekali.
- Komite peningkatan mutu dan keselamatan pasien mendesiminasi hasil laporan indikator mutu kesemua unit terkait.
Contoh Prosedur Kontrak Klinis dengan dokter spesialis
A. Komite Medis
1. Identifikasi kebutuhan pelayanan pasien
Keterangan :
Proses identifikasi kebutuhan pelayanan pasien didasarkan kepada kebutuhan pasien dengan melihat demografi penyakit yang sering mucul dan melakukan pengobatan di Rumah Sakit
2. Cari referensi dokter spesialis yang sesuai dengan demografi penyakit yang sering muncul dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit
3. Ajukan permohonan jadwal kredensial beserta referensi dokter yang akan diajak kerja sama ke Ketua Komite Medis untuk diteruskan ke Direktur rumah sakit
4. Hubungi dokter spesialis yang akan diajak kerjasama dan informasikan tentang penawaran kerja sama pelayanan di Rumah Sakit. Keterangan :
a. Bila dokter spesialis tersebut tidak tertarik untuk kerja sama dengan Rumah Sakit, Informasikan ke Ketua Komite Medis terkait hasil penawaran kerja sama
b. Bila dokter spesialis tersebut tertarik untuk bekerja sama, maka :
1) Informasikan persyaratan yang harus disiapkan terkait penerimaan staf klinis, seperti :
a) Curiculum Vitae (CV)
b) Ijazah
c) Surat Izin Praktek (SIP)
d) Surat Tanda Registrasi (STR)
e) Dokumen penting lainnya
2) Informasikan terkait ketentuan atau proses penerimaan staf klinis
5. Terima file dokter spesialis yang akan diajak kerja sama
6. Buat jadwal pertemuan wawancara antara Komite Medis dan dokter spesialis yang akan diajak bekerja sama
7. Serahkan berkas dokter spesialis yang akan diajak kerja sama ke HRD rumah sakit
B. HRD & GA
1. Terima file pengajuan penerimaan staf klinis dari Komite Medis
2. Koordinasi dengan tim kredensial terkait kredensial calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama
3. Terima hasil kredensial calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama dari tim kredensial staf medis
Keterangan :
Jika calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, buat surat terkait rekomendasi penerimaan dokter spesialis tersebut
4. Buat surat perjanjian karya medik
Informasikan kepada dokter spesialis yang akan diajak kerja sama terkait
1. Identifikasi kebutuhan pelayanan pasien
Keterangan :
Proses identifikasi kebutuhan pelayanan pasien didasarkan kepada kebutuhan pasien dengan melihat demografi penyakit yang sering mucul dan melakukan pengobatan di Rumah Sakit
2. Cari referensi dokter spesialis yang sesuai dengan demografi penyakit yang sering muncul dan sesuai dengan kebutuhan rumah sakit
3. Ajukan permohonan jadwal kredensial beserta referensi dokter yang akan diajak kerja sama ke Ketua Komite Medis untuk diteruskan ke Direktur rumah sakit
4. Hubungi dokter spesialis yang akan diajak kerjasama dan informasikan tentang penawaran kerja sama pelayanan di Rumah Sakit. Keterangan :
a. Bila dokter spesialis tersebut tidak tertarik untuk kerja sama dengan Rumah Sakit, Informasikan ke Ketua Komite Medis terkait hasil penawaran kerja sama
b. Bila dokter spesialis tersebut tertarik untuk bekerja sama, maka :
1) Informasikan persyaratan yang harus disiapkan terkait penerimaan staf klinis, seperti :
a) Curiculum Vitae (CV)
b) Ijazah
c) Surat Izin Praktek (SIP)
d) Surat Tanda Registrasi (STR)
e) Dokumen penting lainnya
2) Informasikan terkait ketentuan atau proses penerimaan staf klinis
5. Terima file dokter spesialis yang akan diajak kerja sama
6. Buat jadwal pertemuan wawancara antara Komite Medis dan dokter spesialis yang akan diajak bekerja sama
7. Serahkan berkas dokter spesialis yang akan diajak kerja sama ke HRD rumah sakit
B. HRD & GA
1. Terima file pengajuan penerimaan staf klinis dari Komite Medis
2. Koordinasi dengan tim kredensial terkait kredensial calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama
3. Terima hasil kredensial calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama dari tim kredensial staf medis
Keterangan :
Jika calon dokter spesialis yang akan diajak kerja sama sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, buat surat terkait rekomendasi penerimaan dokter spesialis tersebut
4. Buat surat perjanjian karya medik
Informasikan kepada dokter spesialis yang akan diajak kerja sama terkait
Senin, 03 Agustus 2020
Yang harus ada di dalam Ringkasan Eksekutif ( Executive Summary)
Ringkasan eksekutif dari rencana bisnis Anda memperkenalkan perusahaan Anda, menjelaskan apa yang Anda lakukan, dan menjabarkan apa yang Anda cari dari pembaca Anda. Secara struktur dari proposal bisnis, ini adalah bab pertama dari rencana bisnis Anda. Dan meskipun ini adalah hal pertama yang akan dibaca orang, saya biasanya menyarankan Anda untuk menulisnya paling akhir.
Mengapa? Karena begitu Anda mengetahui detail bisnis Anda di dalam dan luar, Anda akan lebih siap untuk menulis ringkasan eksekutif Anda. Lagi pula, bagian ini adalah ringkasan dari semua hal lain yang akan Anda tulis.
Idealnya, ringkasan eksekutif dapat bertindak sebagai dokumen yang berdiri sendiri yang mencakup hal-hal penting dari rencana terperinci Anda. Faktanya, sangat umum bagi investor untuk hanya meminta ringkasan eksekutif ketika mereka mengevaluasi bisnis Anda. Jika mereka menyukai apa yang mereka lihat dalam ringkasan eksekutif, mereka akan sering menindaklanjuti dengan permintaan rencana lengkap. presentasi , dan lebih banyak secara mendalam terkait keuangan.
Karena ringkasan eksekutif Anda adalah komponen penting dari rencana bisnis Anda, Anda ingin memastikan bahwa itu sejelas dan sesingkat mungkin. Tutupi sorotan utama bisnis Anda, tetapi jangan terlalu detail. Idealnya, ringkasan eksekutif Anda paling banyak satu atau dua halaman, dirancang untuk menjadi bacaan cepat yang memicu minat dan membuat investor Anda ingin sekali mendengar lebih banyak.
Komponen penting dari ringkasan eksekutif :
Tinjauan bisnis satu kalimat
Di bagian atas halaman, tepat di bawah nama bisnis Anda, sertakan ikhtisar satu kalimat dari bisnis Anda yang meringkas inti dari apa yang Anda lakukan.
Ini bisa menjadi slogan, tetapi seringkali lebih efektif jika kalimat tersebut menggambarkan apa yang sebenarnya dilakukan perusahaan Anda. Ini juga dikenal sebagai proposisi nilai Anda.
Masalah
Dalam satu atau dua kalimat, rangkum masalah yang Anda selesaikan di pasar. Setiap bisnis memecahkan masalah bagi pelanggannya dan memenuhi kebutuhan di pasar.
Larutan
Ini adalah produk atau layanan Anda. Bagaimana Anda mengatasi masalah yang telah Anda identifikasi di pasar?
Sasaran pasar
Siapa target pasar Anda, atau pelanggan ideal Anda? Ada berapa dari mereka? Penting di sini untuk lebih spesifik.
Jika Anda adalah perusahaan sepatu, Anda tidak menargetkan "semua orang" hanya karena semua orang memiliki kaki. Anda kemungkinan besar menargetkan segmen pasar tertentu seperti "pria yang sadar gaya" atau "pelari." Ini akan membuat Anda lebih mudah untuk menargetkan upaya pemasaran dan penjualan Anda dan menarik jenis pelanggan yang paling mungkin untuk membeli dari Anda.
Kompetisi
Bagaimana target pasar Anda memecahkan masalah mereka hari ini? Apakah ada alternatif atau pengganti di pasar?
Setiap bisnis memiliki beberapa bentuk persaingan dan sangat penting untuk memberikan ikhtisar dalam ringkasan eksekutif Anda.
Tinjauan umum dan tim perusahaan
Berikan gambaran singkat tentang tim Anda dan penjelasan singkat tentang mengapa Anda dan tim Anda adalah orang yang tepat untuk membawa ide Anda ke pasar.
Investor memberi bobot yang sangat besar pada tim — bahkan lebih dari pada gagasan — karena bahkan gagasan hebat membutuhkan eksekusi yang hebat untuk menjadi kenyataan.
Ringkasan keuangan
Sorot aspek-aspek utama dari rencana keuangan Anda, idealnya dengan bagan yang menunjukkan rencana penjualan, pengeluaran, dan keuntungan Anda.
Jika model bisnis Anda (mis., Bagaimana Anda menghasilkan uang) memerlukan penjelasan tambahan, di sinilah Anda akan melakukannya.
Persyaratan pendanaan
Jika Anda menulis rencana bisnis untuk mendapatkan pinjaman bank atau karena Anda meminta pendanaan kepada angel investor atau pemodal ventura, Anda harus memasukkan perincian tentang apa yang Anda butuhkan dalam ringkasan eksekutif.
Jangan repot-repot memasukkan persyaratan investasi potensial, karena itu akan selalu dinegosiasikan nanti. Sebagai gantinya, cukup sertakan pernyataan singkat yang menunjukkan berapa banyak uang yang perlu Anda kumpulkan.
Tonggak sejarah dan traksi
Elemen kunci terakhir dari ringkasan eksekutif yang ingin dilihat oleh investor adalah kemajuan yang telah Anda buat sejauh ini dan tonggak masa depan yang ingin Anda tekan. Jika Anda dapat menunjukkan bahwa pelanggan potensial Anda sudah tertarik — atau mungkin sudah membeli — produk atau layanan Anda, ini bagus untuk disoroti.
Anda dapat melewati ringkasan eksekutif (atau mengurangi cakupannya) jika Anda menulis rencana bisnis internal yang murni panduan strategis untuk perusahaan Anda. Dalam hal itu, Anda dapat memberikan rincian tentang tim manajemen, persyaratan pendanaan, dan daya tarik, dan alih-alih memperlakukan ringkasan eksekutif sebagai tinjauan umum tentang arah strategis perusahaan, untuk memastikan bahwa semua anggota tim berada di halaman yang sama.
Menulis Proposal Rencana Bisnis dengan Baik
Menulis rencana bisnis seharusnya tidak rumit. Dalam panduan langkah demi langkah ini, saya akan menunjukkan kepada Anda cara menulis rencana bisnis dengan cepat dan mudah yang akan mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Jangan khawatir, Anda tidak perlu memiliki gelar bisnis atau akuntansi untuk menyusun rencana bisnis yang hebat. Panduan ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menyelesaikan rencana Anda selangkah demi selangkah tanpa kerumitan atau frustrasi.
Enam komponen Rencana bisnis yaitu :
- Ringkasan EksekutifRingkasan eksekutif adalah ikhtisar bisnis Anda dan rencana Anda. Muncul pertama dalam rencana Anda dan idealnya hanya satu hingga dua halaman. Namun, kebanyakan orang menulisnya terakhir. Belajarlah lagi.
- PeluangBagian peluang menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Apa yang sebenarnya Anda jual dan bagaimana Anda memecahkan masalah (atau “kebutuhan”) untuk pasar Anda? Siapa target pasar dan pesaing Anda? Belajarlah lagi.
- EksekusiDalam bab pelaksanaan rencana bisnis Anda, Anda akan menjawab pertanyaan: bagaimana Anda akan mengambil peluang dan mengubahnya menjadi bisnis? Bagian ini akan membahas rencana pemasaran dan penjualan Anda, operasi, dan tonggak dan metrik Anda untuk sukses. Belajarlah lagi.
- Ringkasan perusahaan dan manajemenInvestor mencari tim hebat selain ide-ide hebat. Gunakan bab perusahaan dan manajemen untuk menggambarkan tim Anda saat ini dan siapa yang perlu Anda rekrut. Anda juga akan memberikan tinjauan umum singkat tentang struktur, lokasi, dan riwayat hukum Anda jika Anda sudah bangun dan berjalan. Belajarlah lagi.
- Rencana keuanganRencana bisnis Anda tidak lengkap tanpa perkiraan keuangan. Kami akan memberi tahu Anda apa yang harus dimasukkan dalam rencana keuangan Anda, tetapi Anda pasti ingin memulai dengan perkiraan penjualan, laporan arus kas, laporan laba rugi (juga disebut untung dan rugi) dan neraca Anda. Belajarlah lagi.
- LampiranJika Anda membutuhkan lebih banyak ruang untuk gambar produk atau informasi tambahan, gunakan lampiran untuk detailnya.
Jumat, 31 Juli 2020
Contoh Audit Aktiva Tetap Rumah Sakit
TUJUAN PEMERIKSAAN
Prosedur ini dibuat untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan aktiva tetap, memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan atau penyelewengan terkait aktiva tetap, apakah aktiva tetap itu benar-benar ada dan dilengkapi dokumen pendukungnya, dan penyajiannya apakah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum , sehingga dapat tercapainya pengendalian intern control yang baik.
RUANG LINGKUP PEMERIKSAAN
Prosedur ini menjelaskan prosedur pemeriksaan terhadap aktiva tetap karena aktiva tetap merupakan harta yang memiliki nilai cukup tinggi .
PROSEDUR PEMERIKSAAN
- Pahami dan evaluasi internal control atas aktiva tetap, dengan melakukan tanya jawab dengan auditee dengan menggunakan internal control questionnaires kemudian gambarkan dalam flowchart dan dalam bentuk cerita (jika dianggap perlu).
- Pastikan apakah catatan aktiva tetap sesuai dengan aktualnya
- Pastikan apakah kelengkapan transaksi aktiva tetap yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo aktiva tetap yang disajikan dalam neraca
- Pastikan apakah hak kepemilikan rumah sakit atas aktiva tetap yang dicantumkan di neraca.
- Pastikan kewajaran penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di neraca.
- Pastikan akun biaya reparasi & pemeliharaan aktiva tetap.
- Pastikan saldo aktiva tetap & akumulasi depresiasi yang tercantum di neraca, ke saldo akun aktiva tetap dan akumulasi depresiasi di buku besar
- Pastikan apakah penyajikan dalam laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terbaru.
DOKUMEN TERKAIT
- Neraca Saldo
- Catatan Aktiva tetap
- Dokumen pendukung misal faktur pembelian aktiva tetap, anggaran modal, bukti kas keluar
- Uraian tugas
- Speciment tanda tangan
- Sistem Operasional Prosedur
- Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
KERTAS KERJA
- Internal Control Questioner
- Kertas Kerja Aktiva tetap
- Laporan Hasil Pemeriksaan
Setelah semua audit program tersebut diatas dijalankan segera buat laporan temuan/hasil audit, tembusan ke masing-masing bagian yang terkait & review kembali apakah laporan hasil pemeriksaan telah diterima dan dijalankan dengan baik.
Langganan:
Postingan (Atom)