Senin, 27 Agustus 2012

KOMPENSASI MANAJEMEN DAN PENILAIAN BISNIS



JENIS-JENIS KOMPENSASI MANAJEMEN
Program kompensasi manajemen adalah kebijakan dan prosedur untuk memberikan kompensasi bagi manajer. Kompensasi mencakup satu atau lebih dari hal-hal berikut : Gaji; adalah pembayaran tetap yang diterima tiap periode tertentu; Bonus; adalah pembayaran yang didasarkan pada pencapaian tujuan-tujuan kinerja untuk suatu periode; Tunjangan; meliputi keanggotaan di klub kebugaran, tiket pertunjukan, pembayaran ekstra lainnya oleh perusahaan dan tambahan pengahasilan lainnya.

PERAN STRATEGIS DAN TUJUAN KOMPENSASI MANAJEMEN
Peran strategis kompensasi manajemen mempunyai tiga aspek; (a) kondisi strategis yang dihadapi perusahaan; (b) dampak penghindaran risiko terhadap pembuatan keputusan manager; (c) masalah etika tertentu.

Kompensasi untuk Kondisi-kondisi Strategis yang ada
Program kompensasi seharusnya didasarkan pada analisis strategis perusahaan: kekuatan dan kelemahan kompetitifnya serta faktor-faktor penentu keberhasilan. Program kompensasi juga dapat berubah sesuai dengan kondisi-kondisi strategis yang dihadapi perusahaan dari waktu ke waktu.
Berikut adalah tampilan program kompensasi disusun secara khusus untuk berbagai kondisi strategis :
Tahap siklus hidup penjualan produk
Gaji
Bonus
tunjangan
Pengenalan produk
Pertumbuhan
Kedewasaan
Penurunan
Tinggi
Rendah
Kompetitif
Tinggi
Rendah
Tinggi
Kompetitif
Rendah
Rendah
Kompetitif
Kompetitif
Kompetitif

          Penghindaran Risiko dan Kompensasi Manajemen
Penghindaran risiko secara relatif dari manajer memiliki dampak yang penting dalam pembuatan keputusan.
Penghindaran risiko adalah kecenderungan untuk lebih menyukai keputusan-keputusan dengan hasil yang dapat dipastikan daripada hasil-hasil yang tidak pasti.
Program kompensasi dapat mengatur penghindaran risiko secara efektif dengan memilih bauran gaji dan bonus dalam total kompensasi secara cermat.

     Tindakan-Tindakan Tidak Etis Oleh Manajemen
Ada dua masalah tindakan tidak etis yang harus diperhitungkan dalam merancang dan menerapkan program kompensasi; (a) tingkat kompensasi secara keseluruhan; (b) tindakan tidak etis yang mungkin dilakukan manajer untuk memenuhi tujuan.

Tujuan Kompensasi Manajemen
Dalam mengembangkan program kompensasi, akuntan manajemen bekerja untuk mencapai keadilan dengan membuat program tersebut sederhana, jelas dan konsisten. Keadilan juga berarti bahwa program terfokus hanya pada aspek-aspek yang dapat dikendalikan dari kinerja manajer.
Program kompensasi manajemen disusun dan dikembangkan dengan tujuan mendukung tujuan strategis perusahaan yang harus konsisten dengan tiga tujuan pengendalian manajemen, yaitu
1      motivasi
2      memberikan insentif,
3      menentukan secara adil atas penghargaan

Program Bonus
Kompensasi berupa bonus adalah elemen yang paling cepat tumbuh dalam total kompensasi dan seringkali merupakan bagian terbesar. Ada tiga aspek penting dalam pengelompokan program pemberian bonus :
-      Dasar kompensasi, yaitu bagaimana pemberian bonus ditentukan.
Tiga dasar yang paling umum adalah :
1)    Harga saham
2)    Kinerja berbasis UBS biaya, pendapatan, laba, atau investasi
3)    Balanced scorecard

-      Sumber kompensasi, yaitu darimana pendanaan bonus berasal.
Dua sumber kompensasi yang paling umum adalah laba UBS manager dan sumber perusahaan keseluruhan berdasarkan total laba perusahaan.

-      Cara pembayaran, yaitu bagaimana bonus akan diberikan.
Dua cara umum adalah tunai dan saham. Tunai dan saham dapat diberikan saat ini ataupun ditangguhkan ke tahun-tahun mendatang. Saham dapat diberikan secara langsung atau diberikan dalam bentuk opsi saham.

Dasar Komponen Bonus
Kelemahan metode Pembandingan Kinerja Sekarang dengan Kinerja Tahun Sebelumnya, dan Pembandingan Anggaran adalah bahwa situasi ekonomi dari UBS manajer bisa saja sangat berubah dari tahun sebelumnya atau dari sat target anggaran ditetapkan, sehingga menyebabkan jumlah anggaran atau jumlah tahun sebelumnya menjadi dasar yang tidak adil untuk evaluasi dan kompensasi. Jumlah bonus dapat didasarkan pada jumlah kenaikan harga saham atau pada harga saham tersebut apakah telah mencapai sasaran tertentu yang telah ditentukan. Apabila ukuran akuntansi atau CSF digunakan, jumlah bonus dapat ditentukan melalui salah satu dari tiga cara berikut :
1)    Dengan membandingkan kinerja sekarang dengan kinerja tahun-tahun sebelumnya,
2)    Membendingkan kinerja dengan anggaran yang telah ditentukan,
3)    Membandingkan kinerja manajer dengan kinerja manajer lainnya.
Masalah yang timbul pada metode ketiga adalah bahwa metode tersebut tidak memperhitungkan kondisi ekonomi yang berbeda-beda dari manajer yang berbeda-beda pula.
Setelah memilih dasar kompensasi perusahaan juga harus memilih metode untuk menghitung jumlah bonus berdasarkan tingkat kinerja aktual secara relatif terhadap targetnya. Pendekatan yang paling umum adalah perhitungan linier sederhana, yaitu semakin besar kinerja melebihi target, semakin besar jumlah bonusnya. Keuntungan dan kerugian dasar kompensasi bonus yang berbeda relatif terhadap tujuan kompensasi.





Motivasi
Keputusan yang tepat
Keadilan
Harga saham
(+/-) tergantung pd apakah saham dan opsi saham dimasukan dlm gaji pokok dan bonus
(+) menyelaraskan kompensasi manajemen dg kepentingan pemegang saham

(+) konsisten dg kepentingan pemegang saham
(-) kurangnya kontrol
Ukuran kinerja strategis (UBS biaya, pendapatan, laba, dan investasi)
(+) sangat memotivasi apabila tidak memasukkan faktor-faktor yg tidak dapat dikendalikan

(+) umumnya merupakan ukuran kinerja ekonomi yang baik
(-) biasanya hanya memiliki fokus jangka pendek
(-) jika bonusnya sangat tinggi, dpt menimbulkan insentif untuk melakukan pelaporan yg tidak akurat

(+) intuitif, jelas, dan mudah dipahami

(-) masalah pengukuran, perbedaan dalam kaidah skuntansi, metode alokasi biaya, metode pendanaan dsb.
Balanced scorecard (CSF)
(+) sangat memotivasi jika tidak memasukkan faktor-faktor yg tidak dapat dikendalikan
(+) menyelaraskan kompensasi manajemen dgn kepentingan pemegang saham

(+) konsisten dengan strategi manajemen

(-) dapat dihadapkan pada pelaporan yg tidak akurat mengenai faktor-faktor nonkeuangan
(+) jika ditentukan dan diukur dgn seksama CSF kemungkinan disa dianggap adil

(-) potensi masalah pengukuran seperti diatas.



Sumber Kompensasi Manajemen
Sebagai alternatif, penentuan jumlah bonus bagi manajer adalah sumber perusahaan keseluruhan, yaitu dasar penentuan bonus yang tersedia bagi seluruh manajer melalui suatu jumlah yang disisihkan untuk tujuan ini. Pada umumnya, sumber perusahaan keseluruhan memberikan insentif penting untuk koordinasi dan kerjasama antar UBS di dalam perusahaan karena seluruh manajer berbagi dalam laba perusahaan keseluruhan yang lebih tinggi yang dihasilkan dari upaya-upaya lintas UBS.
Bonus bagi manajer dapat ditentukan dengan apa yang disebut sumber berbasis unit, yaitu dasar penentuan bonus menurut kinerja unit bisnis manajer. Sumber berbasis unit ini dapat memberikan motivasi yang kuat bagi manajer efektif untuk melakukan dan menerima imbalan atas upaya mereka, potensi keuntungan bagi manajer perseorangan adalah sangat termotivasi.
Keuntungan dan kerugian sumber bonus yang berbeda-beda relatif terhadap tujuan kompensasi


Motivasi
Keputusan yang tepat
Keadilan
Basis unit bisnis
(+) motivasi yg kuat bagi manajer efektif-potensi keuntungan
(-) tidak adanya motivasi bagi manajer UBS yang secara ekonomi lebih lemah

(-) memberikan insentif bagi manajer perseorangan untuk tidak bekerjasama dg dan mendukung UBS lainnya bila diperlukan untuk kebaikan perusahaan.
(-) tidak memisahkan kinerja UBS dari kinerja manajer
Perusahaan keseluruhan
(+) membantu menarik & mempertahankan manajer yg baik di seluruh perusahaan, bahkan di UBS yg secara ekonomi lebih lemah
(-) motivasinya tidak sekuat sumber berbasis unit bisnis

(+) penghargaan diberikan atas upaya untuk kebaikan perusahaan secara keseluruhan-memotivasi kerja tim & penggunaan aset bersama-sama diantara UBS-UBS
(+) memisahkan kinerja manajer dari kinerja UBS
(+) dapat terlihat lebih adil bagi pemegang saham dan pihak-pihak yg berpendapat bahwa gaji eksekutif terlalu tinggi.


Cara Pembayaran Bonus
Keuntungan dan kerugian dari cara pembayaran bonus relatif terhadap tujuan kompensasi







Motivasi
Keputusan yang tepat
Keadilan
Bonus saat ini
(+) motivasi yg kuat untuk kinerja saat ini; motivasi yg lebih kuat daripada untuk program tertangguh
(-) fokus jangka pendek
(-) manajer penghindar risiko menghindari proyek-proyek berisiko tetapi berpotensi menguntungkan
(+/-) tergantung pada kejelasan kesepakatan bonus & konsistensi penerapannya
Bonus ditangguhkan
(+) motivasi yg kuat untuk kinerja saat ini, tapi tidak sekuat program bonus saat ini krn imbalannya ditunda



Sama dengan bonus saat ini


Sama dengan bonus saat ini
Opsi saham
(+) potensi keuntungan yg tidak terbatas sangatlah memotivasi
(-) penundaan dan ketidakpastian imbalan dpt mengurangi motivasi

(+) insentif untuk mempertimbangkan masalah-masalah jangka panjang
(+) memberikan insentif resiko yg lebih baik drpd program bonus saat ini atau bonus ditangguhkan
(+) konsisten dgn kepentingan pemegang saham

(-) faktor-faktor yg tidak dpt dikendalikan dpt mempengaruhi harga saham
Selain itu, sama dengan bonus saat ini
Saham kinerja
Sama dengan opsi saham
(+) insentif untuk mempertimbangkan faktor-faktor janga panjang dpt mempengaruhi harga saham
(+) konsisten dg strategi perusahaan, jika CSF digunakan
(+) konsisten dg kepentingan pemegang saham jika laba per saham digunakan.

(+/-) tergantung pd kejelasan kesepakatan bonus dan konsistensi penerapannya



Perencanaan Pajak dan Pelaporan Keuangan
Perusahaan berupaya memilih program-program yang dapat mengurangi atau menghindari pajak perusahaan maupun manajer. Perusahaan juga berupaya merancang program kompensasi yang memiliki dampak menguntungkan pada laporan keuangan perusahaan.
EVALUASI DAN PENILAIAN BISNIS
The Balanced Scorecard
Penggunaan balanced scorecard untuk mengevaluasi perusahaan sama seperti penggunaan CSF dalam mengevaluasi dan mengkompensasi manajer perseorangan.

Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan menggunakan rasio laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerj perusahaan. Dua ukuran kinerja yang umum adalah likuiditas dan profitabilitas.
Likuiditas mengacu pada kemampuan perusahaan untuk membayar beban-beban lancar dari operasinya dan utang yang jatuh tempo.
Enam ukuran likuiditas yang penting adalah :
3      perputaran piutang usaha
3      perputaran persediaan
4      rasio lancar
5      rasio cepat
6      dua rasio arus kas
Empat rasio profitabilitas yang penting adalah :
8      persentase margin kotor
9      imbal hasil atas aktiva
10   imbal hasil atas ekuitas
11   laba per saham

PENILAIAN BISNIS

Metode Nilai Pasar
Metode nilai pasar adalah ukuran penilaian pemegang saham yang paling cepat dan objektif atas kinerja dan keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai untuk pemegang saham.

Metode Penilaian Aset
Akuntan mempunyai empat pilihan ketika menggunakan metode penilaian aset :
12    nilai buku bersih
13    nilai buku kotor
14    biaya penggantian
15    nilai likuidasi

kelemahan penting dari dua metode pertama adalah bahwa keduanya dipengaruhi oleh kebijakan akuntansi perusahaan, dan dapat sangat terdistorsi oleh umur aset dan tidak disertakannya aktiva tidak berwujud.

DISCOUNTED CASH FLOW
Metode ini mengukur nilai perusahaan sebagai nilai sekarang dari arus kas bersih yang didiskonto. Arus kas satu tahun atau lebih di masa depan didiskontokan untuk memperhitungkan nilai waktu dari uang; arus kas pada periode-periode terbaru lebih bernilai dibandingkan arus kas pada periode-periode yang terlalu jauh.
Karena didasarkan pada arus kas, metode DCF memiliki keunggulan tambahan, yaitu tidak dihadapkan pada bias kebijakan akuntansi yang berbeda-beda dalam menentukan total aktiva dan laba bersih, sebagaimana halnya pada metode penilaian aset dan analisis laporan keuangan. Metode DCF umumnya digunakan apabila tidak tersedia harga saham atau ketika harga saham tidak dapat diandalkan.
Metode DCF membedakan dua jenis nilai dalam menentukan nilai perusahaan :
1. nilai arus kas untuk periode perencanaan
2. nilai arus kas diatas tiga sampai lima tahun.

PENILAIAN BERDASARKAN PENGALIHAN
Pendekatan umum untuk menilai sebuah bisnis adalah penggunaan suatu pengali dari beberapa ukuran keuangan—biasanya :
16   penjualan
17   laba
18   arus kas


 Referensi :
1        Blocher.”Manajemen Biaya, penekanan strategis, . penerbit Salemba Empat,2011.”
2        Hansen & Mowen. ”Manajemen Biaya. . penerbit Salemba Empat,2000.”

Tidak ada komentar: