Jumat, 22 Januari 2010

KEBUTUHAN AKAN JASA AUDIT DAN PELAYANAN VERIKFIKASI

Oleh : Budi Prayogi,SE,MM
Referensi :
 Arens, Alvin & Loebbecke, JK, Auditing on integrated Approach,Prentice Hall
 Messier, Glover & Prawitt, Auditing & Assurance Services A Systematic Approach.
 Standar Profesional Akuntan Publik, 2001, Ikatan Akuntan Indonesia


“ Gelembung Bursa saham pecah di musim semi tahun 2000, dan pada musim gugur tahun 2001. Terungkap bahwa eksekutif puncak Enron, raksasa energi yang berpusat di Houston, Texas telah menipu investor dengan secara curang menggelembungkan profitabiltas perusahaan. Pada saat peninjauan kembali, tampak bahwa Arthur Andersen, kantor akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan Enron, telah kehilangan objektivitasnya dalam mengevaluasi metode akuntansi Enron. Tidak adanya independensi diduga kera timbul karena Andersen bertindak baik sebagai auditor internal maupun eksternal dan fakta bahwa Andersen dibayar puluhan juta dollar atas biaya konsultasi yang terpisah dengan jumlahnya melebihi biaya atas audit eksternal sendiri. Apapun penyebabnya, Andersen telah gagal untuk melaporkan ketidaklayakan sistem akuntansi Enron.

Pada bulan Agustus 2002, Andersen secara resmi berhenti memberikan jasa audit atas perusahaan publik dan mulai memecah bisnisnya ke dalam bagian-bagian kecil. Keruntuhan Anderson adalah akibat dari hilangnya reputasi karena kegagalan audit yang berlarut-larut dan tuduhan terhadap perusahaan dan juga dakwaan selanjutnya atas pelanggaran hukum.
Kecurangan akuntansi Enron bukan yang terbesar sepanjang sejarah, tetapi mungkin yang paling terkenal karena mengakibatkan runtuhnya Arthur Andersen dan memicu kemarahan yang hebat dari investor, kreditur, pembuat peraturan, dan pemerintah.”

Salah-satu peristiwa diatas menunjukkan sangat berarti profesi akuntan dan khususnya para auditor. Situasi tersebut menunjukkan pentingnya audit baik bagi perusahaan pribadi maupun perusahaan publik. Dengan menambahkan fungsi audit kepada setiap situasi, pengguna laporan keuangan mendapatkan keyakinan memadai dalam laporan keuangan tidak terkandung salah saji ataupun penghilangan yang material. Auditor dapat juga memberikan keyakinan yang bernilai mengenai informasi operasi, keandalan dan keamanan sistem informasi, serta pengendalian internal suatu entitas.
Pelayanan Assurance
Pelayanan assurance (pelayanan verifikasi) adalah pelayanan atau jasa profesional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat keputusan. Jasa-jasa assurance dapat dilakukan oleh akuntan publik atau oleh para profesional dari berbagai bidang lainnya. Sebagai analogi: membeli rumah yang lebih tua. Analogi ini akan menggambarkan konsep teroritis yang baru di bahas dan akan membantu anda untuk mengembangkan lebih lanjut pemahaman anda mengenai apa yang dikerjakan auditor dan karakteristik apa yang harus ada dalam diri auditor dan dalam audit. Dalam membeli rumah yang telah ada, informasi yang asimetris terjadi karena penjual biasanya memiliki informasi yang lebih banyak mengenai rumah itu dibandingkan dengan pembeli. Terdapat juga konflik kepentingan alami antara pembeli dan penjual. Penjual secara umum menginginkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan yang lebih rendah, dan mungkin akan termotivasi untuk melebih-lebihkan nilai positifnya dan menutupi atau tidak akan menginformasikan mengenai nilai negatif dari bangunan yang akan di jual tersebut. Untuk mendukung harga yang diminta, penjual biasanya memberikan pernyataan atau asersi mengenai propertinya. Sebagai contoh, penjual rumah tua mungkin akan menegaskan bahwa atapnya antibocor, bahwa fondasinya kokoh, bahwa tidak ada yang lapuk atau kerusakan akibat serangga, dan bahwa instalasi pipa serta listriknya masih berfungsi dengan baik. Dengan ketiadaan kemampuan untuk menilai pernyataan penjual, pembeli secara logis dapat mengurangi ketidaksimetrisan informasi dengan menyewa seorang pengawas. Fungsi pengawas inilah yang disebut assurance. Contoh lain, Ikatan Konsumen merupakan suatu organisasi nirlaba yang bertugas untuk menguji beraneka ragam produk yang akan digunakan oleh konsumen dan melaporkan penilaian mereka atas kualitas produk-produk yang diuji tersebut dalam consumen report. Informasi yang tersedia dalam consumen report ini dimaksudkan untuk menbantu konsumen dalam mengambil keputusan yang bijaksana atas produk-produk yang akan mereka beli. Informasi yang tersedia dalam dalam consumen report ini oleh banyak konsumen dianggap lebih terpercaya daripada informasi yang disediakan oleh produsen produk tersebut karena ikatan konsumen merupakan suatu organisasi yang independen, tidak terkait dengan para produsen produk.
Kebutuhan akan jasa assurance bukanlah barang baru. Kantor akuntan publik telah menyediakan berbagai jenisa jasa assurance selama bertahun-tahun, khususnya jasa assurance tentang informasi laporan keuangan historis. Firma akuntan publik pun menyediakan jasa-jasa assurance yang berhubungan dengan undian dan lomba-lomba agar dapat memberikan keandalan bahwa para pemenang ditentukan berdasarkan cara-cara objektif sesuai dengan aturan-aturan lomba. Saat ini, akuntan publik telah mengembangkan jenis-jenis jasa yang mereka berikan termasuk perjanjian-perjanjian untuk memberikan keandalan tentang berbagai jenis informasi. Kebutuhan atas jasa-jasa assurance diharapkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan akan informasi serta semakin banyaknya informasi terkini yang tersedia di internet.
Salah-satu kategori jasa yang disediakan kantor akuntan publik adalah jasa atestasi. Atestasi merupakan salah-satu jenis jasa asurance yang disediakan oleh akuntan publik, dimana akuntan publik akan menerbitkan laporan tertulis yang isinya antara lain berupa kesimpulan tentang keterpercayaan atau asersi (pernyataan yang menyebutkan sesuatu itu benar) yang dibuat oleh pihak lain. Terdapat tiga kategori jasa atestasi : audit atas laporan keuangan historis, tinjauan (review) atas laporan keuangan historis, dan jasa-jasa atestasi lainnya.
Audit atas laporan keuangan historis. Audit atas keuangan historis merupakan bentuk jasa atestasi yang mana si auditor menerbitkan laporan tertulis berisi pendapat atau opininya mengenai apakah laporan keuangan historis tersebut telah disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.
Tinjauan atas Laporan keuangan historis. Suatu tinjauan atas laporan keuangan historis merupakan jenis jasa atestasi lainnya yang dapat dilakukan oleh kantor akuntan publik. Sebagian besar perusahaan non publik ingin menyediakan informasi yang dapat diandalkan dalam laporan keuangan mereka, tanpa menyebabkan timbulnya biaya untuk melakukan proses audit.
Jasa-jasa atestasi lainnya. Sebagian besar dari jenis jasa ini merupakan suatu pengembangan alami dari audit atas laporan keuangan historie, akibat dari keinginan para pengguna informasi untuk mencari keandalan dari pihak independen tentang berbagai jenis informasi. Sebagai contoh, bank-bank seringkali meminta para debiturnya untuk mengikat perjanjian dengan kantor akuntan publik agar mereka dapat memberikan rasa keandalan pada bankir tentang kepatuhan para debitur atas berbagai kewajiban-kewajiban tertentu yang harus dipatuhi oleh debitur dalam dalam akta perjanjian mereka dengan bank.

Jasa-jasa Assurance lainnya.
Jasa-jasa Assurance pada Teknologi Informasi. Salah-satu faktor utama yang mempengaruhi kebutuhan akan jasa-jasa assurance lainnya adalah semakin berkembang pesatnya internet dan perdagangan secara elektronik. Contohnya adalah banyak fungsi-fungsi bisnis, seperti pemesanan dan pembayaran tagihan, telah dilaksanakan melalui internet dan secara langsung antara komputer melalui pertukaran data elektronik. Ketika transaksi-transaksi dan informasi disebarkan secara on-line dan real-time, akan terdapat lebih banyak kebutuhan akan keandalan atas pengendalian komputer pada informasi yang ditransaksikan secara elektronik serta keamanan dari informasi yang terkait dengan transaksi-transaksi tersebut. Akuntan publik dapat membantu memberikan keandalan atas fungsi-fungsi ini. Dua contoh dari jasa assurance yang terkait dengan teknologi informasi adalah keandalan atas pengendalian situs internet dan keandalan atas keterpercayaan sistem informasi. Jasa WebTrust akuntan publik. Untuk merespon kebutuhan akan keandalan yang terus meningkat akibat dari ledakan transaksi bisnis yang terjadi di internet, AICPA menciptakan jasa assurance WebTrust. Firma akuntan publik yang memperoleh ijin dari AICPA untuk memberikan jasa ini akan menyediakan keandalan bagi para pengguna situs-situs internet melalui segel elektronik WebTrust yang tertera dalam situs internet tersebut. Jasa Menilai keterpercayaan sistem informasi (Information system reliability services/Sys Trust). Dalam perjanjian ini, akuntan publik akan menyediakan keandalan atas suatu informasi yang telah dirancang dan dioperasikan untuk memproduksi data terpercaya, termasuk pula pengujian sistem untuk menentukan apakah sistem dilengkapi dengan perlindungan atas potensi timbulnya kerusakan data.
Contoh-contoh jasa Web Trust
Privasi online. Memberikan jaminan bahwa sebuah situs web melindungi privasi informasi pribadi yang diberikan oleh perorangan, seperti nomor jaminan sosial.
Keamanan. Memberikan jaminan dimana akses ke sistem situs web dan data dibatasi hanya untuk orang yang diijinkan.
Praktek bisnis/integritas transaksi. Memberikan jaminan bahwa transaksi e-commerce diproses sepenuhnya dan secara akurat.
Ketersediaan. Memberikan jaminan bahwa sistem e-commerce dan data akan tersedia bagi pemakai saat mereka membutuhkannya.
Otorisasi sertifikasi. Memberikan jaminan atas memadainya dan efektifnya kontrol yang digunakan.

Karakteristik Auditing
Auditing adalah pengumpulan serta pengevaluasian bukti-bukti atas informasi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh seseorang yang kompeten dan independen.
Definsi proses auditing ini lebih luas daripada definisi audit atas laporan keuangan historis serta mencakup berbagai jenis jasa atestasi dan jasa assurance.
Informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan audit, maka harus terdapat informasi dalam bentuk yang dapat diuji serta beberapa standar (kriteria) yang dapat digunakan oleh sang auditor untuk mengevaluasi informasi tersebut.Sebagai contoh, dalam audit atas laporan keuangan historis oleh kantor akuntan publik, kriteria yang digunakan adalah pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK). Pengumpulan serta pengevaluasian bukti. Bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang sedang diaudit tersebut telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ada. Bukti audit terdapat dalam beragam bentuk, termasuk pula pernyataan lisan dari klien (auditee), komunikasi tertulis dengan pihak ketiga, serta observasi yang dilakukan oleh auditor. Seseorang yang kompeten dan independen. Auditor harus memiliki kualifikasi tertentu dalam memahami kriteria yang digunakan serta harus kompeten agar mengetahui tipe dan banyaknya bukti bukti audit yang harus dikumpulkan untuk mencapai kesimpulan yang tepat setelah bukti-bukti audit tersebut selesai diuji. Para auditor yang melakukan proses audit pada laporan keuangan perusahaan seringkali disebut sebagai auditor independen. Pelaporan Laporan ini merupakan komunikasi atas temuan auditor kepada para pengguna informasi. Laporan tersebut hatus memberikan informasi kepada para pengguna akan tingkat kesesuaian dari informasi tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Sebuah illustrasi audit atas pajak penghasilan seorang wajib pajak oleh seorang auditor dari kantor pajak. Tujuan dari audit tersebut adalah menentukan apakah pajak penghasilan yang telah disetorkan tersebut, telah dihitung sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk mencapai tujuan tersebut, sang auditor menguji bukti-bukti audit, baik yang disiapkan oleh wajib pajak maupun bukti-bukti audit yang diperoleh dari sumber lainnya, seperti catatan-catatan yang diperoleh dari pihak pemberi kerja. Setelah proses audit tersebut selesai dilakukan, auditor pajak akan menerbitkan suatu laporan yang ditujukan kepada wajib pajak, mengenai penilaiannya bahwa masih ada sejumlah pajak yang masih harus disetor, memberitahukan bahwa terdapat sejumlah pembayaran kembali pajak yang akan segera jatuh tempo, atau menyatakan bahwa jumlah pajak penghasilan yang dibayarkan telah sesuai dengan kewajiban perpajakan wajib pajak tersebut.
Perbedaan Antara Auditing dan Akuntansi
Mayoritas pengguna laporan keuangan serta para anggota masyarakat sering mengalami kekeliruan dalam membedakan auditing dan akuntansi. Kebingungan terebut timbul karena mayoritas praktek auditing umumnya berkaitan dengan informasi akuntansi,. Kebingungan tersebut semakin memuncak disebabkan oleh adanya gelar “ akuntan publik bersetifikat” pada sebagian besar individu yang melaksanakan proses audit.
Akuntansi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, serta pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dengan perlakukan yang logis yang bertujuan untuk menyediakan informasi keuangan, yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Dalam mengaudit data akuntansi, yang perlu diperhatikan adalah hal yang berkaitan dengan penentuan apakah informasi yang telah dicatat tersebut secar tepat telah mencerminkan peristiwa ekonomis Maka auditor perlu memahami secara mendalam aturan-aturan akuntansi tersebut. Selain itu, seorang auditor harus memiliki keahlian mengumpulkan serta menginterpretasikan bukti-bukti audit. Keahlian inilah yang membedakan seorang auditor dengan seorang akuntan.
Jenis-jenis Auditor
Akuntan publik melaksanakan tipe-tipe audit utama: audit atas laporan keuangan, audit operasional, serta audit kepatuhan.
Audit operasional adalah tinjauan atas bagian tertentu dari prosedur serta metode operasional organisasi tertentu yang bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi serta efektivitas prosedur serta metode tersebut. Pada saat suatu audit operasional selesai dilaksanakan, manajemen biasanya akan mengharapkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Suatu contoh dari audit operasional adalah mengevaluasi efisiensi serta ketepatan pemrosesan transaksi pengupahan pada suatu sistem komputer yang baru terpasang. Pelaksanaan suatu audit operasional serta pelaporan hasilnya agak lebih sulit didefinisikan dibandingkan dengan dua jenis tipe audit lainnya. Efisiensi serta efektifitas operasi jauh lebih sulit untuk dievaluasi secara objektif daripada kepatuhan atau penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan pernyataan standar akuntansi keuangan.
Audit kepatuhan bertujuan untuk menentukan apakah klien telah mengikuti prosedur, tata cara, serta peraturan yang dibuat oleh otoritas yang lebih tinggi. Audit kepatuhan pada perusahaan pribadi dapat mencakup pula penentuan apakah staf akuntansi telah mematuhi peraturan-peraturan yang disusun oleh pengawas perusahaan, meninjau tingkat upah apakah telah mematuhi peraturan upah minimum.
Audit atas laporan keuangan. Audit atas laporan keuangan dilaksanakan untuk menentukan apakah seluruh keuangan telah dinyatakan sesuai dengan kriteria tertentu,. Umumnya kriteria tersebut adalah pernyataan standar akuntansi keuangan, walaupun merupakan hal yang umum untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang dibuat dengan metode kas atau metode akuntansi lainnya yang cocok bagi organisasi tersebut. Dalam menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan dengan adil sesuai dengan prinsip akuntansi secara umum, auditor yang melakukan ujian yang tepat untuk menentukan apakah laporan itu mengandung kesalahan bahan atau pernyataan salah lainnya.
Jenis-Jenis Auditor
Pada prakteknya, sekarang terdapat beberapa tipe auditor. Tipe yang umum adalah kantor akuntan publik, auditor kantor pemerintah, auditor pajak serta auditor intern.
Kantor akuntan publik. Bertanggung jawab pada audit atas laporan keuangan historis yang dipublikasikan dari semua perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, mayoritas perusahaan besar lainnya, serta banyak perusahaan berskala kecil dan organisasi non komersil. Gelar akuntan publik bersetifikat mencerminkan suatu fakta bahwa auditor yang mengekspresikan opini auditnya pada laporan keuangan harus memiliki lisensi sebagai akuntan publik.
Auditor Pemeintah. Auditor ini bertanggung jawab untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas operasi dari berbagai organisasi pemerintah. Sebagai contoh adalah evaluasi atas penggunaan komputer pada suatu unit kerja pemerintah.
Auditor Pajak. Bertanggung jawab untuk menegakkan undang-undang perpajakan federal sebagaimana yang telah ditetapkan oleh kongres serta yang telah diiinterpretasikan oleh badan peradilan. Tanggung jawab yang lain adalah mengaudit pajak penghasilan dari para wajib pajak untuk menentukan apakah mereka telah mematuhi undang-undang perpajakan yang berlaku.
Auditor Intern. Dipekerjakan pada masing-masing perusahaan untuk melakukan audit bagi manajemen, hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh auditor pemerintah. Auditor intern bertanggung jawab langsung kepada presiden direktur, pimpinan tertinggi perusahaan lainnya, atau bahkan kepada komite audit dari dewan direksi. Berdasarkan standar Institute of Internal Audit memberikan definisi : “ Audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi perusahaan telah diindentifikasi dan diminimalisisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima dan diikuti; (4) kriteria operasi yang memuaskan telah dipenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah di capai secara efektif – semua dilakukan dengan tujuan untuk dikonsultasikan dengan manajemen dan membantu anggota organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Persyaratan untuk mendapatkan gelar CIA (Certificated of Internal Audit) diantaranya gelar akademis di atas sarjana muda dianggap sama dengan satu tahun pengalaman kerja; pengalaman kerja sebagai akuntan publik dianggap setara dengan pengalaman kerja di audit internal; pengajar penuh waktu di universitas pada materi yang diujiakn dianggap sama dengan pengalaman kerja, yakni dua tahun pengalaman mengajar sama dengan satu tahun pengalaman kerja di bidang audit internal.
Akuntan Publik Bersertifikat
Untuk menjadi seorang akuntan publik, terdapat tiga persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan pendidikan. Umumnya seorang sarjana akuntansi (S1), memiliki sejumlah nilai kredit akuntansi minimum. Persyaratan Ujian Akuntan. Ujian dilaksanakan selama 2 hari pada bulan Mei dan November. Tahapan-tahapan ujian adalah sebagai berikut : Auditing – 4 ½ jam, Akuntansi dan Pelaporan- 3 ½ jam, hukum bisnis dan tanggung jawab profesi- 3 jam. Persyaratan Pengalaman. Persyaratan ini sangat beragam, dari sama sekali tidak memiliki pengalaman, hingga memiliki pengalaman selama 2 tahun, termasuk di dalamnya pengalaman auditing. Beberapa negara bagian mencantumkan pula pengalaman bekerja pada unit pemerintah atau auditor intern.



Tidak ada komentar: