Kamis, 14 Januari 2010

MENYELESAIKAN AUDIT

Oleh: Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
 Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
 Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
 Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia

Begitu auditor telah menyelesaikan audit berbagai proses bisnis dan akun-akun laporang keuangan terkait, bukti-bukti diikhtisarkan dan di evaluasi. Disamping itu, sebelum memilih laporan audit yang tepat, auditor mempertimbangkan sejumlah isu-isu tambahan yang bisa mempengaruhi laporan keuangan

A.Menelaah Kewajiban bersyarat dan komitmen
Kewajiban bersyarat adalah potensi kewajiban masa datang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui sebagai akibat dari aktivitas yang telah terjadi. Tiga kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat : (1) terdapat potensi pembayaran masa datang kepada pihak ketiga atau pengurangan aktiva lain yang diakibatkan oleh kondisi yang ada, (2) terdapat ketidakpastian mengenai jumlah pembayaran atau pengurangan di masa datang, dan (3) hasil tertentu akan ditentukan oleh peristiwa atau kejadian di masa datang.
Kewajiban-kewajiban bersyarat tertentu yang menjadi perhatian utama auditor :
• Perkara hukum yang tertunda atas pelanggaran paten, kewajiban produk, atau tindakan lain.
• Perselisihan pajak penghasilan
• Garansi produk
• Wesel tagih didiskontokan
• Garansi atas kewajiban pihak lain
• Saldo yang belum digunakan dalam “ letter of credit” yang beredar
Tujuan auditor dalam verifikasi kewajiban bersyarat adalah untuk mengevaluasi perlakuan akuntansi atas kewajiban bersyarat yang diketahui dan untuk mengidentifikasi, asalkan praktis, kewajiban bersyarat apapun yang tidak diidentifikasi oleh manajemen.
Erat kaitannya dengan kewajiban bersyarat adalah komitmen untuk membeli bahan baku atau sewa guna usaha fasilitas pada harga tertentu, perjanjian untuk menjual barang dagangan pada harga yang telah ditetapkan, rencana bonus, rencana pembagian laba dan pension, perjanjian royalty, dan pos-pos yang serupa.
Prosedur audit untuk menemukan kewajiban bersyarat
Berikut ini adalah beberapa prosedur audit umum yang digunakan guna mencari kewajiban bersyarat:
• Lakukan Tanya jawab dengan manajemen (lisan atau tulisan) mengenai kemungkinan adanya kewajiban bersyarat yang belum di catat.
• Telaah surat ketetapan pajak tahun berjalan dan tahun lalu untuk melihat penyelesaikan perselisihan atas pajak penghasilan.
• Telaah notulen rapat direksi dan komisaris serta pemegang saham atas adanya indikasi tuntutan atau kewajiban lain.
• Meneliti analisa beban hukum untuk periode yang diaudit dan telaah faktur beserta persyaratan dari penasihat hukum atas indikasi kewajiban bersyarat, khususnya tuntutan dan penetapan pajak yang ditunda.
• Dapatkan konfirmasi dari seluruh pengacara utama yang melaksanakan jasa pelayanan hukum kepada klien mengenai status tuntutan hukum yang tertunda atau kewajiban bersyarat lainnya.
• Telaah kertas kerja yang ada mengenai informasi yang menunjukkan potensi hasil bersyarat.
• Dapatkan “letter of credit” sedekat mungkin dari tanggal neraca dan dapatkan konfirmasi atas saldo yang digunakan maupun yang belum digunakan.
Evaluasi Kewajiban bersyarat yang diketahui
Kalau auditor menyimpulkan bahwa terdapat kewajiban bersyarat, dia harus mengevaluasi signifikansi potensi kewajiban dan sifat pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan.
Prosedur audit untuk menemukan komitmen
Penelitian untuk mencari komitmen yang belum diketahui biasanya dilakukan sebagai bagian dari audit atas masing-masing area audit. Misalkan, dalam melakukan verifikasi penjualan, auditor seharusnya waspada atas adanya komitmen penjualan.
Prosedur utama yang diandalkan auditor untuk mengungkapkan tuntutan hukum yang diketahui atau klaim lain terhadap klien dan mengidentifikasi klaim tambahan yaitu Tanya jawab dengan pengacara klien. Auditor mengandalkan keahlian dan pengetahuan pengacara mengenai masalah hukum guna memberikan pendapat professional atas hasil tuntutan hukum yang diharapkan dan kemungkinan jumlah kewajiban kewajiban termasuk biaya sidang.

B. Menelaah peristiwa kemudian
Bagian kedua dari penyelesaikan audit adalah penelaahan peristiwa kemudian. Auditor harus menelaah transaksi dan peristiwa atau kejadian yang terjadi setelah tanggal neraca gunan menentukan apakah sesuatu yang terjadi itu dapat mempengaruhi penyajian atau pengungkapan yang wajar atas laporan periode berjalan.
Jenis-jenis Peristiwa Kemudian
Dua jenis peristiwa kemudian yang memerlukan pertimbangan manajemen dan evaluasi auditor: peristiwa yang mempunyai dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian, serta peristiwa kemudian yang tidak mempunyai dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi perlu diungkapkan.
1. Peristiwa kemudian yang mempunyai dampak langsung pada laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian.
Peristiwa atau transaksi ini memberikan tambahan informasi ke manajemen dalam menentukan penilaian saldo akun saat tanggal neraca dan ke auditor dalam verifikasi saldo
Peristiwa periode kemudian semacam berikut ini memerlukan penyesuaian atas akun saldo di dalam laporan keuangan tahun berjalan jika jumlahnya material :
• Pengumuman bangkrut oleh pelanggan yang mempunyai saldo piutang usaha yang beredar sehingga mempengaruhi kondisi laporan keuangan.
• Penyelesaikan perkara hukum dengan jumlah yang berbeda dari jumlah yang dibukukan dalam buku.
• Pengafkiran aktiva peralatan yang tidak digunakan dalam operasi menurut tingkat harga di bawah nilai buku saat ini.
• Penjualan investasi menurut harga di bawah harga perolehan yang dibukukan.
2. Peristiwa kemudian yang tidak berdampak langsung pada laporan keuangan tetapi pengungkapannya dianjurkan.
Peristiwa kemudian jenis ini memberikan bahan bukti atas kondisi yang tidak terjadi pada tanggal neraca yang dilaporkan tetapi sangat signifikan sehingga diperlukan pengungkapan meskipun tidak diperlukan penyesuaian. Berikut ini adalah contoh peristiwa atau transaksi yang terjadi dalam periode berikut yang memerlukan pengungkapan dan bukannya penyesuaian dalam laporan keuangan.
• Penurunan nilai pasar surat berharga yang disimpan sebagai investasi sementara atau penjualan kembali surat berharga
• Penerbitan obligasi atau surat berharga lainnya
• Penurunan nilai pasar persediaan sebagai konsekuensi dari tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan barang
• Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat kebakaran
• Merger atau akuisisi

Tes audit
Prosedur audit untuk penelaahan peristiwa kemudian dapat secara mudah dibagi menjadi dua kategori : prosedur yang biasanya dipadukan sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun, dan prosedur yang dilaksanakan secara khusus dengan tujuan menemukan transaksi atau peristiwa yang harus diakui sebagai peristiwa kemudian.
Kategori pertama meliputi pengujian pisah batas dan penilaian yang dilakukan sebagai bagian dari pengujian terinci atas saldo. Misalkan, penjualan dan pembelian periode berikut diperiksa untuk menentukan apakah pisah batas sudah akurat.
Kategori pengujian kedua dilaksanakan secara khusus dengan tujuan mendapatkan informasi yang harus dimasukkan ke dalam saldo akun tahun berjalan atau diungkapkan dengan catatan kaki. Pengujian-pengujian tersebut adalah sebagai berikut :
Permintaan keterangan ke manajemen. Permintaan keterangan bervariasi dari klien ke klien tetapi biasanya mengenai keberadaan potensi kewajiban bersyarat atau komitmen, perubahan signifikan dalam aktiva atau struktur modal perusahaan, status unsure saat ini yang belum jelas pada tanggal neraca, dan keberadaan penyesuaian yang tidak biasa yang dibuat setelah tanggal neraca.
Korespendensi dengan pengacara. Korespendensi dengan pengacara yang telah dibahas sebelumnya, terjadi sebagai bagian dari penelitian atas kewajiban bersyarat. Pendekatan yang umum adalah dengan meminta pengacara untuk memberikan tanggal dan mengirimkan surat sesuai dengan tanggal penyelesaikan pekerjaan lapangan.
Menelaah laporan intern yang disiapkan setelah tanggal neraca. Penekanan dalam penelaahan ini seharusnya pada (1) perubahan bisnis relatif terhadap hasil untuk periode yang sama dalam tahun yang diaudit dan (2) perubahan setelah akhir tahun
Menelaah catatan pembukuan yang disiapkan setelah tanggal neraca. Jurnan dan buku besar harus ditelaah untuk menentukan keberadaan dan sifat setiap transaksi yang berkaitan dengan tahun berjalan.
Memeriksa notulen yang diterbitkan setelah tanggal neraca. Notulen rapat direksi dan pemegang saham setelah tanggal neraca harus diperiksa untuk melihat adanya peristiwa kemudian yang penting yang mungkin mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan.
Mendapatkan surat Representasi. Surat representasi ditulis manajemen klien ke auditor yang merupakan pernyataan formal klien mengenai berbagai masalah yang berbeda dalam keseluruhan audit, termasuk diskusi mengenai peristiwa kemudian.
Tanggal ganda
Laporan audit akan diberikan tanggal ganda, yang berarti laporan audit itu melibatkan dua tanggal. Tanggal pertama adalah tanggal penyelesaikan kerja lapangan yang tidak mencakup kekecualian tertentu. Tanggal kedua, yang terjadi kemudian, membahas kekecualian itu.

C. Pengumpulan bahan bukti audit
Selain penelaaahan peristiwa kemudian, auditor mempunyai beberapa tanggung jawab pengumpulan bahan bukti audit akhir yang dapat diterapkan ke semua siklus. Lima jenis pengumpulan bahan bukti audit akhir diantaranya adalah : (1) melaksanakan lima prosedur analitik, (2) mengevaluasi asumsi going concern, (3) mendapatkan surat representasi manajemen, (4) mempertimbangkan informasi yang menyertai laporan keuangan dasar, dan (5) membaca informasi lain dalam laporan tahunan. Setiap dari kelima di atas dilaksanakan di akhir penugasan.
Melaksanakan Prosedur Analistik akhir
Sewaktu melaksanakan prosedur analitik selama tahap penelaahan akhir, partner biasanya akan membaca laporan keuangan, termasuk catatan kaki, dan mempertimbangkan (1) memadaikah bahan bukti yang dikumpulkan mengenai saldo akun yang tidak biasa atau yang tidak diharapkan dan juga hubungan yang berhasil diidentifikasi selama perencanaan atau selama melaksanakan audit dan (2) saldo akun yang tidak biasa atau yang tidak diharapkan dan juga hubungannya yang sebelumnya tidak diidentifikasi. Hasil dari prosedur analitik akhir mungkin mengindikasikan bahwa tambahan bukti audit diperlukan.
Melaksanakan Surat Representasi Manajemen
Prosedur analitik adalah salah-satu jenis bahan bukti yang terpenting, untuk menaksir kelangsungan hidup. Diskusi dengan manajemen dan penelaahan rencana masa depan merupakan pertimbangan penting dalam mengevaluasi prosedur analitik. Pengetahuan mengenai bidang usaha klien yang diperoleh sepanjang audit merupakan informasi penting yang digunakan untuk menetapkan kemungkinan kegagalan keuangan tahun berikutnya.
Ada dua tujuan surat representasi klien:
1. Mengingatkan manajemen akan tanggung jawabnya mengenai asersi dalam laporan keuangan. Misalnya, kalau surat representasi meliputi acuan ke aktiva yang digadaikan dan kewajiban bersyarat, manajemen yang jujur akan diingatkan atas kelalaian yang tidak disengajanya untuk mengungkapkan informasi secara cukup.
2. Mendokumentasikan tanggapan manajemen atas pernyataan mengenai berbagai aspek audit. Ini memberikan dokumentasi tertulis atas pernyataan manajemen dalam peristiwa ketidak sepakatan atau tuntutan hokum antara klien dan auditor.
Mempertimbangkan Informasi yang menyertai laporan keuangan dasar
Beberapa jenis informasi itu umumnya tercakup dalam bagian tambahan informasi :
• Laporan komparatif terinci yang mendukung keseluruhan pengendalian atas laporan keuangan utama atas akun-akun seperti harga pokok penjualan, beban operasi dan aktiva rupa-rupa.
• Data statistik untuk tahun lalu dalam bentuk rasio dan tren
• Skedul pertanggungan asuransi
• Komentar tertentu atas perubahan yang terjadi di dalam laporan
Membaca informasi lain dalam laporan tahunan
Auditor wajib untuk membaca informasi lain yang tercakup dalam laporan keuangan tahunan yang berkaitan langsung dengan laporan keuangan. Misalnya, asumsi bahwa surat presiden direktur dalam laporan tahunan mengacu ke peningkatan laba per lembar saham dari $ 2.60 menjadi $2.93. Auditor diwajibkan membandingkan informasi itu dengan laporan keuangan untuk memastikan keduanya berkaitan.

D. Mengevaluasi hasil
Evaluasi akhir atas kecukupan bahan bukti adalah berupa penelaahan oleh auditor atas seluruh audit untuk menentukan apakah seluruh aspek penting telah cukup diuji setelah mempertimbangkan situasi penugasan. Langkah utama dalam proses ini adalah penelaahan program audit untuk meyakinkan bahwa seluruh bagian telah secara akurat diselesaikan dan didokumentasikan dan bahwa seluruh tujuan audit dipenuhi.
Bahan bukti yang mendukung pendapat auditor
Bagian penting dari evaluasi apakah laporan keuangan disajikan secara wajar adalah mengikhtisarkan salah saji yang ditemukan dalam audit. Manakala auditor menemukan salah saji yang material, neraca saldo harus disesuaikan untuk menkoreksi laporan keuangan.
Jika auditor percaya bahwa terdapat kecukupan bahan bukti tetapi tidak menjamin kesimpulan mengenai penyajian laporan keuangan yang awajar, auditor sekali lagi mempunyai dua pilihan: laporan harus direvisi hingga auditor puas atau memberikan pendapat wajar tanpa syarat atau menolak untuk memberikan pendapat harus diterbtikan. Perhatikan bahwa pilihan disini berbeda dengan yang dibahas dalam kasus ketidakcukupan bahan bukti yang diperoleh.
Pengungkapan Laporan keuangan
Pertimbangan-pertimbangan utama dalam menyelesaikan audit adalah menentukan apakah pengungkapan dalam laporan keuangantelah mencukupi. Dalam keseluruhan audit, penekanan pada kebanyakan pemeriksaan adalah pada verifikasi akurasi saldo pada buku besar dengan menguji akun yang paling penting dalam neraca saldo. Tugas penting lainnya yaitu memastikan bahwa saldo akun pada neraca saldo di jumlah dengan benar keseluruhannya dan diungkapkan pada laporan keuangan.
Penelaahan Dokumentasi Audit
Ada tiga alas an utama mengapa kertas kerja atau dokumentasi audit penting secara menyeluruh ditelaah oleh anggota lain dari kantor akuntan public pada saat penyelesaian audit :
1. Untuk menelaah pelaksanaan atau kinerja staf yang belum berpengalaman. Bagian yang perlu dipertimbangkan dari kebanyakan audit dilaksanakan oleh staf audit dengan pengalaman kurang dari empat atau lima tahun.
2. Untuk memastikan bahwa audit memenuhi standar pelaksanaaan kantor akuntan public. Dalam setiap organisasi kualitas kinerja individu sangat bervariasi, tetapi penelaahan yang seksama oleh staf tingkat atas dalam perusahaan membantu mempertahankan kualitas audit yang seragam.
3. Untuk menetralkan bias yang seringkali masuk ke dalam pertimbangan auditor. Auditor dapat berusaha agar senantiasa objektif dalam seluruh audit, tetapi mudah untuk kehilangan perspektif yang memadai dalam audit yang panjang jika terdapat masalah kompleks yang ingin dipecahkan.


Penelaahan Independen
Penelaah ini seringkali mengambil posisi yang bertolak belakang guna meyakinkan bahwa pelaksanaan audit mencukupi. Tim audit harus dapat memberikan pembenaran atas bahan bukti yang dikumpulkan dan kesimpulan yang ditarik berdasarkan situasi penugasan tertentu.
Ikhtisar Evaluasi Bahan Bukti
Auditor mengevaluasi kecukupan bahan bukti actual dengan lebih dahulu mengevaluasi risiko audit yang dicapai, menurut akun dan menurut siklus, dan kemudian membuat evaluasi yang sama atas laporan keuangan keseluruhan

E. Menerbitkan laporan audit
Auditor jangan mengambil keputusan mengenai laporan audit yang layak untuk diterbitkan hingga semua bahan bukti dikumpulkan dan dievaluasi, termasuk semua bagian dari penyelesaian audit yang dibahas sampai saat ini. Karena laporan audit hanyalah satu-satunya yang dilihat kebanyakan pengguna dalam proses audit dan konsekuensi dari penerbitan laporan yang tidak layak dapat menjadi buruk, maka penting bahwa laporan tersebut harus benar.


Tidak ada komentar: