Selasa, 19 Oktober 2021

Peluang Bisnis Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), omzet Bisa Miliaran

 

1.1 Latar Belakang

Timbulnya limbah B3 yang semakin meningkat, dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Pengelolaan limbah B3 dilakukan dengan proses cradle to grave yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup, yang diakibatkan oleh pencemaran bahan berbahaya dan beracun. Disamping itu juga ditujukan untuk penurunan beban pencemaran limbah B3 serta peningkatan kewaspadaan terhadap penyelundupan Limbah B3.

 

Limbah B3 merupakan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup, sehingga memerlukan penanganan dan tehnik khusus untuk mengurangi atau menghilangkan bahayanya.

 

Limbah B3 ini tidak dapat dikelola seperti mengelola sampah kota yang biasanya menggunakan kendaraan sampah, tempat pembuangan akhir atau pembakaran dengan alat pembakar sampah kota, hal ini disebabkan:

1.    Limbah B3 mengandung zat beracun yang apabila tercuci dapat mencemarkan air permukaan dan air tanah disekitar tempat penanamannya yang akibatnya dapat menimbulkan penyakit dan dapat meracuni masyarakat yang menggunakan air tersebut.

2.    Limbah B3 dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan baik dalam pengangkutan sampah maupun dilokasi pembuangan akhir.

3.    Limbah B3 dapat membakar kulit jika tidak ditangani dengan hati-hati dan aman.

4.    Limbah B3 dapat menghasilkan gas beracun yang dapat terhirup oleh masyarakat yang bermukim disekitar lokasi pembuangan akhir.

5.    Limbah B3 dapat menimbulkan penyakit yang ditularkan antara petugas dan masyarakat yang bermukim disekitarnya.

 

Salah satu limbah B3 yang perlu mendapatkan penanganan khusus adalah limbah medis atau limbah bahan berbahaya dan beracun yang bersifat infeksius yang bersumber dari fasilitas kesehatan, misalnya dari puskesmas, klinik, rumah sakit, karena limbah medis/ limbah berkarakter infeksius ini dihasilkan dalam jumlah yang tinggi.

 

Disamping itu adanya masalah-masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dalam menggunakan jasa pengelolaan dan pemusnahan limbah B3 yaitu  kapasitas dan harga yang seringkali berubah-ubah.

 

1.2 Prospek Pengembangan

Prospek dalam menyediakan jasa pengolahan dan pemusnahan untuk limbah B3 industri dengan rata-rata asumsi tingkat produksi pengolahan limbah 120 ton per hari dengan harga rata-rata per kilo Rp 8,000- Rp 9,000 sehingga bisa mencapai 1 miliar per hari. Selain itu juga prospek pengembangan dapat mengolah hampir semua fase jenis limbah, mulai dari fase solid, liquid, dan sludge. Tentu saja hal ini sangat memudahkan bagi dunia industri yang ingin melakukan proses pengolahan limbahnya dengan mengikuti peraturan yang berlaku dan profesional. 


Konsep  keunggulan dan perbedaan dibandingkan jasa layanan  lainnya dimana keunggulandari usaha sejenis ini adalah memiliki layanan yang terintegrasi mulai dari proses pengangkutan, pengumpulan dan penyimpanan, memiliki harga yang kompetitif, penyimpanan B3 serta pengolahan B3 dipantau CCTV sehingga memudahkan pemantauan baik oleh perusahaan sendiri maupun oleh pelanggan dan perusahaan Setiap mesin incinerator memiliki pengganti sparepart jika mesin yang akan digunakan bermasalah.

 

1.3 Model Bisnis yang dikembangkan

Key

Partners

Key

Activities

Value

Propositions

Customer

Relationships

Customer

Segments

 

-Supplier Mesin

 

 

-Produk Development

-Sales & Marketing

-Supply Chain

-Inventory

 

-Jasa Berkualitas

-Harga bersaing

-Customer diberikan akses CCTV untuk melihat operasional pemusahan limbah

-Kecepatan Layanan

-Kemudahan pemesanan dan pembayaran

 

 

-Call Center

-Pendekatan Personal

 

 

Perusahaan

Pemerintah

Rumah Sakit

Cost Structure

Key Resources

 

Channels

Revenue

-SDM

-Operation

-Sales & Marketing

 

 

 

-Developer website

-Tenaga Penjual

-Aset

 

 

 

- Website

- SEO

- Marketplace

- Google Adword

- Sales Personal

-Jasa Pemusnahan

 

Gambar 1.1 Model Bisnis

 

Dari gambar 1.1 di atas tampak kelompok besar pemakai (=customer segment) untuk usaha pengelolaan limbah ini adalah perusahaan, pemerintah maupun jasa layanan kesehatan.  Selama ini segmen pelanggan yang sudah ada diantaranya adalah  perusahaan yang bergerak di bidang rumah sakit, klinik, industry pertambangan, perusahaan farmasi dan sebagainya. Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) limbah B3 medis dikemas dengan kemasan Karton atau plastic (Safety Box). Limbah B3 medis terdiri dari limbah infeksius. Industri yang bergerak dibidang pertanian, Pertambangan Batu Bara dan lain-lain. Limbah B3 industri terdiri dari Kain Majun, Lampu Tl, Filter, Kemasan Bekas, Karung dan Limbah Terkontaminasi.

 

Nilai tambah (Value Proposition) yang hendak diberikan kepada kelompok besar pemakai adalah Hasil akhir dari pemusnahan Limbah B3 Medis yaitu Ash Incenerator yang akan dijadikan produk lain  yaitu Paving Block. Disamping itu harga yang kompetitif, tiap area pemusnahan tersedia CCTV, tersedia spare part pengganti jika ada spare part mesin incinerator bermasalah, prosedur yang ketat untuk meminimalisir penyalahgunaan B3, tepat waktu dan layanan operasional 24 jam.

 

Saluran Distibusi (Channel Distribution) yang akan dipergunakan dengan melalui beberapa fase, yaitu: Tahap pertama, membangun awareness dengan cara iklan yaitu menjaring segmen konsumen yang dituju adalah dengan cara melakukan promosi baik melalui media online, SEO, google adword, sales personal, kantor dan gudang. Proposal penawaran akan dikirim ke berbagai institusi segmen tersebut.  Tahap kedua, tahap evaluasi, yaitu  perusahaan harus memiliki izin dari lembaga yang berwenang terkait pengelolaan dan pemusnahan limbah B3.  Tahap ketiga, pembelian yaitu dalam melakukan transaksi pembelian, pelanggan bisa melakukan pembayaran secara tunai, transfer ataupun penggunaan kartu kredit dengan jangka waktu pembayaran tertentu.

Tahap keempat, feedback pelanggan yaitu perusahaan sebaiknya menyediakan sarana bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhan ataupun saran setelah menggunakan jasa layanan perusahaan baik secara tertulis ataupun langsung disampaikan.

Dalam menjalin hubungin baik dengan pelanggan, maka perusahaan sebaiknya lebih menekankan adanya komunikasi yang baik dan menjaga kepercayaan atas kualitas jasa layanan dengan pelanggan. Hal ini bertujuan agar pelanggan bersedia menceritakan dan merekomendasikan kualitas produk.   Bentuk channel yang dipergunakan menggunakan call center , system customer relationship management (CRM), SMS, whatsapp, telepon, meeting dengan customer dan menangani segera jika terjadi complain.

Aktivitas yang diperlukan agar bisa mewujudkan Value Proposition untuk pelanggan adalah mencari sumber daya atau source berupa truck layanan,  sales & marketing, supply chain,  proses distribusi dan promosi yang efektif dan efisien.  Diantaranya adalah memposisikan website di halaman 1-3 google maupun mengirimkan penawaran harga.

Sumber daya yang harus dimiliki yaitu mesin incinerator, timbangan duduk, tanah dan bangunan, perlengkapan pendukung seperti forklift, Cold Storage, IPAL, perijinan, Administrasi, maupun SDM

 

Kerjasama utama dengan penyedia supplier mesin incinerator maupun pihak yang membantu pembiayaan pembelian mesin incinerator.  Bekerjasama juga dengan perusahaan-perusahaan di bidang transportasi maupun penyimpanan B3.

 

Untuk struktur biaya, komponen-komponen utamanya terdiri atas biaya operasional, penjualan dan pemasaran dan sumber daya manusia.  Diantaranya biaya pembelian mesin incinerator, timbangan duduk, tanah dan bangunan, perlengkapan pendukung seperti forklift, Cold Storage, IPAL, perijinan, Administrasi, Biaya Operasional, SDM

Sedangkan untuk pendapatan perusahaan bersumber dari hasil jasa pengelolaan dan pemusnahan limbah B3.

 

 

Produksi Minuman Lemon dari Hasil Kebun Sendiri


Saya memproduksi minuman lemon dari hasil kebun sendiri di Bogor, ...minuman yang menyehatkan, ringan dan enak






 

Minggu, 17 Oktober 2021

Berbagai Pengalaman Dari Karyawan menjadi Pengusaha


 Berbagi pengalaman saya ketika menjadi auditor di beberapa perusahaan dan akhirnya memilih menjadi pengusaha