Oleh : Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
Paul John Steinbart and Marshall B.Romney, Accounting Information System,Prentice Hall
Mulyadi, Sistem Akuntansi, Salemba Empat
Kasus Integratif
Ashton melakukan review atas kinerja S&S bersama dengan Scott dan Susan. Dia menyelesaikan presentasinya dengan sangat puas, karena laba S&S pada tahun pertama operasinya berada pada tingkat yang patut membuat iri para pesaingnya. Scott dan
Susan merasa senang. “ Akan tetapi, kita tidak bisa tenang-tenang saja dengan dicapainya kemenangan ini. Para pesaing kita telah menghadirkan E-business. Saya pikir kita perlu memperluas usaha kita ke arah tersebut,” kata Susan. “Walaupun saya setuju bahwa kita seharusnya mungkin membangun e-business,” tambah Scott,” saya khawatir mengenai masalah keamanan. Saya tidak ingin S&S menjadi korban para hacker. Saya juga khawatir mengenai pembayaran yang kita dapat atas penjualan kita-saya pernah mendengar laporan tentang perusahaan kecil yang rugi karena penipuan kartu kredit oleh pelanggan online-nya.”
“Scott, hal-hal tersebut memang layak dikhawatirkan.,” kata Ashton,” tetapi, dapat ditangani. Biar saya persiapkan laporan untuk anda yang berisi garis besar bagaimana S&S dapat secara aman dan efektif masuk ke e-business. Sementara saya melakukan hal tersebut, sebaiknya anda dan Susan memutuskan jenis e-business apa tepatnya yang akan dilakukan S&S. Walaupun masalah berkaitan dengan keamanan adalah hal yang penting, kunci keberhasilan yang sebenarnya adalah mendesain aktivitas-aktivitas e-business secara hati-hati, agar dapat secara efektif dan akurat mengimplementasikan strategi keseluruhan perusahaan.”
Pendahuluan
Istilah e-business untuk merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi (IT), khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya. Jadi, e-business bukan hanya merupakan interaksi eksternal organisasi dengan para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah, dan media massa, tetapi juga termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya. Sebaliknya, e-commerce adalah konsep yang lebih sempit, hanya merujuk pada pelaksanaan secara elektronik transaksi bisnis, seperti pembelian dan penjualan.
Model-model E-Business
Istilah e-business dapat merujuk pada interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi atau istilah lain Business to consumer (B2C). Akan tetapi, e-business tidak terbatas pada model B2C. Perusahaan, pemerintah, dan institusi pendidikan juga ikut serta dalam e-business satu sama lain, Bahkan, jumlah uang keseluruhan dalam e-commerce antar organisasi seperti itu jauh lebih besar daripada e-commerce B2C. B2C (Business to consumer). B2C memiliki karakteristik sebagai berikut: antar organisasi dengan perorangan; nilai uang yang dilibatkan lebih kecil;transaksi satu-waktu atau transaksi tidak sering terjadi; secara relatif sederhana. B2B (Business to business), B2G (Business to government), B2E (Business to education). Memiliki karakteristik sebagai berikut: antar organisasi; nilai uang dilibatkan lebih besar; hubungan yang kuat dan berkelanjutan;pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan; lebih kompleks
Pengaruh-Pengaruh E-Business atas Proses Bisnis
E-business melibatkan pemakaian teknologi komunikasi dan jaringan, daripada hanya dokumen kertas, untuk bertukar informasi. Electronic data interchange (EDI) adalah protokol standar untuk secara elektronik mentransfer informasi antar-organisasi serta dalam berbagai proses bisnis. EDI memungkinkan keluaran (output) informasi suatu sistem secara elektronik ditransmisikan dan menjadi masukan bagi sistem lainnya. Dengan meniadakan kebutuhan untuk secara manual memasukkan kembali data, EDI meningkatkan tingkat akurasi dan mengurangi biaya melalui penurunan waktu dan pengeluaran yang berhubungan dengan pengiriman dokumen, proses dokumen, dan penyimpanan dokumen kertas.
Untuk mendapatkan seluruh manfaat EDI membutuhkan integrasi antara data EDI dengan SIA perusahaan. Sistem EDI yang berdiri sendiri hanya merupakan alternatif lain untuk nomor telepon atau sistem faks bebas pulsa. Di dalam ketiga kasus tersebut, pesanan yang masuk tetap harus dimasukkan secara terpisah ke dalam SIA, demikian pula dengan dokumen keluar yang harus terpisah dimasukkan ke dalam sistem EDI. Sistem EDI yang berdiri sendiri tidak hanya gagal merealisasikan seluruh potensi penghematan biaya dan peningkatan akurasi, tetapi juga gagal memaksimalkan pelayanan pada pelanggan. Oleh karena sistem tersebut tidak terintegrasi dengan SIA, sistem EDI yang berdiri sendiri tidak memungkinkan pelanggan untuk mengetahui, pada saat mereka menyampaikan pesanan, apabila barang yang diminta masih ada persediaannya atau akan perlu dipesan terlebih dahulu.
Pembelian dan Inbound Logistic
Internet dapat meningkatkan aktivitas pembelian dengan cara mempermudah perusahaan mengindentifikasi calon pemasok dan membandingkan harga. Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasi, sehingga memungkinkan organisasi untuk menetapkan pembelian total di seluruh dunia atas berbagai produk. Informasi seperti ini kemudian dapat dipergunakan untuk menegosiasikan harga yang lebih baik dengan para pemasok utama. Jumlah keragaman pemasok yang dipergunakan dapat dikurangi, sehingga menyerderhanakan aktivitas pembelian dan selanjutnya, memotong biaya. Lelang terbaik yaitu para pemasok berlomba-lomba mengajukan harga melawan harga rekan mereka untuk menyediakan barang atau pelayanan, memberikan peluang untuk mewujudkan penghematan biaya tambahan untuk beberapa jenis produk.
Operasi Internal,Sumber Daya Manusia, dan Infrastruktur
Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi operasi internal. Contohnya, pemasok peralatan mobil Group Antrolin mempergunakan baik teknologi nirkabel dan EDI untuk memproduksi 500.000 interior atap mobil, dalam lebih dari 80 variasi, untuk Ford Explorer. Ford mempergunakan EDI untuk mengirim informasi tentang jumlah dan rangkaian interior atap mobil yang dibutuhkan kepada Group. Informasi tersebut dikirim melalui frekuensi radio ke terminal yang mudah dipindahkan di bagian produksi sehingga para perakit tahu apa yang harus dibuat. Teknologi nirkabel juga dipergunakan untuk mengirim instruksi perakitan ke robot perakit, bukan dengan menyeluruh para pekerja untuk memasukkan data tersebut. Hal ini meniadakan sumber potensial kesalahan manusia. Sebagai hasilnya, operasi tersebut dapat menghasilkan satu rakitan per menit.
Kemajuan dalam teknologi komunikasi dan jaringan juga memperbaiki efisiensi dan efektivitas aktivitas pendukung sumber daya manusia dalam rantai nilai. Banyak sekali bagian transaksi di proses oleh fungsi sumber daya manusia dilakukan oleh karyawan, yaitu seperti pengururangan (witholding) baru, perubahan dalam alokasi dana pensiun, dan perubahan nama, Dengan memungkinkan karyawan untuk melakukan perubahan-perubahan ini akan membuat mereka dapat mengendalikan aspek-aspek ketenagakerjaan mereka, dan selanjutnya akan meningkatkan moral mereka. Hal ini juga dapat menghasilkan penghematan biaya yang siginifikan melalui pengurangan jumlah staf sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk memproses perubahan-perubahan tersebut. Selanjutnya, efektivitas fungsi sumber daya manusia dapat meningkat karena staf kini dapat memusatkan perhatian pada aktivitas bernilai tambah, seperti menegosiasikan syarat-syarat kontrak dengan penyedia jasa/manfaat bagi karyawan, daripada melakukan tugas-tugas administratif.
Outbound Logistic
Sebagaimana e-business dapat meningkatkan aktivitas inbound logistics, maka e-business juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas aktivitas outbound logistic penjual. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan penjual mengurangi biaya transportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya. Dalam hal barang-barang atau pelayanan yang dapat didigitalkan, fungsi outbound logistic dapat dilaksanakan secara elektronik, yang tidak hanya meniadakan biaya transportasi, tetapi juga menghindari waktu dan biaya yang berhubungan dengan pemilihan barang dan pengepakannya untuk pengiriman.
Penjualan dan Pemasaran
Pengaruh e-business yang paling nyata mungkin adalah atas aktivitas penjualan dan pemasaran organisasi. Perusahaan dapat menciptakan catalog elektronik di Website mereka untuk mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks. Contohnya, Website Cisco System yang memungkinkan staf penjualan dalam jumlah yang relatif kecil untuk memproses penjualan setiap tahunnya yang berjumlah milliaran dolar.
Akan tetapi, bahkan bagi perusahaan yang hanya menjual secara on-line, Website yang efektif tidak meniadakan seluruh biaya yang berhubungan dengan fungsi penjualan dan pemasaran. Para pelanggan akan masih memiliki pertanyaan dan membutuhkna bantuan untuk memilih produk. Oleh sebab itu, Website yang sangat efektif dan berhasil memberikan sejenis pilihan atau hubungan untuk berbicara secara langsung melalui nomor telepon bebas pulsa yang beroperasi 24 jam.
Pelayanan dan Dukungan Purnajual
E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan purnajual ke para pelanggan. Contohnya mengatur Web page untuk memastikan bahwa setiap pelanggan menerima informasi yang konsisten. Pelanggan sering kali memiliki pertanyaan yang hampir sama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat di daftar dalam fitur frequently asked questions (FAQ) ‘pertanyaan yang sering ditanyakan’ hingga mengurangi jumlah pertanyaan pelanggan yang harus ditangani oleh bagian pelayanan pelanggan. Tentu saja akan selalu masalah dan isu-isu yang tidak dapat diantasipasi saat mendesaian daftar FAQ hingga harus ditangani oleh bagian pelayanan pelanggan. Akan tetapi, dengan mempergunakan teknologi informasi untuk mengatasi isu-isu rutin dapat meningkatkan baik kualitas keseluruhan pelayanan dan mengurangi biaya. Contohnya, beberapa perusahaan (Contoh AT&T dan Nike) mempergunakan suatu rangkaian formulir yang dikendalikan oleh menu di Website mereka, untuk secara elektronik “mewawancarai” pelanggan mereka; hanya masalah yang paling kompleks saya yang perlu diteruskan ke bagian pelayanan pelangggan. Praktik-praktik semacam ini dapat secara signifikan mengurangi biaya yang berhubungan dengan dukungan ke pelanggan. Well Fargo, contohnya, menemukan bahwa pelanggan dengan akses on-line ke rekening membuat 40 persesn lebih sedikit telepon ke bank, daripada pelanggan yang tidak memiliki akses sejenis ini.
Faktor-faktor Keberhasilan E-Business
Terdapat dua factor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business. Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan. Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun yaitu validitas, integritas, dan privasi.
Infrastruktur untuk E-Business. Merupakan hal yang penting untuk diingat bahwa mengimplementasikan proses e-business bukan merupakan strategi dasar. Implementasi e-business hanya berarti mempergunakan teknologi informasi jaringan dan komunikasi secara lebih efisien dan efektif dalam melaksanakan proses bisnis. Nilai strategis untuk melakukan hal ini tergantung pada tingkat sejauh mana proses tersebut dapat membantu organisasi mengimplementasikan dan mencapai strategi keseluruhannya.
Sebagai contoh, desain website yang optimal bagi perusahaan yang mengejar strategi diffrerensiasi produk didasarkan pada kualitas pelayanan pada pelanggannya., tampaknya akan berbeda dengan desain bagi perusahaan yang melihat dirinya sebagai penyedia komoditas berbiaya rendah. Pada situasi kedua, Websitenya mungkin didesain untuk menggantikan, sebanyak mungkin, kebutuhan untuk memberikan pelayanan pada pelanggan secara langsung. Sebagai gantinya, fitur FAQ akan dikembangkan secara luas. Sebagai pendukung tambahan, pelanggan mungkin akan diminta untuk memberikan pertanyaan mereka melalui e-mail. Apabila terdapat nomor telepon bebas pulsa tersebut. Sebaliknya, Website perusahaan yang mengejar strategi differensiasi melalui pelayanan pada pelanggan yang superior, dapat mencakup bukan hanya daftar FAQ, tetapi juga fitur pertanyaan mereka. Dukungan berupa telepon tampaknya akan diberikan hanya melalui nomor bebas pulsa dan akan dikelola untuk meminimalkan waktu tunggu. Tiga Karakteristik Utama Transaksi Bisnis. Faktor penting kedua untuk keberhasilan e-business adalah memastikan bahwa proses e-business memiliki tiga karakteristik fundamental yang harus ada dalam tiap transaksi bisnis-yaitu validitas, integritas dan privasi (VIP). 1. Validitas. Kedua pihak dalam suatu transaksi harus dapat menyatakan keaslian identitas kedua belah pihak untuk memastikan bahwa transaksi tersebut valid dan sah. Pembeli yang tidak boleh menyampaikan pesanan yang membuat penjual harus menyediakan waktu dan sumber daya untuk memenuhi pesanan tersebut, dan kemudian menolak pesanan tersebut. Sebaliknya penjual tidak boleh dibiarkan untuk berusaha mendapat pesanan dan kemudian mengingkarinya. 2. Integritas. Kedua pihak dalam suatu transaksi harus yakin bahwa informasi yang dipertukarkan akurat dan tidak diubah selama proses transmisi. 3. Privasi. Privasi atau kerahasiaan transaksi bisnis dan informasi apa pun yang dipertukarkan dalam transaksi tersebut harus disimpan dengan baik, jika diinginkan oleh salah satu pihak.
Teknik Enkripsi. Enkripsi mencakup proses konversi pesan dari teks biasa menjadi kode rahasia. Teknik ini melibatkan penggunaan formula, yang dinamakan dengan kunci (key) untuk mengubah informasi aslinya. Ada dua jenis utama system enkripsi. Mereka berbeda dalam hal kunci-kunci yang dipergunakan dan cara kunci-kunci tersebut didistribusikan. Salah-satu jenis enkripsi adalah system kunci tunggal (single key system). Algoritma dan encryption standard (DES) adalah system kunci tunggal komersil yang banyak sekali dipergunakan. Sistem enkripsi kunci tunggal dinamakan demikian karena mempergunakan kunci yang sama untuk melakukan enkripsi dan deskripsi pesan. Keunggulan utama dari system kunci tunggal adalah sederhana, cepat dan efisien. Akan tetapi, masalah utamanya adalah pengirim harus memberikan kunci rahasianya kepada penerima pesannya. Efektivitas system ini tergantung pada system pengawasan atas orang-orang yang mengetahui kunci rahasianya.
Contoh : Mempergunakan enkripsi untuk melakukan e-business
Langkah 1. Mempergunakan internet untuk masuk ke dalam website badan pemerintah. Scott dan Susan menekan tombol untuk mengumpulkan penawaran. Layar Browser memperlihatkan symbol kunci dan juga memperlihatkan sebuah pesan, yang mengindikasikan bahwa transaksi berikutnya sedang diproses dalam lingkungan yang aman melalui penggunaan enkripsi. Software enkripsi baik yang berada di computer S$S serta yang berada di Website badan pemerintah tersebut bertukar sertifikasi digital. Software di kedua computer tersebut mencari kunci public pihak yang berwenang untuk member sertifikasi, dan mempergunakannya untuk melakukan verifikasi validitas tanda tangan digital pihak yang berwenang untuk member sertifikasi, sehingga dapat menvalidasi informasi yang berada dalam sertifikat digital. Langkah 2. Scott dan Susan menekan tombol untuk mengirim penawaran lengkap ke badan pemerintah. Di balik layar, software enkripsi dalam computer S$S melakukan hal-hal berikut ini:
a. Mempergunakan program yang tersedia bagi public, untuk membuat ringkasan digital dari teks normal perusahaan tersebut.
b. Melakukan enkripsi intisari penawaran dengan mempergunakan kunci pribadi S&S. Intisari yang dienkripsi merupakan tanda tangan digital S&S.
c. Melakukan enkripsi penawaran dengan mempergunakan algoritma kunci tunggal data encryption standard. Hal ini dilakukan untuk menjamin privasi dan keamanan apabila ada pesaing yang mencoba memotong penawarannya.
d. Mempergunakan kunci public badan pemerintah yang diperoleh dari sertifikasi digital badan pemerintah di langkah 1, untuk melakukan enkripsi penawaran di langkah 2. Hal ini untuk memastikan bahwa hanya penerima penawaran yang dituju, yang akan memiliki kunci data encryption standard yang diperlukan untuk memecahkan kode pesan penawaran.
Langkah 3. Paket yang dikirim, termasuk tanda tangan digital S&S (yang dibuat dilangkah 2b), penawaran yang telah dienkripsi (dibuat di langkah 2c), dan kunci data encryption standard yang dienkripsi (dibuat di langkah 2d), dikirim ke Website badan pemerintah. Langkah 4. Komputer milik badan pemerintah menerima paket yang berisi bahan enkripsi dari S&S. Software enkripsi dalam computer milik badan pemerintah secara otomatis akan melakukan hal-hal berikut ini:
a. Mempergunakan kunci public S&S, yang diperoleh dari sertifikat digital yang dipertukarkan di langkah 1, untuk memecahkan kode tanda tangan digital yang dikirim &S. Langkah ini akan menghasilkan intisari yang dibuat oleh computer S&S di langkah 2a.
b. Mempergunakan kunci pribadi untuk memecahkan kode kunci data encryption standard yang dipergunakan S&S di langkah 2c, agar dapat melakukan enkripsi penawarannya.
c. Mempergunakan kunci data encryption standard tersebut untuk memecahkan kode pesan penawaran S$S.
d. Mempergunakan program yang tersedia secara public, seperti yang dipergunakan S&S dalam langkah 2a ketika membuat ringkasan digital penawaran S&S.
e. Membandingkan intisari yang telah dipecahkan dalam langkah 4a dengan ringkasan digital yang dibuat kembali di langkah 4d. Apabila keduanya sesuai, maka badan pemerintah yakin bahwa (1) penawaran tersebut dibuat dan dikirim oleh S&S, dan (2) penawaran tersebut tidak diubah atau rusak selama masa pengiriman.
Langkah 5. Badan pemerintah mengirim pemberitahuan secara elektronik kepada S&S untuk memberitahukan bahwa penawaran mereka telah diterima.
Bergeraklah sebebas-bebasnya dan ambillah yang paling bermanfaat seperti seekor kupu-kupu yang terbang bebas dan hinggap di bunga yang paling indah
Rabu, 24 Februari 2010
Kamis, 04 Februari 2010
TINJAUAN MENYELURUH PROSES BISNIS

Oleh : Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
Paul John Steinbart and Marshall B.Romney, Accounting Information System,Prentice Hall
Mulyadi, Sistem Akuntansi, Salemba Empat
Kasus Integratif : S & S
Pembukaan S&S,Inc. Kurang dua minggu lagi. Scott Parry dan Susan Gonzalez bekerja keras untuk membuat persiapan akhir pembukaan toko. Pegawai sebagian besar sudah dikontrak; pelatihan dijadwalkan diadakan minggu depan.
Susan telah memesan sejumlah persediaan (inventory) yang menurutnya cukup untuk bulan pertama. Toko sedang direnovasi dan akan memiliki dekorasi yang terang dan menyenangkan. Semua tampaknya sudah teratur – semua, kecuali catatan akuntansi.
Seperti kebanyakan pengusaha, Scott dan Susan tidak mencurahkan pemikiran mereka pada catatan akuntansi sebanyak yang mereka curahkan pada bagian lain dalam bisnis mereka. Mereka sadar bahwa mereka memerlukan bantuan dalam hal akuntansi yang berkualitas, dan telah mengontrak seorang akuntan bernama Ashton Fleming, sebagai pegawai tetap. Scott dan Susan menganggap Ashton tepat untuk pekerjaan tersebut karena Ashton memiliki pengalaman kerja selama dua tahun di firma Akuntan Publik Nasional. Ashton merasa antusias untuk bekerja di S&S karena dia selalu ingin terlibat untuk membangun perusahaan dari bawah.
Pada hari pertama Ashton bekerja, Susan menunjukkan kepadanya lokasi faktur (invoice) pembelian persediaan. Scott menjelaskan bahwa staf penjualan dibayar dengan gaji tetap ditambah komisi, sedangkan pegawai lainnya dibayar per jam. Para pegawai mendapat bayaran setiap dua minggu; dan pembayaran pertama akan jatuh tempo minggu depan. Selanjutnya, Susan mengeluarkan beberapa map dan memberikannya ke Ashton. Satu map berisi dokumentasi utang mereka ke bank, dengan pembayaran pertama akan jatuh tempo beberapa hari setelah pembukaan toko. Map yang lain berisikan informasi mengenai pembyaran sewa, utilities, dan pengeluaran lainnya. Susan menyampaikan kepada Ashton bahwa dia dan Scott hanya tahu sedikit mengenai akuntansi, sehingga mereka mengandalkan Ashton untuk membantu mereka memutuskan bagaimana menjalankan akuntansi S&S. Susan menambahkan bahwa mereka telah membuka rekening giro untuk S&S dan mereka selalu memperbaharui catatan cek untuk memonitor arus kas.
Ashton menanyakan kepada Scott mengenai software akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Scott menjawab bahwa dengan semua tantangan yang mereka hadapi untuk membuka S&S, dia dan Susan belum punya waktu untuk mengatasai aspek tersebut. Scott menambahkan bahwa dia dan Susan belum punya banyak waktu untuk mengatasi aspek tersebut. Scott menambahkan bahwa dia dan Susan pernah mencari beberapa paket software yang umum digunakan, tetapi mereka langsung sadar bahwa mereka tidak tahu banyak mengenai akuntansi untuk dapat memilih paket yang tepat. Scott kemudian meminta Ashton untuk melakukan pembelian software akuntansi yang menurutnya paling baik untuk S&S.
Setelah pertemuan dengan Scott selesai, Ashton merasa senang sekaligus agak gelisah menghadapi tanggung jawab membuat sistem informasi akuntansi (SIA) untuk S&S. Meskipun Ashton sudah pernah mengaudit banyak perusahaan, dia belum pernah mengatur pembukuan perusahaan dan tidak yakin bagaimana melakukannya. Jutaan pertanyaan terlintas dipikirannya. Berikut ini beberapa pertanyaan yang dipikirkannya:
1. Bagaimana saya akan mengatur segala sesuatunya? Saya harus mulai dari mana? informasi apa yang dibutuhkan oleh Scott dan Susan untuk menjalankan S&S secara efektif? Bagaimana informasi tersebut disediakan?
2. Bagaimana saya akan mengumpulkan dan memproses data mengenai semua jenis transaksi di S&S?
3. Bagaimana saya akan mengatur semua data yang akan dikumpulkan?
4. Bagaimana saya seharusnya mendesain SIA agar informasi yang tersedia dapat diandalkan dan akurat?
Pendahuluan
Bab ini memberikan tinjauan menyeluruh mengenai bagaimana SIA melaksanakan ketiga fungsi dasar SIA. Bab ini dimulai dengan mendiskusikan jenis-jenis dasar kegiatan bisnis organisasi, keputusan utama yang harus dipertimbangkan ketika mengelola kegiatan tersebut dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tersebut. Dalam hal ini dapat bahwa sifat dan tujuan organisasi mempengaruhi desain SIA. Selanjutnya, dideskripsikan bagaimana data mengenai kegiatan bisnis dapat dikumpulkan, diproses, dan diubah menjadi informasi yang berguna untuk manajemen. Bab ini akan ditutup dengan pengenalan mengenai pengendalian internal.
Kegiatan Bisnis dan Kebutuhan Informasi
Ashton memutuskan bahwa sebelum membeli paket akuntansi untuk S&S, pertama-tama dia harus memahami bagaimana perusahaan tersebut berfungsi. Hal tersebut akan membuat dia mampu mengidentifikasi jenis informasi yang dibutuhkan oleh Scott dan Susan untuk mengelola S&S secara efetkif. Selanjutnya, Ashton dapat menentukan jenis data dan prosedur yang akan diperlukan untuk mengumpulkan informasi tersebut.
Ashton membuat tabel tiga kolom untuk meringkas hasil-hasil analisisnya. Di kolom sebelum kiri, dia mendaftar kegiatan bisnis dasar di S&S. Kemudian, di kolom bagian tengah, dia mendaftar keputusan utama yang perlu dilakukan untuk setiap kegiatan tersebut. Akhirnya, di kolom sebelah kanan, dia mendaftar informasi yang berguna bagi Scott dan Susan untuk membuat keputusan tersebut. Contoh proses tersebut terlihat di bawah ini:
Kegiatan bisnis 1 : Perolehan Modal
Keputusan utama : Berapa banyak? Investasi atau pinjam? Jika pinjam, ketentuan terbaik?
Kebutuhan informasi : Proyeksi arus kas. Pro-forma laporan keuangan. Jadwal amortisasi utang.
Kegiatan bisnis 2 : Perolehan gedung dan peralatan
Keputusan utama : Ukuran gedung ? Jumlah peralatan? Sewa atau beli? Lokasi? Bagaimana depresiasinya?
Kebutuhan informasi : Kebutuhan kapasitas. Harga. Studi pasar. Tabel pajak dan peraturan
Kegiatan bisnis 3 : Mengontrak dan melatih pegawai
Keputusan utama : Persyaratan pengalaman? Bagaimana menilai integritas dan kompetensi pelamar? Bagaimana melatih?
Kebutuhan informasi : Deskripsi kerja? Pengalaman kerja dan keahlian pelamar
Kegiatan bisnis 4 : Kegiatan periklanan dan pemasaran
Keputusan utama : Media yang mana? Isi?
Kebutuhan informasi : Analisis biaya. Jangkauan pasar.
Kegiatan bisnis 5 : Penjualan barang
Keputusan utama : Penaikan (mark up) persentase? Penawaran kredit in house? Kartu kredit apa yang diterima?
Kebutuhan informasi : Pro-forma laporan keuangan. Biaya kartu kredit. Status kredit pelanggan.
Kegiatan bisnis 6 : Pengumpulan pembayaran dari pelanggan
Keputusan utama : Jika menawarkan kredit, bagaimana ketentuannya? Bagaimana mengurus penerimaan uang tunai?
Kebutuhan informasi : Status akun pelanggan. Laporan jatuh tempo piutang
Kegiatan bisnis 7 : Pembayaran gaji pegawai
Keputusan utama : Jumlah gaji? Pemotongan dan iuran? Proses pembayaran in house atau menggunakan jasa luar?
Kebutuhan informasi : Penjualan. Jam kerja. Formulir pajak. Biaya jasa pembayaran eksternal.
Kegiatan bisnis 8 : Pembayaran pajak
Keputusan utama : Persyaratan pajak atas gaji. Persyaratan pajak penjualan
Kebutuhan informasi : Peraturan pemerintah. Total pengeluaran untuk gaji. Total penjualan.
Kegiatan bisnis 9 : Pembayaran Penjual
Keputusan utama : Bayar ke siapa? Kapan membayar? Berapa banyak yang dibayar?
Kebutuhan informasi : Faktur dari penjual. Utang usaha.
Proses di atas dibagi menjadi beberapa siklus:
Siklus pendapatan (revenue) mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai.
Siklus pengeluaran (expenditure) mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
Siklus penggajian sumber daya manusia (payroll) mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai.
Siklus produksi mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi produk jadi.
Siklus keuangan mencakup kegiatan untuk mendapatkan dana dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali
Setelah melakukan analisis kebutuhan informasi dan membuat siklus, Ashton yakin bahwa dia telah cukup memahami S&S dan dia mulai mencari paket software akuntansi yang akan menjadi inti SIA dari S&S. Dia mengingat kembali beberapa audit di mana kliennya memiliki beberapa sistem informasi yang terpisah-pisah karena software akuntansi dasar mereka tidak didesain sesuai dengan kebutuhan informasi dari semua manajer. Ashton juga masih ingat ketika menghadiri rapat dewan di perusahaan klien dimana dia menyaksikan efek negatif karena adanya sistem yang bermacam-macam, Kepala pemasaran memiliki laporan sendiri mengenai penjualan produk tahun berjalan, manajer produksi memiliki laporan yang berbeda yang berisikan angka penjualan yang berbeda, dan laporan kontroler yang dihasilkan dari sistem buku besar juga menunjukkan laporan yang berbeda mengenai penjualan tahun berjalan. Lebih dari satu jam terbuang percuma untuk merekonsilisasi laporan-laporan yang berbeda tersebut. Ashton berjanji untuk memastikan bahwa S&S tidak akan menghadapi kekacauan seperti itu. Dia akan memastikan bahwa paket software akuntansi yang dipilihnya akan memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan data keuangan dan non keuangan dari berbagai kegiatan bisnis S&S agar setiap orang dapat menarik informasi dari sistem yang sama.
Pemrosesan Transaksi : Dokumen dan Prosedur
Siklus pemrosesan data (data processing cycle) terdiri dari empat langkah, yaitu : input data, penyimpanan data, pemrosesan data, dan output informasi. Pemicu input data biasanya adalah pelaksanaan beberapa aktivitas bisnis. Tiga sisi tiap bisnis yang harus dikumpulkan adalah :
1. Tiap kegiatan yang menjadi perhatian
2. Sumber daya-sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan
3. Para pelaku yang terlibat dalam setiap kegiatan
Sebagai contoh, S&S akan merasa perlu untuk mengumpulkan data berikut mengenai transaksi penjualan:
Tanggal penjualan
Waktu terjadinya penjualan
Karyawan yang melakukan penjualan
Staf administrasi penjualan yang memproses penjualan tersebut
Kasir tempat penjualan, jumlah penjualan, serta barang yang dijual
Jumlah tiap barang yang dijual
Harga aktual setiap barang yang dijual
Harga yang terdaftar dari tiap barang yang dijual
Input data. Sebagian besar data tentang aktivitas bisnis langsung di catat oleh komputer melalui tampilan untuk entry data (computer data screen). Dokumen sumber yang didesain dengan baik dan tampilan entry data akan memperbaiki pengendalian dan ketepatan pencataan data aktivitas bisnis. Perbaikan pengendalian muncul baik dengan membeli dokumen sumber yang sudah di cetak nomornya atau dengan mengatur sistemnya agar secara otomotis memberikan nomor urut pada tiap transaksi baru. Pemrosesan Data. Saat data tentang aktivitas bisnis sudah dikumpulkan, langkah berikutnya biasanya melibatkan proses pembaruan (updating) informasi yang sudah disimpan sebelumnya tentang sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut dan para pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Sebagai contoh, data tentang transaksi penjualan akan menimbulkan proses pembaruan informasi persediaan, yaitu untuk mengurangi jumlah persediaan barang yang dijual, dan juga pembaruan saldo pelanggan. Proses pembaruan ini dapat dilakukan baik secara periodik, contohnya sekali sehari atau sekali seminggu, atau dilakukan secara langsung setelah terjadianya suatu transaksi. Proses pembaruan secara periodik atas data yang disimpan tentang sumber daya dan pelaku yang terlibat, dinamakan proses batch; proses yang dilakukan secara langsung setelah terjadinya transaksi, dinamakan proses on-line atau real time. Penyimpanan data. Bayangkan betapa sulitnya membaca sebuah buku teks jika tidak diatur dalam bab, bagian, paragraf dan kalimat. Bayangkan pulan seberapa berat bagi S&S untuk menemukan faktur tertentu jika seluruh dokumen utamanya diletakkan secara tidak teratur dalam lemari file. Untungnya, sebagian besar buku teks dan file perusahaan diatur agar bisa ditelusuri kembali dengan mudah. Demikian halnya dengan SIA. Informasi SIA dapat diatur agar dapat diakses dengan mudah dan efisien. Entitas adalah sesuatu yang disimpan informasinya. Contoh entitas adalah pegawai, barang persediaan, dan pelanggan. Setiap entiitas memiliki atribut, atau karakteristik khusus yang harus disimpan. Tarif pembayaran seorang pegawai dan alamat pelanggan adalah contoh-contoh atribut. Sebagai contoh, semua pegawai memiliki nomor pegawai, tarif pembayaran dan alamat rumah. Komputer menyimpan data \dengan cara mengaturnya dalam bentuk dari unit-unit yang lebih kecil menjadi unit yang lebih besar, dan lebih bermakna. Nilai data disimpan dalam ruang fisik yang disebut field. Gabungan dari beberapa field yang mengandung data tentang berbagai atribut dari entitas yang sama membentuk catatan (record). Record yang saling berhubungan dikelompokkan membentuk file. Sebagai contoh, seluruh record piutang pelanggan disimpan di dalam file piutang. File yang saling berhubungan, dan dikoordinasi dari pusat disebut dengan database. Sebagai contoh, file piutang dapat dikombinasikan dengan file pelanggan, analisis penjualan, dan file-file terkait lainnya untuk membentuk database pelanggan.
Menyediakan Informasi Untuk Pengambilan Keputusan
Fungsi kedua SIA adalah menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen. Walaupun informasi yang disediakan dalam bentuk laporan tercetak atau dalam bentuk tampilan komputer, informasi yang disediakan SIA terbagi dalam dua kategori, yaitu: laporan keuangan dan laporan manajerial.
Laporan Manajerial. SIA suatu organisasi harus dapat menyediakan informasi operasional terinci tentang kinerja organisasi. Sebagai contoh, Scott dan Susan membutuhkan laporan tentang status persediaan, keuntungan relatif produk, kinerja tiap staf penjualan, penagihan dan kewajiban yang ditangguhkan, serta kinerja S&S dalam memenuhi komitmen pengantaran barang. Laporan Anggaran dan kinerja. Terdapat dua jenis laporan manajerial yang penting, yaitu laporan anggaran dan kinerja. Anggaran adalah ungkapan formal tujuan dalam istilah keuangan. Salah-satu jenis yang paling umum dan penting dari anggaran adalah anggaran kas. Anggaran kas memperlihatkan perkiraan arus kas masuk dan keluar kas. Laporan kinerja, sebaliknya dipergunakan untuk pengendalian keuangan. Laporan kinerja merinci anggaran dan jumlah sebenarnya pendapatan dan pengeluaran serta menunjukkan pula penyimpangan atau perbedaan diantara kedua jumlah tersebut.
Pertimbangan-pertimbangan Pengendalian Internal
Fungsi ketiga SIA adalah menyediakan pengendalian internal yang memadai untuk mencapai tiga tujuan dasar berikut :
1. Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem dapat diandalkan.
2. Memastikan bahwa aktivitas bisnis dilaksanakan dengan efisien dan sesuai dengan tujuan manajemen, serta tidak melanggar kebijakan pemerintah yang berlaku.
3. Menjaga aset-aset organisasi, termasuk data.
Ada dua metode penting untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, diantaranya:
Dokumentasi yang memadai. Dokumentasi yang memadai atas semua transaksi bisnis adalah kunci akuntabilitas. Dokumentasi memungkinkan para manajer menverifikasi bahwa tanggung jawab yang diberikan telah benar. Sebagai contoh, pada proses audit, salah-satu klien yang diauditnya menjual dan memperbaiki komputer, serta memberikan jasa perbaikan gratis selama masa garansi. Para pegawai bagian perbaikan diperintahkan untuk menganggap semua jenis perbaikan masih dalam masa garansi, kecuali jika diberitahukan sebaliknya secara jelas. Akan tetapi, klien tersebut tidak memiliki prosedur untuk melacak masa garansi. Konsekuensinya, perusahaan tersebut melakukan banyak sekali perbaikan gratis yang seharusnya di tagihkan ke pelanggan. Bahkan, hasil audit memperkirakan bahwa klien tersebut telah gagal/menagih tagihan sebesar hampir $1 juta untuk jasa perbaikan.
Pemisahaan tugas. Hal ini berkenaan dengan pembagian tanggung jawab ke beberapa pegawai atas bagian-bagian dari sebuah transaksi. Tujuannya adalah mencegah seseorang pegawai memiliki pengendalian penuh atas seluruh aspek transaksi bisnis. Contoh yang konkret adalah, fungsi pengesahan transaksi, mencatat transaksi, serta penjagaana aset,harus dilakukan oleh orang yang berbeda. Pemisahan tugas ini membantu penjagaan aset dan meningkatkan akurasi, karena setiap pegawai dapat melihat dan karenanya, dapat membatasi tindakan pegawai lainnya. Pemisahan tugas yang efektif akan mempersulit seorang pegawai untuk dapat mencuri uang tunai atau aset lainnya.
Referensi :
Paul John Steinbart and Marshall B.Romney, Accounting Information System,Prentice Hall
Mulyadi, Sistem Akuntansi, Salemba Empat
Minggu, 31 Januari 2010
TENTANG IBU....

Malam ini, saya ingin menceritakan tentang ibu saya. Kenangan yang membuat hati saya tergerak. Cerita tentang perjuangan ibu saya. Menurut nenek saya, ketika ibu masih muda, beliau sangat besar tekadnya untuk bisa apa saja. Disamping itu jika punya uang lebih, ibu saya selalu memberikan ke orang lain. Walaupun sangat keras untuk hal-hal tertentu.
Euis suhartini, nama ibuku, sejak muda memang sangat menyukai berbagai keterampilan. Kecintaan pada keterampilan tersebut mendorong ibu membuat apa saja termasuk membuat kue, menerima jasa menjahit, baca alquran pada acara pernikahan, pembawa acara, mengajar, dan yang lainnya. Ibu bahkan membuka jasa merias pengantin di rumahnya. Saya tidak akan lupa, Ibuku setiap hari selalu menyanyikan lagu-lagu yang indah buatku. Nyanyiannya bisa menyihir siapa saja yang mendengarnya.
Ada sesuatu yang bisa kujadikan pelajaran dari ibuku, yaiitu kepercayaan atas diriku sendiri. Terimakasih ibuku tercinta....
Sabtu, 30 Januari 2010
TINJAUAN MENYELURUH : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Oleh : Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
Paul John Steinbart and Marshall B.Romney, Accounting Information System,Prentice Hall
Mulyadi, Sistem Akuntansi, Salemba Empat
Kasus Integratif : S & S
Setelah bekerja selama beberapa tahun sebagai manajer wilayah untuk sebuah organisasi penjual eceran (retail), Scot Parry memutuskan untuk membuka usahanya sendiri. Suzan Gonzalez, salah seorang dari manajer daerahnya, juga bekeinginan untuk membuka usahanya sendiri. Bersama-sama mereka mendirikan S&S,Inc., dengan bidang usaha menjual peralatan elektronik. Scot dan Susan memutuskan untuk mengikuti strategi “clicks dan bricks” . Mereka memulai dengan menyewa sebuah gedung yang besar dan atraktif di bagian kota yang ramai serta berencana menambahkan showroom barang elektonik di bagian depannya.
Scott dan Susan masing-masing menyumbang uang yang cukup untuk melihat perkembangan usaha mereka selama 6 bulan pertama. Mereka memperkirakan bahwa mereka perlu mempekerjakan 10 hingga 15 pegawai sampai dengan 3 atau 4 pegawai sebagai pengisi rak-rak, 3 atau 4 pegawai sebagai sales representative, dan 4 hingga 6 pegawai sebagai pemeriksa barang. Mereka berencana untuk mulai mempekerjakan para pegawai ini dalam 2 minggu mendatang.
Scott dan Susan berencana untuk mengadakan peresmian S & S dalam 5 minggu. Saat mereka meninjau kembali hal-hal yang masih harus dilakukan untuk memenuhi batas waktu tersebut, mereka menyadari bahwa mereka belum membuat keputusan-keputusan penting berikut :
1. Bagaimana seharusnya mereka mengatur pencatatan akuntansi mereka hingga laporan keuangan yang dibutuhkan oleh pihak bank, dapat dihasilkan dengan mudah ?
2. Bagaimana mereka dapat merancang suatu rangkaian prosedur yang berguna untuk memastikan bahwa mereka memenuhi semua kewajiban mereka ke pemerintah, seperti membayar pajak penjualan, pemasukan dan penghasilan?
3. Bagaimana mereka seharusnya menetapkan harga-harga produk-poduk meraka agar dapat bersaing tetapi tetap menguntungkan?
4. Perlukah mereka memberikan fasilitas kredit, dan jika perlu, dengan syarat-syarat apa? Bagaimana mereka dapat secara akurat menelusuri berapa piutang pelanggan dan berapa yang telah dibayar?
5. Bagaimana mereka seharusnya mempekerjakan, melatih, dan mengawasi para pegawai mereka? Paket kompensasi dan keuntungan apa yang seharusnya mereka tawarkan, dan bagaimana mereka seharusnya memproses penggajian?
6. Bagaimana mereka dapat menelusuri pemasukan dan pengeluaran kas agar S&S tidak terjebak dalam kondisi kekurangan kas?
7. Apa bauran produk dan jumlah yang sesuai untuk diterapkan karena ruang showroom S & S tidak begitu luas?
8. Fungsi-fungsi apa yang seharusnya disediakan di website S & S?
Walaupun Scott dan Susan dapat memutuskan hal-hal di atas dengan memakai perkiraan atau memakai “keberanian”, mereka mungkin akan dapat membuat keputusan yang lebih baik apabila mereka mendapatkan informasi tambahan. Sebuah Sistem Informasi Akuntansi yang di rancang dengan baik dapat menyelesaikan beberapa masalah ini.
Apa itu SIA?
Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. SIA terdiri dari lima komponen :
1. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi.
2. Prosedur-Prosedur, baik manual maupun terotomatisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi.
3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi.
4. Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
5. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung, dan peralatan untuk komunikasi jaringan.
Kelima komponen ini secara bersama-sama memungkinkan suatu SIA memenuhi tiga fungsi pentingnya dalam organisasi, yaitu :
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut, dan para pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas tersebut, agar pihak manajemen, para pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi.
2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.
3. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi, termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat, dan andal.
Mengapa Mempelajari SIA?
Mempelajari SIA adalah hal yang penting dalam akuntansi. Dalam statement of Financial Concepts No. 2, Financial Accounting Standards Board mendefinisikan akuntansi sebagai sistem informasi. Di dalam standar akuntansi keuangan tersebut juga disebutkan bahwa tujuan utama akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi para pengambil keputusan. Komisi tersebut menyarankan agar kurikulum akuntansi harus dirancang untuk memberi para mahasiswa sebuah pemahaman yang kuat atas tiga konsep dasar berikut :
1. Pemakaian informasi di dalam pengambilan keputusan.
2. Sifat, desain, pemakaian, dan implementasi SIA
3. Pelaporan informasi keuangan
Anda mungkin berkeinginan untuk mengejar karir dalam profesi akuntan publik. Jika demikian, anda mungkin menjadi seorang auditor. Para auditor perlu memahami sistem-sistem yang digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan perusahaan. Alternatif lainnya anda mungkin ingin menspesialisasikan diri pada perpajakan. Jika demikian, anda perlu memahami tentang SIA klien Anda agar dapat dipercaya bahwa informasi yang digunakan untuk perencanaan dan pemenuhan syarat pajak sudah lengkap dan akurat. Pilihan ketiga adalah konsultan manajemen. Salah-satu jenis pelayanan konsultasi yang paling cepat berkembang berkaitan dengan desain, pemilihan, dan implementasi SIA yang baru. Bahkan, AICPA baru-baru ini membuat sertifikat baru, yaitu Certified Information Technology Profesional (CITP).
Mata Kuliah SIA melengkapi Mata kuliah sistem lainnya. Ada banyak mata kuliah sistem lainnya yang meliputi desain dan implementasi sistem informasi, dan yang dapat membantu anda memnbangun keahlian khusus dalam bidang bidang seperti database, expert sistems, dan telekomunikasi. Matakuliah SIA berbeda dari dari mata kuliah sistem informasi yang lain dalam hal fokus akuntanbilitas dan pengendalianIsu-isu tersebut penting karena pada kebanyakan bisnis besar, para manajer bukan pemilik. Melainkan, para manajer mempercayakan aset-aset ke manajemen untuk membuatnya akuntabel untuk penggunaan yang sesuai.
Fokus Mata kuliah SIA. Tiga faktor yang mempengaruhi desain SIA, yaitu : perkembangan teknologi informasi (TI), strategi organisasi, dan budaya perusahaan.
Peran SIA dalam Rantai Nilai (Value Chain)
Kebanyakan organisasi bertujuan menyediakan nilai untuk pelanggan mereka. Hal ini membutuhkan pelaksanaan berbagai kegiatan yang berbeda-beda. Rantai nilai organisasi terdiri dari lima aktivitas utama yang secara langsung memberikan nilai kepada para pelanggannya, yaitu :
1. Inbound Logistic terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.
2. Operasi (operatios) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa atau produk yang sudah jadi. Sebagai contoh, aktivitas perakitan di dalam sebuah perusahaan otomotif mengubah bahan mentah menjadi mobil yang lengkap.
3. Outbound logistic adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan. Sebagai contoh, mengirimkan mobil yang sudah jadi melalui jasa pelayaran ke para dealer mobil, adalah aktivitas outbound logistic.
4. Pemasaran dan penjualan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi.Pemasangan iklan adalah sebuah contoh kegiatan pemasaran dan penjualan.
5. Pelayanan ( service) memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Misalnya pelayanan perbaikan dan perawatan.
Organisasi juga melaksanakan berbagai aktivitas pendukung (support acktivities) yang memungkinkan kelima aktivitas utama tersebut dilaksanakan secara efisien dan efektif. Aktivitas tersebut menjadi empat kategori :
1. Infrastruktur perusahaan mengarah pada aktivitas-aktivitas akuntansi, keuangan, hukum, administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi untuk beroperasi.
2.Sumber daya manusia melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, dan pemberikan konpensasi dan keuntungan bagi pegawai.
3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk atau jasa. Contohnya adalah penelitian dan pengembangan investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan website, dan desain produk.
4. Pembelian termasuk seluruh aktivitas yang melibatkan perolehan bahan mentah, suplai mesin, dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.
Dengan memperhatikan hubungan antar organisasi dalam rantai persediaannya, suatu perusahaan bisa membantu dirinya sendiri dengan cara menolong organisasi lainnya dalam rantai persediaan untuk memperbaiki kinerja mereka. Pada kasus di awal, S&S dapat memperbaiki aktivitas pembelian dan inbound logistic mereka dengan mengimplemtasikan sistem manajemen just in time (tepat waktu). Biaya S&S berkurang karena aktivitas-aktivitas pembelian dan inbound logistics mereka dilakukan dengan lebih efisien, dan karena jumlah modal mereka yang terikat untuk persediaan kini berkurang. S&S dapat memperoleh keuntungan tambahan apabila mereka menghubungkan sistem baru mereka dengan para pemasok untuk membantu mereka melaksanakan beberapa aktivitas utama dengan lebih efisien dan efektif.
Bagaimana SIA dapat menambah nilai bagi organisasi. Model rantai nilai menunjukkan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi, SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai nilai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat melakukan hal ini dengan cara :
1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa. Sebagai contoh, SIA dapat mengawasi mesin sehingga para operatornya akan diberitahukan dengan segera saat proses yang berjalan keluar dari batas kualitas yang dapat diterima. Hal ini tidak saja membantu mempertahankan kualitas produk, tetapi juga mengurangi jumlah bahan yang terbuang dan biaya untuk pengerjaan ulang.
2. Memperbaiki efisiensi. SIA yang dirancang dengan dengan baik dapat membantu memperbaiki efisiensi jalannya suatu proses dengan memberikan informasi yang lebih tepat waktu.
3. Memperbaiki pengambilan keputusan. SIA dapat memperbaiki pengambilan keputusan dengan memberikan informasi dengan tepat waktu. Sebagai contoh, Wall Mart membuat suatu database lengkap yang berisi informasi rinci tentang transaksi-transaksi penjualan di tiap tokonya.
4. Berbagi Pengetahuan. SIA yang dirancang dengan baik bisa mempermudah proses berbagi pengetahuan dan keahlian, yang selanjutnya dapat memperbaiki proses operasi perusahaan, dan bahkan memberikan keunggulan kompetitif. Sebagai contoh, kantor-kantor akuntan publik yang terbesar menggunakan sistem informasi mereka untuk berbagi cara-cara terbaik dan untuk mendukung komunikasi antar pegawai yang berada di berbagai lokasi kantor yang berbeda.
Data dan Informasi
Data mengarah pada fakta-fakta yang kita kumpulkan, simpan, dan proses dengan sistem informasi. Contoh mengenai aktivitas utama rantai nilai penjualan. Data yang perlu dikumpulkan adalah tentang kejadian penjualan itu sendiri (contoh : tanggal penjualan, jumlah total penjualan). Setelah data dikumpulkan, merupakan tugas SIA untuk mengubah berbagai fakta tersebut agar dapat dipergunakan untuk membuat keputusan. Jadi, informasi adalah data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti.
Pengambilan Keputusan
Para peneliti telah membuat banyak model tentang proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Seluruh model tersebut menggambarkan proses pengambilan keputusan sebagai aktivitas yang kompleks terdiri dari berbagai tahap. Pertama, identifikasi masalah. Lalu, pengambil keputusan harus memilih suatu metode untuk memecahkan masalah. Kemudian, pengambil keputusan harus mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaksanakan model keputusan tersebut, dan selanjutnya menginterpretasikan model tersebut, serta mengevaluasi sisi positif dari tiap alternatif yang ada. Akhirnya, pengambil keputusan memilih dan melaksanakan solusi yang dipilihnya.
Karakteristik informasi yang berguna diantaranya:
Relevan. Informasi itu relevan jika mengurangi ketidakpastia, memperbaiki kemampuan pengambil keputusan untuk membuat prediksi, mengkonfirmasikan atau memperbaiki eskpetasi mereka sebelumnya. Andal. Informasi itu andal jika bebas dari kesalahan atau penyimpangan, dan secara akurat mewakili kejadian atau aktivitas di organisasi. Lengkap. Informasi itu lengkap jika tidak menghilangkan aspek-aspek penting dari kejadian yang merupakan dasar masalah atau aktivitas-aktivitas yang diukurnya. Tepat waktu. Informasi itu tepat waktu jika diberikan pada saat yang tepat untuk memungkinkan pengambilan keputusan menggunakannya dalam membuat keputusan. Dapat dipahami. Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang dapat dipakai dan jelas. Dapat diverifikasi. Informasi dapat diverifikasi jika dua orang dengan pengetahuan yang baik, bekerja secara independen dan masing-masing akan menghasilkan informasi yang sama.
SIA dan Strategi Korporat
Michael Porter, seorang profesor bisnis di Harvard yang terkenal, beragumentasi bahwa ada dua strategi bisnis dasar yang dapat diikuti perusahaan :
1. Strategi differensiasi produk memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk anda yang tidak diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga premium ke para pelanggannya.
2. Strategi biaya rendah memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa yang paling efisien.
Perkembangan teknologi informasi dapat mempengaruhi strategi. Perkembangan internet memberikan illustrasi klasik. Internet sangat mempengaruhi cara berbagai tahapan rantai nilai dilaksanakan. Sebagai contoh, untuk produk-produk yang dapat diubah menjadi data digital, internet memungkinkan organisasi secara signifikan mempersingkat aktivitas inbound dan outbound logistic mereka. Internet juga dapat secara signifikan mempengaruhi baik strategi dan posisi strategis. Sebagai contoh, internet secara dramatis dapat mengurangi biaya, dan karenanya membantu perusahaan mengimplementasikan strategi biaya rendah.
Rabu, 27 Januari 2010
PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Oleh: Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia
Kantor akuntan publik memiliki karakteristik dan lingkup penyediaan jasa yang amat beragam, yang pada gilirannya mempengaruhi struktur dan organisasi dari perusahaan-perusahaan tersebut. Tiga factor utama yang mempengaruhi struktur organisasi dari perusahaan-perisahaan tersebut adalah :
1. Kebutuhan untuk memiliki independensi atas klien. Independensi membuat auditor tetap objektif/tidak memihak dalam menarik kesimpulan mengenai laporan keuangan klien.
2. Pentingnya struktur untuk mendorong kompetensi. Kompetensi mengijinkan para auditor untuk melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lainnya secara efektif dan efisien.
3. Meningkatkan resiko pengendalian yang dihadapi oleh auditor. Dalam dekade terakhir, perusahaan-perusahaan memiliki sejumlah pengalaman dalam peningkatan biaya-biaya yang terkait dengan pengadilan. Beberapa struktur organisasi mampu memberikan suatu tingkat proteksi pada individu anggota perusahaan.
Hirarki organisasi yang khas dalam suatu kantor akuntan publik mencakup para rekanan atau para pemegang saham, manajer, supervisor, senior atau auditor yang memimpin audit, serta para asisten/auditor pemula. Seorang karyawan baru umumnya memulai karir sebagai seorang auditor pemula serta melewatkan sekitar 2 atau 3 tahun dari masing-masing klasifikasi di atas sebelum ia mencapai status sebagai rekanan. Auditor pemula melaksanakan sebagian besar detail-detail audit. Senior audit memilik rata-rata pengalaman audit 2-5 tahun dan bertugas mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas audit di lapangan, termasuk mengawasi dan mereview pekerjaan auditor pemula. Manajer memiliki pengalaman 5-10 tahun dan bertanggung jawab membantu auditor dalam merencanakan dan mengelola audit, mereview pekerjaan auditor penanggug jawab, serta menjaga hubungan dengan klien. Manajer dapat bertanggung jawab atas lebih dari satu pekerjaan pada saat yang bersamaan. Rekan memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan bertugas mereview keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat dalam pembuatan keputusan audit yang penting. Rekan adalah pemiliki perusahaan, dan ia memiliki tanggung jawab mutlak untuk melaksanakan audit dan melayani kliennya.
Standar Profesional Akuntan Publik
Standar Umum. Standar umum pertama (PSA No.4) berbunyi : “ Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai audit”. Standar umum pertama menegaskan bahwa betapa pun tingginya kemampuan seseorang dalam bidang-bidang lain, termasuk dalam bisnis dan keuangan, ia tidak dapat memenuhi persyaratan yang dimaksudkan dalam standar auditing ini, jika ia tidak memiliki pendidikan serta pengalaman memadai dalam bidang auditing. Standar Umum kedua berbunyi : “ Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.”. Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakn pekerjaannya untuk kepentingan umum. Namun, independensi dalam hal ini tidak berarti seperti sikap seorang penuntut dalam perkara pengadilan, namun lebih dapat disamakan dengan sikap tidak memihaknya seorang hakim. Profesi akuntan publik telah menetapkan dalam kode etik akuntan Indonesia, agar profesi ini menjaga dirinya dari kehilangan persepsi independensi dari masyarakat. Standar Umum ketiga berbunyi :” Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.” Standar ini menuntut auditor independen untuk merencanakan dan melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme professional. Skeptisme professional adalah sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara kritis bukti audit. Penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama memungkinkan auditor untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan.
Standar Pekerjaan Lapangan. Standar Pekerjaan lapangan pertama berbunyi : “ Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.” Pertimbangan atas standar pekerjaan lapangan pertama memicu kesadaran bahwa penunjukkan auditor independen secara dini akan memberikan banyak manfaat bagi auditor maupun klien. Disamping itu auditor harus membangun pemahaman dengan klien tentang jasa yang akan dilaksanakan untuk setiap perikatan. Pemahaman tersebut mengurangi resiko terjadinya salah interpretasi kebutuhan atau harapan pihak lain, baik di pihak auditor maupun klien. Pemahaman dengan klien tentang audit atas laporan keuangan umumnya mencakup hal-hal berikut ini :
a. Tujuan audit adalah menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan
b. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan mempertahankan pengendalian intern yang efektif terhadap pelaporan keuangan.
c. Manajemen bertanggung jawab untuk mengindentifikasi dan menjamin bahwa entitas mematuhi peraturan perundangan yang berlaku terhadap aktivitasnya.
d. Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan keuangan dan informasi yang berkaitan tersedia bagi auditor.
e. Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi auditor yang menegaskan representasi tertentu yang dibuat selama audit berlangsung.
f. Auditor bertanggung jawab untuk melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mensyaratkan bahwa auditor memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan.
g. Suatu audit mencakup perolehan pemahaman atas pengendalian intern yang cukup untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan luasnya prosedur audit yang harus dilaksanakan. Suatu audit tidak didesain untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern atau untuk mengidentifikasi semua kondisi yang dapat dilaporkan.
Perencanaan dan supervisi. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat, lingkup, dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan, antara lain :
a. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut.
b. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
c. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang siginifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
d. Tingkat resiko pengendalian yang direncanakan.
e. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
f. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian
g. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit, seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubunhgan istimewa.
h. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan.
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Unsur supervise adalah memberikan instruksi kepada asisten, tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit, mereview pekerjaan yang dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan.
Standar Pelaporan
Standar pelaporan pertama menyatakan:
“ Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.”
Istilah prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia yang digunakan dimaksudkan tidak hanya prinsip dan praktik akuntansi, tetapi juga metode penerapannya. Istilah tersebut mencakup konvensi, aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu.
Standar Pelaporan kedua berbunyi :
“ Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.”
Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan diantara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya.
Standar Pelaporan ketiga berbunyi:
“Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.”
Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mencakup dimuatnya pengungkapan informative yang memadai atas hal-hal material. Hal-hal tersebut mencakup bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan, serta catatan atas laporan keuangan, yang meliputi sebagai contoh, istilah yang digunakan, rincian yang dibuat, penggolongan unsure dalam laporan keuangan, dan dasar-dasar yang digunakan untuk menghasilkan jumlah yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
Pernyataan Standar Auditing
Kesepuluh standar professional akuntan public memiliki cakupan yang terlalu luas dalam menyediakan suatu panduan yang memadai bagi para auditor. Panduan-panduan yang lebih spesifik dapat ditemukan dalam SAS ( Statement of Auditing Standards) yang diterbitkan oleh Auditing Standards Board AICPA. Standar Profesional Akuntan Publik dan SAS/PSA dipandang sebagai literature resmi, serta bagi mereka yang melakukan audit atas laporan keuangan historis wajib mematuhi standar-standar yang ditetapkan dalam standar professional akuntan public dan SAS/PSA tersebut yaitu di bawah kode etik professional AICPA. Walaupun GASS dan SAS merupakan panduan auditing resmi bagi para anggota profesi, kedua panduan tersebut hanya memberikan arahan sedikit bagi para auditor daripada yang diperkirakan semula.
Standar Internasional Audit
Dikarenakan oleh globalisasi bisnis dan pasar modal, ada minat dan tren yang kuat menuju pengembangan penyeragaman standar akuntansi dan audit di seluruh dunia. Saat ini, perwakilan dari Negara-negara berbeda bekerja bersama pada proyek penetapan standar untuk mengkoordinasikan standar audit internasional yang berlaku.
International Standards on Auditing (ISA)-standar auditing international yang diterbitkan oleh International Auditing Practice Committee of the international Federation of Accountants (IFAC) atau komite praktek auditing international pada Federasi Akuntan International. Saat ini terdapat suatu perhatian dan kecenderungan untuk membangun harmonisasi, yang berarti membangun suatu standar akuntansi dan auditing yang seragam di seluruh dunia.
Pengendalian Kualitas
Pada tahun 1978, AICPA mendirikan Komite Standar Pengendalian Kualitas serta memberinya tanggung jawab untuk membantu kantor akuntan public mengembangkan dan menginplementasikan standar pengendalian kualitas. Bagi suatu Kantor akuntan public, pengendalian kualitas terdiri dari metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor akuntan publik telah memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien maupun kepada pihak lain. Metode ini mencakup pula struktur organisasi kantor akuntan public serta prosedur-prosedur yang dikembangkan oleh kantor akuntan publik itu.
Elemen-elemen dalam pengendalian kualitas.
Komite Standar pengendalian kualitas mengidentifikasi Elemen pengendalian kualitas yang harus dipertimbangkan oleh setiap perusahaan pada saat mereka menyusun kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas mereka masing-masing. Diantaranya :
1. Independensi, integritas, objektivitas
Rangkuman Persyaratan. Semua personalia yang terlibat dalam penugasan harus memelihara indepedensi baik secara nyata maupun secara penampilan, melaksanakan seluruh tanggung jawab profesionalnya dengan segenap integritas, serta memelihara objektivitas dalam melaksanakan tanggung jawab professional mereka. Contoh prosedur. Setiap tahun, setiap klien dan karyawan harus mengisi formulir “ kuesioner indepedensi”, yang berkaitan dengan hal seperti kepemilikan saham serta keanggotaan pada dewan direksi.
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Rangkuman Persyaratan. Dalam perusahaan akuntan publik, kebijakan dan prosedur yang harus disusun supaya dapat memberikan tingkat keandalan tertentu bahwa: Semua karyawan baru memiliki kualfiikasi sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara kompeten. Pekerjaan dibebankan pada mereka yang telah mendapat pelatihan teknis yang cukup serta memiliki kecakapan. Semua karyawan harus berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan profesi berkelanjutan serta aktivitas pengembangan profesi sehingga membuat mereka mampu melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka. Karyawan yang terplih untuk dipromosikan adalah mereka yang memiliki kualfikasi yang diperlukan supaya menjadi bertanggung jawab dalam penugasan berikutnya. Contoh Prosedur. Setiap professional harus dievaluasi pada setiap kali penugasan dengan menggunakan formulir evaluasi penugasan individual.
3. Penerimaan serta kelanggengan klien dan penugasannya
Rangkuman Persyaratan. Kebijakan dan prosedur harus disusun agar dapat menentukan apakah akan menerima klien baru atau meneruskan kerjasama dengan klien yang telah ada. Kebijakan dan prosedur ini harus mampu meminimalkan resiko yang berkaitan dengan klien yang memiliki tingkat integritas manajemen yang rendah. Perusahaan akuntan public hanya boleh melaksanakan penugasan yang dapat dilakukan dengan kompetensi professional. Contoh prosedur. Formulir evaluasi klien, yang memuat masalah-masalah seputar komentar auditor pendahulu dan evaluasi manajemen, harus dipersiapkan untuk setiap klien baru sebelumn perusahaan akuntan publik memutuskan menerima klien tersebut.
4. Kinerja atas Penugasan
Rangkuman Persyaratan. Kebijakan dan prosedur harus hadir terutama untuk memastikan bahwa penugasan yang dilaksanakan oleh auditor telah memenuhi standar profesi, ketentuan pemerintah, serta standar kualitas perusahaan akuntan public. Contoh Prosedur. Direktur akuntansi dan auditing perusahaan akuntan public dapat diajak berkonsultasi serta telah memberikan persetujuannya pada semua penugasan sebelum penugasan itu dianggap selesai.
5. Pemantauan
Rangkuman Persyaratan. Harus terdapat kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa keempat elemen pengendalian kualitas lainnya telah diterapkan secara efektif. Contoh prosedur. Rekan yang bertugas mengendalikan kualitas harus menguji prosedur pengendalian kualitas minimal setahun sekali untuk memastikan bahwa perusahaan akuntan public masih mematuhi prosedur itu.
Rangkuman Persyaratan.
Divisi Kantor Akuntan Publik
AICPA telah mendirikan divisi kantor akuntan publik serta mendirikan pula dua seksi/kompartemen : SEC Practice Section dan Private Companies Practice Section. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pekerjaan kantor akuntan public agar konsisten dengan standar pengendalian kualitas dari AICPA. Masing-masing kompartemen memiliki syarat-syarat keanggotaan serta wewenang untuk mengenakan sanksi bagi anggota yang tidak mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah persyaratan-persyaratan untuk menjadi anggota SEC Praction :
• Ketaatan pada standar Pengendalian Kualitas. Kantor akuntan public harus setuju dan taat kepada standar pengendalian kualitas yang telah dinyatakan dalam bagian sebelumnya.
• Mandatory peer review. Setiap perusahaan harus mendapat review secara periodic atas pengendalian kualitas serta praktek-praktek akuntansi dan auditing, di mana review ini dilakukan oleh kantor akuntan publik lainnya berkualifikasi.
• Kesinambungan pendidikan. Setiap professional anggota perusahaan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan sebanyak 120 jam dalam periode tiga tahun sekali.
• Rotasi partner. Kewajiban untuk mempekerjakan seorang partner baru/rekanan baru pada setiap penugasan SEC, dilaksanakan jika rekanan lainnya telah bekerja bagi penugasan tersebut selama 7 tahun berturut-turut.
• Persetujuan dari rekanan/parner review. Seluruh audit yang dilaksanakan terhadap perusahaan publik harus direview oleh partner lainnya selain partner yang bekerja dalam penugasan tersebut.
• Larangan atas beberapa jasa tertentu. Kantor akuntan public harus menahan diri untuk tidak melakukan beberapa jenis jasa konsultasi manajemen tertentu bagi klien jasa audit yang merupakan perusahaan publik. Jasa-jasa tersebut meliputi tes psikologi, poling opini masyarakat, bantuan untuk proses merger dan akuisisi untuk sejumlah fee pendiri, penerimaan eksekutif, serta jasa aktuaria bagi perusahaan asuransi.
• Pelaporan atas ketidaksetujuan. Seorang auditor diwajibkan untuk memberikan laporan kepada komite audit atau dewan direksi dari masing-masing klien audit SEC atas sejumlah ketidaksetujuan utama antara auditor dengan manajemen tentang masalah-masalah akuntansi , pengungkapan, atau auditing.
• Pelaporan atas Pelaksanaan Jasa-Jasa konsultasi Manajemen. Seorang auditor diwajibkan untuk melaporkan kepada komite audit atau dewan direksi dari masing-masing klien audit SEC atas jenis jasa konsultasi manajemen yang diberikan kepada klien selama suatu tahun audit serta total pendapatan yang diterima dari jenis jasa tersebut.
Referensi :
Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia
Kantor akuntan publik memiliki karakteristik dan lingkup penyediaan jasa yang amat beragam, yang pada gilirannya mempengaruhi struktur dan organisasi dari perusahaan-perusahaan tersebut. Tiga factor utama yang mempengaruhi struktur organisasi dari perusahaan-perisahaan tersebut adalah :
1. Kebutuhan untuk memiliki independensi atas klien. Independensi membuat auditor tetap objektif/tidak memihak dalam menarik kesimpulan mengenai laporan keuangan klien.
2. Pentingnya struktur untuk mendorong kompetensi. Kompetensi mengijinkan para auditor untuk melaksanakan audit dan melakukan jasa-jasa lainnya secara efektif dan efisien.
3. Meningkatkan resiko pengendalian yang dihadapi oleh auditor. Dalam dekade terakhir, perusahaan-perusahaan memiliki sejumlah pengalaman dalam peningkatan biaya-biaya yang terkait dengan pengadilan. Beberapa struktur organisasi mampu memberikan suatu tingkat proteksi pada individu anggota perusahaan.
Hirarki organisasi yang khas dalam suatu kantor akuntan publik mencakup para rekanan atau para pemegang saham, manajer, supervisor, senior atau auditor yang memimpin audit, serta para asisten/auditor pemula. Seorang karyawan baru umumnya memulai karir sebagai seorang auditor pemula serta melewatkan sekitar 2 atau 3 tahun dari masing-masing klasifikasi di atas sebelum ia mencapai status sebagai rekanan. Auditor pemula melaksanakan sebagian besar detail-detail audit. Senior audit memilik rata-rata pengalaman audit 2-5 tahun dan bertugas mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas audit di lapangan, termasuk mengawasi dan mereview pekerjaan auditor pemula. Manajer memiliki pengalaman 5-10 tahun dan bertanggung jawab membantu auditor dalam merencanakan dan mengelola audit, mereview pekerjaan auditor penanggug jawab, serta menjaga hubungan dengan klien. Manajer dapat bertanggung jawab atas lebih dari satu pekerjaan pada saat yang bersamaan. Rekan memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan bertugas mereview keseluruhan pekerjaan audit dan terlibat dalam pembuatan keputusan audit yang penting. Rekan adalah pemiliki perusahaan, dan ia memiliki tanggung jawab mutlak untuk melaksanakan audit dan melayani kliennya.
Standar Profesional Akuntan Publik
Standar Umum. Standar umum pertama (PSA No.4) berbunyi : “ Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai audit”. Standar umum pertama menegaskan bahwa betapa pun tingginya kemampuan seseorang dalam bidang-bidang lain, termasuk dalam bisnis dan keuangan, ia tidak dapat memenuhi persyaratan yang dimaksudkan dalam standar auditing ini, jika ia tidak memiliki pendidikan serta pengalaman memadai dalam bidang auditing. Standar Umum kedua berbunyi : “ Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.”. Standar ini mengharuskan auditor bersikap independen, artinya tidak mudah dipengaruhi, karena ia melaksanakn pekerjaannya untuk kepentingan umum. Namun, independensi dalam hal ini tidak berarti seperti sikap seorang penuntut dalam perkara pengadilan, namun lebih dapat disamakan dengan sikap tidak memihaknya seorang hakim. Profesi akuntan publik telah menetapkan dalam kode etik akuntan Indonesia, agar profesi ini menjaga dirinya dari kehilangan persepsi independensi dari masyarakat. Standar Umum ketiga berbunyi :” Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.” Standar ini menuntut auditor independen untuk merencanakan dan melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama. Penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme professional. Skeptisme professional adalah sikap yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi secara kritis bukti audit. Penggunaan kemahiran professional dengan cermat dan seksama memungkinkan auditor untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan.
Standar Pekerjaan Lapangan. Standar Pekerjaan lapangan pertama berbunyi : “ Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.” Pertimbangan atas standar pekerjaan lapangan pertama memicu kesadaran bahwa penunjukkan auditor independen secara dini akan memberikan banyak manfaat bagi auditor maupun klien. Disamping itu auditor harus membangun pemahaman dengan klien tentang jasa yang akan dilaksanakan untuk setiap perikatan. Pemahaman tersebut mengurangi resiko terjadinya salah interpretasi kebutuhan atau harapan pihak lain, baik di pihak auditor maupun klien. Pemahaman dengan klien tentang audit atas laporan keuangan umumnya mencakup hal-hal berikut ini :
a. Tujuan audit adalah menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan
b. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan mempertahankan pengendalian intern yang efektif terhadap pelaporan keuangan.
c. Manajemen bertanggung jawab untuk mengindentifikasi dan menjamin bahwa entitas mematuhi peraturan perundangan yang berlaku terhadap aktivitasnya.
d. Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan keuangan dan informasi yang berkaitan tersedia bagi auditor.
e. Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi auditor yang menegaskan representasi tertentu yang dibuat selama audit berlangsung.
f. Auditor bertanggung jawab untuk melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mensyaratkan bahwa auditor memperoleh keyakinan memadai, bukan mutlak, tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, yang disebabkan oleh kekeliruan atau kecurangan.
g. Suatu audit mencakup perolehan pemahaman atas pengendalian intern yang cukup untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan luasnya prosedur audit yang harus dilaksanakan. Suatu audit tidak didesain untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern atau untuk mengidentifikasi semua kondisi yang dapat dilaporkan.
Perencanaan dan supervisi. Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan. Sifat, lingkup, dan saat perencanaan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan tentang bisnis entitas. Dalam perencanaan audit, auditor harus mempertimbangkan, antara lain :
a. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha entitas tersebut.
b. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas tersebut.
c. Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah informasi akuntansi yang siginifikan, termasuk penggunaan organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi pokok perusahaan.
d. Tingkat resiko pengendalian yang direncanakan.
e. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit.
f. Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian
g. Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit, seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang mempunyai hubunhgan istimewa.
h. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan.
Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Unsur supervise adalah memberikan instruksi kepada asisten, tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit, mereview pekerjaan yang dilaksanakan, dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan.
Standar Pelaporan
Standar pelaporan pertama menyatakan:
“ Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.”
Istilah prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia yang digunakan dimaksudkan tidak hanya prinsip dan praktik akuntansi, tetapi juga metode penerapannya. Istilah tersebut mencakup konvensi, aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu.
Standar Pelaporan kedua berbunyi :
“ Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.”
Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan diantara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya.
Standar Pelaporan ketiga berbunyi:
“Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.”
Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mencakup dimuatnya pengungkapan informative yang memadai atas hal-hal material. Hal-hal tersebut mencakup bentuk, susunan, dan isi laporan keuangan, serta catatan atas laporan keuangan, yang meliputi sebagai contoh, istilah yang digunakan, rincian yang dibuat, penggolongan unsure dalam laporan keuangan, dan dasar-dasar yang digunakan untuk menghasilkan jumlah yang dicantumkan dalam laporan keuangan.
Pernyataan Standar Auditing
Kesepuluh standar professional akuntan public memiliki cakupan yang terlalu luas dalam menyediakan suatu panduan yang memadai bagi para auditor. Panduan-panduan yang lebih spesifik dapat ditemukan dalam SAS ( Statement of Auditing Standards) yang diterbitkan oleh Auditing Standards Board AICPA. Standar Profesional Akuntan Publik dan SAS/PSA dipandang sebagai literature resmi, serta bagi mereka yang melakukan audit atas laporan keuangan historis wajib mematuhi standar-standar yang ditetapkan dalam standar professional akuntan public dan SAS/PSA tersebut yaitu di bawah kode etik professional AICPA. Walaupun GASS dan SAS merupakan panduan auditing resmi bagi para anggota profesi, kedua panduan tersebut hanya memberikan arahan sedikit bagi para auditor daripada yang diperkirakan semula.
Standar Internasional Audit
Dikarenakan oleh globalisasi bisnis dan pasar modal, ada minat dan tren yang kuat menuju pengembangan penyeragaman standar akuntansi dan audit di seluruh dunia. Saat ini, perwakilan dari Negara-negara berbeda bekerja bersama pada proyek penetapan standar untuk mengkoordinasikan standar audit internasional yang berlaku.
International Standards on Auditing (ISA)-standar auditing international yang diterbitkan oleh International Auditing Practice Committee of the international Federation of Accountants (IFAC) atau komite praktek auditing international pada Federasi Akuntan International. Saat ini terdapat suatu perhatian dan kecenderungan untuk membangun harmonisasi, yang berarti membangun suatu standar akuntansi dan auditing yang seragam di seluruh dunia.
Pengendalian Kualitas
Pada tahun 1978, AICPA mendirikan Komite Standar Pengendalian Kualitas serta memberinya tanggung jawab untuk membantu kantor akuntan public mengembangkan dan menginplementasikan standar pengendalian kualitas. Bagi suatu Kantor akuntan public, pengendalian kualitas terdiri dari metode-metode yang digunakan untuk memastikan bahwa kantor akuntan publik telah memenuhi tanggung jawab profesionalnya kepada klien maupun kepada pihak lain. Metode ini mencakup pula struktur organisasi kantor akuntan public serta prosedur-prosedur yang dikembangkan oleh kantor akuntan publik itu.
Elemen-elemen dalam pengendalian kualitas.
Komite Standar pengendalian kualitas mengidentifikasi Elemen pengendalian kualitas yang harus dipertimbangkan oleh setiap perusahaan pada saat mereka menyusun kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas mereka masing-masing. Diantaranya :
1. Independensi, integritas, objektivitas
Rangkuman Persyaratan. Semua personalia yang terlibat dalam penugasan harus memelihara indepedensi baik secara nyata maupun secara penampilan, melaksanakan seluruh tanggung jawab profesionalnya dengan segenap integritas, serta memelihara objektivitas dalam melaksanakan tanggung jawab professional mereka. Contoh prosedur. Setiap tahun, setiap klien dan karyawan harus mengisi formulir “ kuesioner indepedensi”, yang berkaitan dengan hal seperti kepemilikan saham serta keanggotaan pada dewan direksi.
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Rangkuman Persyaratan. Dalam perusahaan akuntan publik, kebijakan dan prosedur yang harus disusun supaya dapat memberikan tingkat keandalan tertentu bahwa: Semua karyawan baru memiliki kualfiikasi sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara kompeten. Pekerjaan dibebankan pada mereka yang telah mendapat pelatihan teknis yang cukup serta memiliki kecakapan. Semua karyawan harus berpartisipasi dalam pelaksanaan pendidikan profesi berkelanjutan serta aktivitas pengembangan profesi sehingga membuat mereka mampu melaksanakan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka. Karyawan yang terplih untuk dipromosikan adalah mereka yang memiliki kualfikasi yang diperlukan supaya menjadi bertanggung jawab dalam penugasan berikutnya. Contoh Prosedur. Setiap professional harus dievaluasi pada setiap kali penugasan dengan menggunakan formulir evaluasi penugasan individual.
3. Penerimaan serta kelanggengan klien dan penugasannya
Rangkuman Persyaratan. Kebijakan dan prosedur harus disusun agar dapat menentukan apakah akan menerima klien baru atau meneruskan kerjasama dengan klien yang telah ada. Kebijakan dan prosedur ini harus mampu meminimalkan resiko yang berkaitan dengan klien yang memiliki tingkat integritas manajemen yang rendah. Perusahaan akuntan public hanya boleh melaksanakan penugasan yang dapat dilakukan dengan kompetensi professional. Contoh prosedur. Formulir evaluasi klien, yang memuat masalah-masalah seputar komentar auditor pendahulu dan evaluasi manajemen, harus dipersiapkan untuk setiap klien baru sebelumn perusahaan akuntan publik memutuskan menerima klien tersebut.
4. Kinerja atas Penugasan
Rangkuman Persyaratan. Kebijakan dan prosedur harus hadir terutama untuk memastikan bahwa penugasan yang dilaksanakan oleh auditor telah memenuhi standar profesi, ketentuan pemerintah, serta standar kualitas perusahaan akuntan public. Contoh Prosedur. Direktur akuntansi dan auditing perusahaan akuntan public dapat diajak berkonsultasi serta telah memberikan persetujuannya pada semua penugasan sebelum penugasan itu dianggap selesai.
5. Pemantauan
Rangkuman Persyaratan. Harus terdapat kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa keempat elemen pengendalian kualitas lainnya telah diterapkan secara efektif. Contoh prosedur. Rekan yang bertugas mengendalikan kualitas harus menguji prosedur pengendalian kualitas minimal setahun sekali untuk memastikan bahwa perusahaan akuntan public masih mematuhi prosedur itu.
Rangkuman Persyaratan.
Divisi Kantor Akuntan Publik
AICPA telah mendirikan divisi kantor akuntan publik serta mendirikan pula dua seksi/kompartemen : SEC Practice Section dan Private Companies Practice Section. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pekerjaan kantor akuntan public agar konsisten dengan standar pengendalian kualitas dari AICPA. Masing-masing kompartemen memiliki syarat-syarat keanggotaan serta wewenang untuk mengenakan sanksi bagi anggota yang tidak mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah persyaratan-persyaratan untuk menjadi anggota SEC Praction :
• Ketaatan pada standar Pengendalian Kualitas. Kantor akuntan public harus setuju dan taat kepada standar pengendalian kualitas yang telah dinyatakan dalam bagian sebelumnya.
• Mandatory peer review. Setiap perusahaan harus mendapat review secara periodic atas pengendalian kualitas serta praktek-praktek akuntansi dan auditing, di mana review ini dilakukan oleh kantor akuntan publik lainnya berkualifikasi.
• Kesinambungan pendidikan. Setiap professional anggota perusahaan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan sebanyak 120 jam dalam periode tiga tahun sekali.
• Rotasi partner. Kewajiban untuk mempekerjakan seorang partner baru/rekanan baru pada setiap penugasan SEC, dilaksanakan jika rekanan lainnya telah bekerja bagi penugasan tersebut selama 7 tahun berturut-turut.
• Persetujuan dari rekanan/parner review. Seluruh audit yang dilaksanakan terhadap perusahaan publik harus direview oleh partner lainnya selain partner yang bekerja dalam penugasan tersebut.
• Larangan atas beberapa jasa tertentu. Kantor akuntan public harus menahan diri untuk tidak melakukan beberapa jenis jasa konsultasi manajemen tertentu bagi klien jasa audit yang merupakan perusahaan publik. Jasa-jasa tersebut meliputi tes psikologi, poling opini masyarakat, bantuan untuk proses merger dan akuisisi untuk sejumlah fee pendiri, penerimaan eksekutif, serta jasa aktuaria bagi perusahaan asuransi.
• Pelaporan atas ketidaksetujuan. Seorang auditor diwajibkan untuk memberikan laporan kepada komite audit atau dewan direksi dari masing-masing klien audit SEC atas sejumlah ketidaksetujuan utama antara auditor dengan manajemen tentang masalah-masalah akuntansi , pengungkapan, atau auditing.
• Pelaporan atas Pelaksanaan Jasa-Jasa konsultasi Manajemen. Seorang auditor diwajibkan untuk melaporkan kepada komite audit atau dewan direksi dari masing-masing klien audit SEC atas jenis jasa konsultasi manajemen yang diberikan kepada klien selama suatu tahun audit serta total pendapatan yang diterima dari jenis jasa tersebut.
Jumat, 22 Januari 2010
KEBUTUHAN AKAN JASA AUDIT DAN PELAYANAN VERIKFIKASI
Oleh : Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia
“ Gelembung Bursa saham pecah di musim semi tahun 2000, dan pada musim gugur tahun 2001. Terungkap bahwa eksekutif puncak Enron, raksasa energi yang berpusat di Houston, Texas telah menipu investor dengan secara curang menggelembungkan profitabiltas perusahaan. Pada saat peninjauan kembali, tampak bahwa Arthur Andersen, kantor akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Enron, telah kehilangan objektivitasnya dalam mengevaluasi metode akuntansi Enron. Tidak adanya independensi diduga kera timbul karena Andersen bertindak baik sebagai auditor internal maupun eksternal dan fakta bahwa Andersen dibayar puluhan juta dollar atas biaya konsultasi yang terpisah dengan jumlahnya melebihi biaya atas audit eksternal sendiri. Apapun penyebabnya, Andersen telah gagal untuk melaporkan ketidaklayakan sistem akuntansi Enron.
Pada bulan Agustus 2002, Andersen secara resmi berhenti memberikan jasa audit atas perusahaan publik dan mulai memecah bisnisnya ke dalam bagian-bagian kecil. Keruntuhan Anderson adalah akibat dari hilangnya reputasi karena kegagalan audit yang berlarut-larut dan tuduhan terhadap perusahaan dan juga dakwaan selanjutnya atas pelanggaran hukum.
Kecurangan akuntansi Enron bukan yang terbesar sepanjang sejarah, tetapi mungkin yang paling terkenal karena mengakibatkan runtuhnya Arthur Andersen dan memicu kemarahan yang hebat dari investor, kreditur, pembuat peraturan, dan pemerintah.”
Salah-satu peristiwa diatas menunjukkan sangat berarti profesi akuntan dan khususnya para auditor. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya audit baik bagi perusahaan pribadi maupun perusahaan publik. Dengan menambahkan fungsi audit kepada setiap situasi, pengguna laporan keuangan mendapatkan keyakinan memadai dalam laporan keuangan tidak terkandung salah saji ataupun penghilangan yang material. Auditor dapat juga memberikan keyakinan yang bernilai mengenai informasi operasi, keandalan dan keamanan sistem informasi, serta pengendalian internal suatu entitas.
Pelayanan Assurance
Pelayanan assurance (pelayanan verifikasi) adalah pelayanan atau jasa profesional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat keputusan. Jasa-jasa assurance dapat dilakukan oleh akuntan publik atau oleh para profesional dari berbagai bidang lainnya. Sebagai analogi: membeli rumah yang lebih tua. Analogi ini akan menggambarkan konsep teroritis yang baru di bahas dan akan membantu anda untuk mengembangkan lebih lanjut pemahaman anda mengenai apa yang dikerjakan auditor dan karakteristik apa yang harus ada dalam diri auditor dan dalam audit. Dalam membeli rumah yang telah ada, informasi yang asimetris terjadi karena penjual biasanya memiliki informasi yang lebih banyak mengenai rumah itu dibandingkan dengan pembeli. Terdapat juga konflik kepentingan alami antara pembeli dan penjual. Penjual secara umum menginginkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan yang lebih rendah, dan mungkin akan termotivasi untuk melebih-lebihkan nilai positifnya dan menutupi atau tidak akan menginformasikan mengenai nilai negatif dari bangunan yang akan di jual tersebut. Untuk mendukung harga yang diminta, penjual biasanya memberikan pernyataan atau asersi mengenai propertinya. Sebagai contoh, penjual rumah tua mungkin akan menegaskan bahwa atapnya antibocor, bahwa fondasinya kokoh, bahwa tidak ada yang lapuk atau kerusakan akibat serangga, dan bahwa instalasi pipa serta listriknya masih berfungsi dengan baik. Dengan ketiadaan kemampuan untuk menilai pernyataan penjual, pembeli secara logis dapat mengurangi ketidaksimetrisan informasi dengan menyewa seorang pengawas. Fungsi pengawas inilah yang disebut assurance. Contoh lain, Ikatan Konsumen merupakan suatu organisasi nirlaba yang bertugas untuk menguji beraneka ragam produk yang akan digunakan oleh konsumen dan melaporkan penilaian mereka atas kualitas produk-produk yang diuji tersebut dalam consumen report. Informasi yang tersedia dalam consumen report ini dimaksudkan untuk menbantu konsumen dalam mengambil keputusan yang bijaksana atas produk-produk yang akan mereka beli. Informasi yang tersedia dalam dalam consumen report ini oleh banyak konsumen dianggap lebih terpercaya daripada informasi yang disediakan oleh produsen produk tersebut karena ikatan konsumen merupakan suatu organisasi yang independen, tidak terkait dengan para produsen produk.
Kebutuhan akan jasa assurance bukanlah barang baru. Kantor akuntan publik telah menyediakan berbagai jenisa jasa assurance selama bertahun-tahun, khususnya jasa assurance tentang informasi laporan keuangan historis. Firma akuntan publik pun menyediakan jasa-jasa assurance yang berhubungan dengan undian dan lomba-lomba agar dapat memberikan keandalan bahwa para pemenang ditentukan berdasarkan cara-cara objektif sesuai dengan aturan-aturan lomba. Saat ini, akuntan publik telah mengembangkan jenis-jenis jasa yang mereka berikan termasuk perjanjian-perjanjian untuk memberikan keandalan tentang berbagai jenis informasi. Kebutuhan atas jasa-jasa assurance diharapkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan akan informasi serta semakin banyaknya informasi terkini yang tersedia di internet.
Salah-satu kategori jasa yang disediakan kantor akuntan publik adalah jasa atestasi. Atestasi merupakan salah-satu jenis jasa asurance yang disediakan oleh akuntan publik, dimana akuntan publik akan menerbitkan laporan tertulis yang isinya antara lain berupa kesimpulan tentang keterpercayaan atau asersi (pernyataan yang menyebutkan sesuatu itu benar) yang dibuat oleh pihak lain. Terdapat tiga kategori jasa atestasi : audit atas laporan keuangan historis, tinjauan (review) atas laporan keuangan historis, dan jasa-jasa atestasi lainnya.
Audit atas laporan keuangan historis. Audit atas keuangan historis merupakan bentuk jasa atestasi yang mana si auditor menerbitkan laporan tertulis berisi pendapat atau opininya mengenai apakah laporan keuangan historis tersebut telah disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.
Tinjauan atas Laporan keuangan historis. Suatu tinjauan atas laporan keuangan historis merupakan jenis jasa atestasi lainnya yang dapat dilakukan oleh kantor akuntan publik. Sebagian besar perusahaan non publik ingin menyediakan informasi yang dapat diandalkan dalam laporan keuangan mereka, tanpa menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan proses audit.
Jasa-jasa atestasi lainnya. Sebagian besar dari jenis jasa ini merupakan suatu pengembangan alami dari audit atas laporan keuangan historie, akibat dari keinginan para pengguna informasi untuk mencari keandalan dari pihak independen tentang berbagai jenis informasi. Sebagai contoh, bank-bank seringkali meminta para debiturnya untuk mengikat perjanjian dengan kantor akuntan publik agar mereka dapat memberikan rasa keandalan pada bankir tentang kepatuhan para debitur atas berbagai kewajiban-kewajiban tertentu yang harus dipatuhi oleh debitur dalam dalam akta perjanjian mereka dengan bank.
Jasa-jasa Assurance lainnya.
Jasa-jasa Assurance pada Teknologi Informasi. Salah-satu faktor utama yang mempengaruhi kebutuhan akan jasa-jasa assurance lainnya adalah semakin berkembang pesatnya internet dan perdagangan secara elektronik. Contohnya adalah banyak fungsi-fungsi bisnis, seperti pemesanan dan pembayaran tagihan, telah dilaksanakan melalui internet dan secara langsung antara komputer melalui pertukaran data elektronik. Ketika transaksi-transaksi dan informasi disebarkan secara on-line dan real-time, akan terdapat lebih banyak kebutuhan akan keandalan atas pengendalian komputer pada informasi yang ditransaksikan secara elektronik serta keamanan dari informasi yang terkait dengan transaksi-transaksi tersebut. Akuntan publik dapat membantu memberikan keandalan atas fungsi-fungsi ini. Dua contoh dari jasa assurance yang terkait dengan teknologi informasi adalah keandalan atas pengendalian situs internet dan keandalan atas keterpercayaan sistem informasi. Jasa WebTrust akuntan publik. Untuk merespon kebutuhan akan keandalan yang terus meningkat akibat dari ledakan transaksi bisnis yang terjadi di internet, AICPA menciptakan jasa assurance WebTrust. Firma akuntan publik yang memperoleh ijin dari AICPA untuk memberikan jasa ini akan menyediakan keandalan bagi para pengguna situs-situs internet melalui segel elektronik WebTrust yang tertera dalam situs internet tersebut. Jasa Menilai keterpercayaan sistem informasi (Information system reliability services/Sys Trust). Dalam perjanjian ini, akuntan publik akan menyediakan keandalan atas suatu informasi yang telah dirancang dan dioperasikan untuk memproduksi data terpercaya, termasuk pula pengujian sistem untuk menentukan apakah sistem dilengkapi dengan perlindungan atas potensi timbulnya kerusakan data.
Contoh-contoh jasa Web Trust
Privasi online. Memberikan jaminan bahwa sebuah situs web melindungi privasi informasi pribadi yang diberikan oleh perorangan, seperti nomor jaminan sosial.
Keamanan. Memberikan jaminan dimana akses ke sistem situs web dan data dibatasi hanya untuk orang yang diijinkan.
Praktek bisnis/integritas transaksi. Memberikan jaminan bahwa transaksi e-commerce diproses sepenuhnya dan secara akurat.
Ketersediaan. Memberikan jaminan bahwa sistem e-commerce dan data akan tersedia bagi pemakai saat mereka membutuhkannya.
Otorisasi sertifikasi. Memberikan jaminan atas memadainya dan efektifnya kontrol yang digunakan.
Karakteristik Auditing
Auditing adalah pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen.
Definsi proses auditing ini lebih luas daripada definisi audit atas laporan keuangan historis serta mencakup berbagai jenis jasa atestasi dan jasa assurance.
Informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan audit, maka harus terdapat informasi dalam bentuk yang dapat diuji serta beberapa standar (kriteria) yang dapat digunakan oleh sang auditor untuk mengevaluasi informasi tersebut.Sebagai contoh, dalam audit atas laporan keuangan historis oleh kantor akuntan publik, kriteria yang digunakan adalah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK). Pengumpulan serta pengevaluasian bukti. Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang sedang diaudit tersebut telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ada. Bukti audit terdapat dalam beragam bentuk, termasuk pula pernyataan lisan dari klien (auditee), komunikasi tertulis dengan pihak ketiga, serta observasi yang dilakukan oleh auditor. Seseorang yang kompeten dan independen. Auditor harus memiliki kualifikasi tertentu dalam memahami kriteria yang digunakan serta harus kompeten agar mengetahui tipe dan banyaknya bukti bukti audit yang harus dikumpulkan untuk mencapai kesimpulan yang tepat setelah bukti-bukti audit tersebut selesai diuji. Para auditor yang melakukan proses audit pada laporan keuangan perusahaan seringkali disebut sebagai auditor independen. Pelaporan Laporan ini merupakan komunikasi atas temuan auditor kepada para pengguna informasi. Laporan tersebut hatus memberikan informasi kepada para pengguna akan tingkat kesesuaian dari informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Sebuah illustrasi audit atas pajak penghasilan seorang wajib pajak oleh seorang auditor dari kantor pajak. Tujuan dari audit tersebut adalah menentukan apakah pajak penghasilan yang telah disetorkan tersebut, telah dihitung sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk mencapai tujuan tersebut, sang auditor menguji bukti-bukti audit, baik yang disiapkan oleh wajib pajak maupun bukti-bukti audit yang diperoleh dari sumber lainnya, seperti catatan-catatan yang diperoleh dari pihak pemberi kerja. Setelah proses audit tersebut selesai dilakukan, auditor pajak akan menerbitkan suatu laporan yang ditujukan kepada wajib pajak, mengenai penilaiannya bahwa masih ada sejumlah pajak yang masih harus disetor, memberitahukan bahwa terdapat sejumlah pembayaran kembali pajak yang akan segera jatuh tempo, atau menyatakan bahwa jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan telah sesuai dengan kewajiban perpajakan wajib pajak tersebut.
Perbedaan Antara Auditing dan Akuntansi
Mayoritas pengguna laporan keuangan serta para anggota masyarakat sering mengalami kekeliruan dalam membedakan auditing dan akuntansi. Kebingungan terebut timbul karena mayoritas praktek auditing umumnya berkaitan dengan informasi akuntansi,. Kebingungan tersebut semakin memuncak disebabkan oleh adanya gelar “ akuntan publik bersetifikat” pada sebagian besar individu yang melaksanakan proses audit.
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, serta pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dengan perlakukan yang logis yang bertujuan untuk menyediakan informasi keuangan, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Dalam mengaudit data akuntansi, yang perlu diperhatikan adalah hal yang berkaitan dengan penentuan apakah informasi yang telah dicatat tersebut secar tepat telah mencerminkan peristiwa ekonomis Maka auditor perlu memahami secara mendalam aturan-aturan akuntansi tersebut. Selain itu, seorang auditor harus memiliki keahlian mengumpulkan serta menginterpretasikan bukti-bukti audit. Keahlian inilah yang membedakan seorang auditor dengan seorang akuntan.
Jenis-jenis Auditor
Akuntan publik melaksanakan tipe-tipe audit utama: audit atas laporan keuangan, audit operasional, serta audit kepatuhan.
Audit operasional adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi serta efektivitas prosedur serta metode tersebut. Pada saat suatu audit operasional selesai dilaksanakan, manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Suatu contoh dari audit operasional adalah mengevaluasi efisiensi serta ketepatan pemrosesan transaksi pengupahan pada suatu sistem komputer yang baru terpasang. Pelaksanaan suatu audit operasional serta pelaporan hasilnya agak lebih sulit didefinisikan dibandingkan dengan dua jenis tipe audit lainnya. Efisiensi serta efektifitas operasi jauh lebih sulit untuk dievaluasi secara objektif daripada kepatuhan atau penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan.
Audit kepatuhan bertujuan untuk menentukan apakah klien telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Audit kepatuhan pada perusahaan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan, meninjau tingkat upah apakah telah mematuhi peraturan upah minimum.
Audit atas laporan keuangan. Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menentukan apakah seluruh keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu,. Umumnya kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan, walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum, auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengandung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya.
Jenis-Jenis Auditor
Pada prakteknya, sekarang terdapat beberapa tipe auditor. Tipe yang umum adalah kantor akuntan publik, auditor kantor pemerintah, auditor pajak serta auditor intern.
Kantor akuntan publik. Bertanggung jawab pada audit atas laporan keuangan historis yang dipublikasikan dari semua perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, mayoritas perusahaan besar lainnya, serta banyak perusahaan berskala kecil dan organisasi non komersil. Gelar akuntan publik bersetifikat mencerminkan suatu fakta bahwa auditor yang mengekspresikan opini auditnya pada laporan keuangan harus memiliki lisensi sebagai akuntan publik.
Auditor Pemeintah. Auditor ini bertanggung jawab untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasi dari berbagai organisasi pemerintah. Sebagai contoh adalah evaluasi atas penggunaan komputer pada suatu unit kerja pemerintah.
Auditor Pajak. Bertanggung jawab untuk menegakkan undang-undang perpajakan federal sebagaimana yang telah ditetapkan oleh kongres serta yang telah diiinterpretasikan oleh badan peradilan. Tanggung jawab yang lain adalah mengaudit pajak penghasilan dari para wajib pajak untuk menentukan apakah mereka telah mematuhi undang-undang perpajakan yang berlaku.
Auditor Intern. Dipekerjakan pada masing-masing perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen, hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh auditor pemerintah. Auditor intern bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, pimpinan tertinggi perusahaan lainnya, atau bahkan kepada komite audit dari dewan direksi. Berdasarkan standar Institute of Internal Audit memberikan definisi : “ Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi perusahaan telah diindentifikasi dan diminimalisisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima dan diikuti; (4) kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah di capai secara efektif – semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Persyaratan untuk mendapatkan gelar CIA (Certificated of Internal Audit) diantaranya gelar akademis di atas sarjana muda dianggap sama dengan satu tahun pengalaman kerja; pengalaman kerja sebagai akuntan publik dianggap setara dengan pengalaman kerja di audit internal; pengajar penuh waktu di universitas pada materi yang diujiakn dianggap sama dengan pengalaman kerja, yakni dua tahun pengalaman mengajar sama dengan satu tahun pengalaman kerja di bidang audit internal.
Akuntan Publik Bersertifikat
Untuk menjadi seorang akuntan publik, terdapat tiga persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan pendidikan. Umumnya seorang sarjana akuntansi (S1), memiliki sejumlah nilai kredit akuntansi minimum. Persyaratan Ujian Akuntan. Ujian dilaksanakan selama 2 hari pada bulan Mei dan November. Tahapan-tahapan ujian adalah sebagai berikut : Auditing – 4 ½ jam, Akuntansi dan Pelaporan- 3 ½ jam, hukum bisnis dan tanggung jawab profesi- 3 jam. Persyaratan Pengalaman. Persyaratan ini sangat beragam, dari sama sekali tidak memiliki pengalaman, hingga memiliki pengalaman selama 2 tahun, termasuk di dalamnya pengalaman auditing. Beberapa negara bagian mencantumkan pula pengalaman bekerja pada unit pemerintah atau auditor intern.
Referensi :
Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia
“ Gelembung Bursa saham pecah di musim semi tahun 2000, dan pada musim gugur tahun 2001. Terungkap bahwa eksekutif puncak Enron, raksasa energi yang berpusat di Houston, Texas telah menipu investor dengan secara curang menggelembungkan profitabiltas perusahaan. Pada saat peninjauan kembali, tampak bahwa Arthur Andersen, kantor akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Enron, telah kehilangan objektivitasnya dalam mengevaluasi metode akuntansi Enron. Tidak adanya independensi diduga kera timbul karena Andersen bertindak baik sebagai auditor internal maupun eksternal dan fakta bahwa Andersen dibayar puluhan juta dollar atas biaya konsultasi yang terpisah dengan jumlahnya melebihi biaya atas audit eksternal sendiri. Apapun penyebabnya, Andersen telah gagal untuk melaporkan ketidaklayakan sistem akuntansi Enron.
Pada bulan Agustus 2002, Andersen secara resmi berhenti memberikan jasa audit atas perusahaan publik dan mulai memecah bisnisnya ke dalam bagian-bagian kecil. Keruntuhan Anderson adalah akibat dari hilangnya reputasi karena kegagalan audit yang berlarut-larut dan tuduhan terhadap perusahaan dan juga dakwaan selanjutnya atas pelanggaran hukum.
Kecurangan akuntansi Enron bukan yang terbesar sepanjang sejarah, tetapi mungkin yang paling terkenal karena mengakibatkan runtuhnya Arthur Andersen dan memicu kemarahan yang hebat dari investor, kreditur, pembuat peraturan, dan pemerintah.”
Salah-satu peristiwa diatas menunjukkan sangat berarti profesi akuntan dan khususnya para auditor. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya audit baik bagi perusahaan pribadi maupun perusahaan publik. Dengan menambahkan fungsi audit kepada setiap situasi, pengguna laporan keuangan mendapatkan keyakinan memadai dalam laporan keuangan tidak terkandung salah saji ataupun penghilangan yang material. Auditor dapat juga memberikan keyakinan yang bernilai mengenai informasi operasi, keandalan dan keamanan sistem informasi, serta pengendalian internal suatu entitas.
Pelayanan Assurance
Pelayanan assurance (pelayanan verifikasi) adalah pelayanan atau jasa profesional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat keputusan. Jasa-jasa assurance dapat dilakukan oleh akuntan publik atau oleh para profesional dari berbagai bidang lainnya. Sebagai analogi: membeli rumah yang lebih tua. Analogi ini akan menggambarkan konsep teroritis yang baru di bahas dan akan membantu anda untuk mengembangkan lebih lanjut pemahaman anda mengenai apa yang dikerjakan auditor dan karakteristik apa yang harus ada dalam diri auditor dan dalam audit. Dalam membeli rumah yang telah ada, informasi yang asimetris terjadi karena penjual biasanya memiliki informasi yang lebih banyak mengenai rumah itu dibandingkan dengan pembeli. Terdapat juga konflik kepentingan alami antara pembeli dan penjual. Penjual secara umum menginginkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan yang lebih rendah, dan mungkin akan termotivasi untuk melebih-lebihkan nilai positifnya dan menutupi atau tidak akan menginformasikan mengenai nilai negatif dari bangunan yang akan di jual tersebut. Untuk mendukung harga yang diminta, penjual biasanya memberikan pernyataan atau asersi mengenai propertinya. Sebagai contoh, penjual rumah tua mungkin akan menegaskan bahwa atapnya antibocor, bahwa fondasinya kokoh, bahwa tidak ada yang lapuk atau kerusakan akibat serangga, dan bahwa instalasi pipa serta listriknya masih berfungsi dengan baik. Dengan ketiadaan kemampuan untuk menilai pernyataan penjual, pembeli secara logis dapat mengurangi ketidaksimetrisan informasi dengan menyewa seorang pengawas. Fungsi pengawas inilah yang disebut assurance. Contoh lain, Ikatan Konsumen merupakan suatu organisasi nirlaba yang bertugas untuk menguji beraneka ragam produk yang akan digunakan oleh konsumen dan melaporkan penilaian mereka atas kualitas produk-produk yang diuji tersebut dalam consumen report. Informasi yang tersedia dalam consumen report ini dimaksudkan untuk menbantu konsumen dalam mengambil keputusan yang bijaksana atas produk-produk yang akan mereka beli. Informasi yang tersedia dalam dalam consumen report ini oleh banyak konsumen dianggap lebih terpercaya daripada informasi yang disediakan oleh produsen produk tersebut karena ikatan konsumen merupakan suatu organisasi yang independen, tidak terkait dengan para produsen produk.
Kebutuhan akan jasa assurance bukanlah barang baru. Kantor akuntan publik telah menyediakan berbagai jenisa jasa assurance selama bertahun-tahun, khususnya jasa assurance tentang informasi laporan keuangan historis. Firma akuntan publik pun menyediakan jasa-jasa assurance yang berhubungan dengan undian dan lomba-lomba agar dapat memberikan keandalan bahwa para pemenang ditentukan berdasarkan cara-cara objektif sesuai dengan aturan-aturan lomba. Saat ini, akuntan publik telah mengembangkan jenis-jenis jasa yang mereka berikan termasuk perjanjian-perjanjian untuk memberikan keandalan tentang berbagai jenis informasi. Kebutuhan atas jasa-jasa assurance diharapkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan akan informasi serta semakin banyaknya informasi terkini yang tersedia di internet.
Salah-satu kategori jasa yang disediakan kantor akuntan publik adalah jasa atestasi. Atestasi merupakan salah-satu jenis jasa asurance yang disediakan oleh akuntan publik, dimana akuntan publik akan menerbitkan laporan tertulis yang isinya antara lain berupa kesimpulan tentang keterpercayaan atau asersi (pernyataan yang menyebutkan sesuatu itu benar) yang dibuat oleh pihak lain. Terdapat tiga kategori jasa atestasi : audit atas laporan keuangan historis, tinjauan (review) atas laporan keuangan historis, dan jasa-jasa atestasi lainnya.
Audit atas laporan keuangan historis. Audit atas keuangan historis merupakan bentuk jasa atestasi yang mana si auditor menerbitkan laporan tertulis berisi pendapat atau opininya mengenai apakah laporan keuangan historis tersebut telah disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.
Tinjauan atas Laporan keuangan historis. Suatu tinjauan atas laporan keuangan historis merupakan jenis jasa atestasi lainnya yang dapat dilakukan oleh kantor akuntan publik. Sebagian besar perusahaan non publik ingin menyediakan informasi yang dapat diandalkan dalam laporan keuangan mereka, tanpa menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan proses audit.
Jasa-jasa atestasi lainnya. Sebagian besar dari jenis jasa ini merupakan suatu pengembangan alami dari audit atas laporan keuangan historie, akibat dari keinginan para pengguna informasi untuk mencari keandalan dari pihak independen tentang berbagai jenis informasi. Sebagai contoh, bank-bank seringkali meminta para debiturnya untuk mengikat perjanjian dengan kantor akuntan publik agar mereka dapat memberikan rasa keandalan pada bankir tentang kepatuhan para debitur atas berbagai kewajiban-kewajiban tertentu yang harus dipatuhi oleh debitur dalam dalam akta perjanjian mereka dengan bank.
Jasa-jasa Assurance lainnya.
Jasa-jasa Assurance pada Teknologi Informasi. Salah-satu faktor utama yang mempengaruhi kebutuhan akan jasa-jasa assurance lainnya adalah semakin berkembang pesatnya internet dan perdagangan secara elektronik. Contohnya adalah banyak fungsi-fungsi bisnis, seperti pemesanan dan pembayaran tagihan, telah dilaksanakan melalui internet dan secara langsung antara komputer melalui pertukaran data elektronik. Ketika transaksi-transaksi dan informasi disebarkan secara on-line dan real-time, akan terdapat lebih banyak kebutuhan akan keandalan atas pengendalian komputer pada informasi yang ditransaksikan secara elektronik serta keamanan dari informasi yang terkait dengan transaksi-transaksi tersebut. Akuntan publik dapat membantu memberikan keandalan atas fungsi-fungsi ini. Dua contoh dari jasa assurance yang terkait dengan teknologi informasi adalah keandalan atas pengendalian situs internet dan keandalan atas keterpercayaan sistem informasi. Jasa WebTrust akuntan publik. Untuk merespon kebutuhan akan keandalan yang terus meningkat akibat dari ledakan transaksi bisnis yang terjadi di internet, AICPA menciptakan jasa assurance WebTrust. Firma akuntan publik yang memperoleh ijin dari AICPA untuk memberikan jasa ini akan menyediakan keandalan bagi para pengguna situs-situs internet melalui segel elektronik WebTrust yang tertera dalam situs internet tersebut. Jasa Menilai keterpercayaan sistem informasi (Information system reliability services/Sys Trust). Dalam perjanjian ini, akuntan publik akan menyediakan keandalan atas suatu informasi yang telah dirancang dan dioperasikan untuk memproduksi data terpercaya, termasuk pula pengujian sistem untuk menentukan apakah sistem dilengkapi dengan perlindungan atas potensi timbulnya kerusakan data.
Contoh-contoh jasa Web Trust
Privasi online. Memberikan jaminan bahwa sebuah situs web melindungi privasi informasi pribadi yang diberikan oleh perorangan, seperti nomor jaminan sosial.
Keamanan. Memberikan jaminan dimana akses ke sistem situs web dan data dibatasi hanya untuk orang yang diijinkan.
Praktek bisnis/integritas transaksi. Memberikan jaminan bahwa transaksi e-commerce diproses sepenuhnya dan secara akurat.
Ketersediaan. Memberikan jaminan bahwa sistem e-commerce dan data akan tersedia bagi pemakai saat mereka membutuhkannya.
Otorisasi sertifikasi. Memberikan jaminan atas memadainya dan efektifnya kontrol yang digunakan.
Karakteristik Auditing
Auditing adalah pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen.
Definsi proses auditing ini lebih luas daripada definisi audit atas laporan keuangan historis serta mencakup berbagai jenis jasa atestasi dan jasa assurance.
Informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan audit, maka harus terdapat informasi dalam bentuk yang dapat diuji serta beberapa standar (kriteria) yang dapat digunakan oleh sang auditor untuk mengevaluasi informasi tersebut.Sebagai contoh, dalam audit atas laporan keuangan historis oleh kantor akuntan publik, kriteria yang digunakan adalah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK). Pengumpulan serta pengevaluasian bukti. Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang sedang diaudit tersebut telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ada. Bukti audit terdapat dalam beragam bentuk, termasuk pula pernyataan lisan dari klien (auditee), komunikasi tertulis dengan pihak ketiga, serta observasi yang dilakukan oleh auditor. Seseorang yang kompeten dan independen. Auditor harus memiliki kualifikasi tertentu dalam memahami kriteria yang digunakan serta harus kompeten agar mengetahui tipe dan banyaknya bukti bukti audit yang harus dikumpulkan untuk mencapai kesimpulan yang tepat setelah bukti-bukti audit tersebut selesai diuji. Para auditor yang melakukan proses audit pada laporan keuangan perusahaan seringkali disebut sebagai auditor independen. Pelaporan Laporan ini merupakan komunikasi atas temuan auditor kepada para pengguna informasi. Laporan tersebut hatus memberikan informasi kepada para pengguna akan tingkat kesesuaian dari informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Sebuah illustrasi audit atas pajak penghasilan seorang wajib pajak oleh seorang auditor dari kantor pajak. Tujuan dari audit tersebut adalah menentukan apakah pajak penghasilan yang telah disetorkan tersebut, telah dihitung sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk mencapai tujuan tersebut, sang auditor menguji bukti-bukti audit, baik yang disiapkan oleh wajib pajak maupun bukti-bukti audit yang diperoleh dari sumber lainnya, seperti catatan-catatan yang diperoleh dari pihak pemberi kerja. Setelah proses audit tersebut selesai dilakukan, auditor pajak akan menerbitkan suatu laporan yang ditujukan kepada wajib pajak, mengenai penilaiannya bahwa masih ada sejumlah pajak yang masih harus disetor, memberitahukan bahwa terdapat sejumlah pembayaran kembali pajak yang akan segera jatuh tempo, atau menyatakan bahwa jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan telah sesuai dengan kewajiban perpajakan wajib pajak tersebut.
Perbedaan Antara Auditing dan Akuntansi
Mayoritas pengguna laporan keuangan serta para anggota masyarakat sering mengalami kekeliruan dalam membedakan auditing dan akuntansi. Kebingungan terebut timbul karena mayoritas praktek auditing umumnya berkaitan dengan informasi akuntansi,. Kebingungan tersebut semakin memuncak disebabkan oleh adanya gelar “ akuntan publik bersetifikat” pada sebagian besar individu yang melaksanakan proses audit.
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, serta pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dengan perlakukan yang logis yang bertujuan untuk menyediakan informasi keuangan, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Dalam mengaudit data akuntansi, yang perlu diperhatikan adalah hal yang berkaitan dengan penentuan apakah informasi yang telah dicatat tersebut secar tepat telah mencerminkan peristiwa ekonomis Maka auditor perlu memahami secara mendalam aturan-aturan akuntansi tersebut. Selain itu, seorang auditor harus memiliki keahlian mengumpulkan serta menginterpretasikan bukti-bukti audit. Keahlian inilah yang membedakan seorang auditor dengan seorang akuntan.
Jenis-jenis Auditor
Akuntan publik melaksanakan tipe-tipe audit utama: audit atas laporan keuangan, audit operasional, serta audit kepatuhan.
Audit operasional adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi serta efektivitas prosedur serta metode tersebut. Pada saat suatu audit operasional selesai dilaksanakan, manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Suatu contoh dari audit operasional adalah mengevaluasi efisiensi serta ketepatan pemrosesan transaksi pengupahan pada suatu sistem komputer yang baru terpasang. Pelaksanaan suatu audit operasional serta pelaporan hasilnya agak lebih sulit didefinisikan dibandingkan dengan dua jenis tipe audit lainnya. Efisiensi serta efektifitas operasi jauh lebih sulit untuk dievaluasi secara objektif daripada kepatuhan atau penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan.
Audit kepatuhan bertujuan untuk menentukan apakah klien telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Audit kepatuhan pada perusahaan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan, meninjau tingkat upah apakah telah mematuhi peraturan upah minimum.
Audit atas laporan keuangan. Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menentukan apakah seluruh keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu,. Umumnya kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan, walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum, auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengandung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya.
Jenis-Jenis Auditor
Pada prakteknya, sekarang terdapat beberapa tipe auditor. Tipe yang umum adalah kantor akuntan publik, auditor kantor pemerintah, auditor pajak serta auditor intern.
Kantor akuntan publik. Bertanggung jawab pada audit atas laporan keuangan historis yang dipublikasikan dari semua perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, mayoritas perusahaan besar lainnya, serta banyak perusahaan berskala kecil dan organisasi non komersil. Gelar akuntan publik bersetifikat mencerminkan suatu fakta bahwa auditor yang mengekspresikan opini auditnya pada laporan keuangan harus memiliki lisensi sebagai akuntan publik.
Auditor Pemeintah. Auditor ini bertanggung jawab untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasi dari berbagai organisasi pemerintah. Sebagai contoh adalah evaluasi atas penggunaan komputer pada suatu unit kerja pemerintah.
Auditor Pajak. Bertanggung jawab untuk menegakkan undang-undang perpajakan federal sebagaimana yang telah ditetapkan oleh kongres serta yang telah diiinterpretasikan oleh badan peradilan. Tanggung jawab yang lain adalah mengaudit pajak penghasilan dari para wajib pajak untuk menentukan apakah mereka telah mematuhi undang-undang perpajakan yang berlaku.
Auditor Intern. Dipekerjakan pada masing-masing perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen, hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh auditor pemerintah. Auditor intern bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, pimpinan tertinggi perusahaan lainnya, atau bahkan kepada komite audit dari dewan direksi. Berdasarkan standar Institute of Internal Audit memberikan definisi : “ Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi perusahaan telah diindentifikasi dan diminimalisisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima dan diikuti; (4) kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah di capai secara efektif – semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Persyaratan untuk mendapatkan gelar CIA (Certificated of Internal Audit) diantaranya gelar akademis di atas sarjana muda dianggap sama dengan satu tahun pengalaman kerja; pengalaman kerja sebagai akuntan publik dianggap setara dengan pengalaman kerja di audit internal; pengajar penuh waktu di universitas pada materi yang diujiakn dianggap sama dengan pengalaman kerja, yakni dua tahun pengalaman mengajar sama dengan satu tahun pengalaman kerja di bidang audit internal.
Akuntan Publik Bersertifikat
Untuk menjadi seorang akuntan publik, terdapat tiga persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan pendidikan. Umumnya seorang sarjana akuntansi (S1), memiliki sejumlah nilai kredit akuntansi minimum. Persyaratan Ujian Akuntan. Ujian dilaksanakan selama 2 hari pada bulan Mei dan November. Tahapan-tahapan ujian adalah sebagai berikut : Auditing – 4 ½ jam, Akuntansi dan Pelaporan- 3 ½ jam, hukum bisnis dan tanggung jawab profesi- 3 jam. Persyaratan Pengalaman. Persyaratan ini sangat beragam, dari sama sekali tidak memiliki pengalaman, hingga memiliki pengalaman selama 2 tahun, termasuk di dalamnya pengalaman auditing. Beberapa negara bagian mencantumkan pula pengalaman bekerja pada unit pemerintah atau auditor intern.
Senin, 18 Januari 2010
TINJAUAN MANAJEMEN
Hari ini pukul 08.30 saya akan menghadiri rapat tinjauan manajemen sesuai dengan persyaratan ISO 9001: 2000 pasal 5.6.1 "
"bahwa manajemen pucak harus meninjau ulang sistem manajemen mutu organisasi, pada selang waktu yang direncanakan, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan yang berkesinanmbungan."
Ada beberapa temuan yang masih open dan inprogress yang nanti akan di sampaikan pada meeting tinjauan manajemen (pasal 8.2.2 internal audit). Disamping itu di bahas mengenai komplain-komplain customer (ISO pasal 7.2.3 " umpan balik pelanggan), incident report ( 8.5.3 tindakan pencegahan)) dan kebijakan mutu ( pasal 4.1)
"bahwa manajemen pucak harus meninjau ulang sistem manajemen mutu organisasi, pada selang waktu yang direncanakan, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan yang berkesinanmbungan."
Ada beberapa temuan yang masih open dan inprogress yang nanti akan di sampaikan pada meeting tinjauan manajemen (pasal 8.2.2 internal audit). Disamping itu di bahas mengenai komplain-komplain customer (ISO pasal 7.2.3 " umpan balik pelanggan), incident report ( 8.5.3 tindakan pencegahan)) dan kebijakan mutu ( pasal 4.1)
Langganan:
Postingan (Atom)