Sabtu, 27 Maret 2010

Contoh audit Piutang Usaha

Kondisi
Prosedur penjualan yang menimbulkan piutang (penjualan kredit) mengandung beberapa kelemahan:
1. Tidak terdapat prosedur yang dapat memastikan bahwa pasien yang berobat dengan tanggungan perusahaan telah disetujui oleh pihak berwenang pada perusahaan penanggung.

2. Tidak ada prosedur yang memadai untuk memastikan bahwa pasien atas tanggungan perusahaan akan membayar kelebihan biaya perawatan apabila pasien tersebut menggunakan fasilitas yang melebihi dari batas atas biaya perawatan yang ditanggung perusahaan.
Pencatatan terjadinya piutang ke dalam kartu piutang perusahaan belum dilakukan secara tertib dan disiplin oleh petugas pencatat piutang.
Perusahaan belum melakukan penghapusan terhadap piutang sudah kadaluarsa.
Terjadi jumlah piutang yang sangat besar pada debitor tertentu.
kriteria
Untuk memutuskan terjadinya penjualan kredit, harus ada jaminan bahwa pasien yang berobat akan membayar semua biaya pengobatan tepat pada waktunya.
Pencatatan piutang ke dalam kartu piutang harus dilakukan secara kronologis dan tepat waktu, sesuai dengan tanggal terjadinya untuk setiap debitor.
Untuk piutang yang telah jatuh tempo lebih dari tiga tahun tetapi belum dibayar, tingkat penyisihan kerugiannya adalah 100 %. Oleh karena itu, untuk piutang yang sudah melewati masa penyisihan (telah jatuh tempo di atas 3 tahun) seharusnya sudah dihapuskan dari pembukuan
penyebab
Belum ada pedoman baku secara tertulis yang dimiliki perusahaan, dalam prosedur dan sistem akuntansi yang digunakan saat ini.
Karyawan di bagian piutang sebagian merupakan karyawan baru dan belum memiliki pengalaman yang memadai dalam mengelola piutang perusahaan dengan bisnis rumah sakit.
Belum tersedia kebijakan dan atau peraturan memadai yang berkaitan dengan penentuan batas tertinggi jumlah piutang untuk satu debitor dan penghapusan terhadap piutang yang sudah kadaluarsa.
Akibat
Informasi piutang yang tercatat di kartu piutang, buku besar piutang dan jumlah piutang di dalam neraca tidak selalu sama serta diragukan keakuratannya.
Banyak piutang yang tingkat ketertagihannya rendah (diragukan)
Banyak piutang yang tidak diakui sebagai utang oleh debitor.
Piutang yang tersajikan di dalam neraca tidak mencerminkan bahwa piutang tersebut adalah aset likuid yang dimiliki perusahaan yang bisa diharapkan sebagai sumber kas masuk untuk mendanai operasional perusahaan.
Perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 7.272.608.644 karena piutang tersebut tidak dapat ditagih.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

thx informasinya p.budi..materi-materi sangat berguna bagi saya..kebetulan saya baru sebulan ini menjadi auditor dan background saya sebenarnya bukan di bidang ini..mohon bantuan untuk terus menjadi lebih baik..

ligar mandiri mengatakan...

sama-sama...terimaksih telah membaca tulisan2x ini...moga sukses menjadi auditornya,,,