Jumat, 28 September 2012

Mendekati saat membutuhkan



Kedekatan dengan seseorang ketika kita merasa dalam keadaan bahaya atau terjepit. Ketika susah kita mendekati Tuhan atau siapa saja yang kita anggap bisa memberikan pertolongan kepada kita. Kita akan berdoa secara khusyu ketika kita mendapat musibah.  Contoh lain ketika anak saya bermain dengan teman-temannya dan tiba-tiba mainannnya di rebut sama temannya, maka anak saya selalu memanggil saya atau bundanya.  
Begitu pula ketika seseorang membutuhkan uang, maka seseorang tersebut akan mendekati orang yang akan dipinjaminya. Seorang pejabat ketika akan mencalonkan dirinya dan dia merasa bahwa suaranya belum begitu besar maka serta merta dia akan mendekati rakyat. 

Akan tetapi sebaliknya ketika kita sudah merasa aman atau senang tidak perlu lagi pendekatan kepada orang lain.  Seperti halnya anak saya ketika sudah mendapatkan mainan maka dia akan sibuk dengan kegiatan bermain dan tidak memperdulikan keberadaan orang disekitarnya. Banyak hal pejabat di negeri ini, ketika sudah mendapatkan jabatan maka mereka lupa akan rakyatnya, mereka lebih sibuk memperbanyak harta dan kekuasaannya. 

Ketika hal diatas terjadi, maka fenomena suap menyuap, putus asa, orang bermuka dua, asal bapak senang (ABS) akan terus bermunculan di negeri tercinta ini.





Tidak ada komentar: