Kamis, 01 Juni 2017

Rupiah Meriah Dari Bisnis Roti & Kue

Bisnis makanan selalu menarik bagi para pelaku usaha. Alasannya, pangan merupakan kebutuhan pokok bagi semua orang sehingga konsumennya tidak terbatas. Bisnis makanan juga relatif tidak begitu terpengaruh oleh keadaan perekonomian yang semakin sulit. Salah satu jenis bisnis makanan yang menjanjikan adalah usaha roti dan kue. Roti dan kue selalu dibutuhkan untuk dikonsumsi pada acara-acara tertentu. Dengan demikian, pasarnya selalu terbuka lebar. Meskipun indonesia bukan negara penghasil gandum, makanan berbahan baku terigu (tepung gandum) tidak bisa dipisahkan dari khazanah kuliner penduduknya. Saat ini Roti yang merupakan makanan pokok berbahan terigu, telah menjadi makanan bagi sebuah kalangan. Dahulu roti hanya dinikmati masyarakat kalangan tertentu. Akan tetapi sekarang kita bahkan bisa menemukan roti dijual di kios-kios kaki lima, bukan hanya di gerai-gerai bakery di mal-mal mewah. Roti juga di jajakan oleh pedagang keliling dengan menggunakan gerobak dorong, sepeda, atau sepeda motor. Harganya pun sangat terjangkau.

Selain roti, ada beragam makanan yang dibuat dari terigu jumlahnya mungkin tidak terhitung. Salah satu jenis kue yang sangat populer adalah kue donat. Kue berbentuk khas yaitu bulat dengan lubang di tengah ini sudah sejak lama dikenal masyarakat sebagai kudapan yang cukup mengenyangkan. Karena itu, donat serin dijadikan menu sarapan pagi dan bekal anak sekolah. Diberbagai daerah di Indonesia, dikenal juga kue-kue tradisional yang melegenda. Dari Jogjakarta, kita mengenal bakpia, kue agak kering terbuat dari terigu berisi kacang hijau. Di daerah Banyumas, ada juga makanan sejenis bernama nopia. Bakpia dan nopia adalah penganan yang dipopulerkan oleh kelompok etnis Tionghoa, sama seperti bakpau’

Selain dipengarui bangsa Tionghoa, dunia boga indonesia juga mendapat pengaruh dari Eropa dan Amerika. Pie, pancake, dan wafel merupakan jenis-jenis kue yang sudah di kenal sejak zaman penjajahan Belanda. Adapun kue-kue yang dikenal lebih belakangan antara lain blackforest dan brawnies. Bahkan, seorang pengusaha kue di Bandung berinovasi dengan membuat brownis kukus. Saat ini, popularitas brownis kukus bisa dikatakan telah mengalahkan brownis panggang.

Pada hari raya, ibu=ibu di Indonesian biasa menyuguhkan aneka kue kering (jenis kue yang panggang). Lidah kucing, nastar, dan kastengel merupakan kue-kue kering yang hampir selalu ada pada hari lebaran. Bagi yang tidak sibuk, sepanjang bulan puasa mereka akan membuat sendiri aneka kue kering untuk suguhan atau hantaran hari raya. Selain untuk keperluan sendiri, kue tersebut di jual kepada ibu-ibu lain yang tidak memiliki waktu cukup untuk membuat kue sendiri atau tidak mmemiliki keterampilan membuat kue. Pemasarannya pun tidak harus di tempat-tempat yang khusus untuk bergadan, seperti pasar atau mal, Kue-kue kering di tawarkan juga ke rumah-rumah dan kantor-kantor.

Kebergantungan masyarakat pada makanan berbahan baku terigu, seperti roti, donat, dan aneka kue lain, bisa menjadi peluang bagi mereka yang ingin berwirausaha. Membuka usaha roti dan kue tidak harus dimulai dengan modal besar. Pelaku usaha juga tidak harus memiliki toko roti dan kue di tempat mentereng. Roti dan kue dapat dipasarkan dengan berbagai macam cara. Jika ditekuni secara serius disertai tekad yang kuat, usaha pasti akan berkembang dan maju’ Ada beragam cara dalam menjalankan usaha roti dan kue. Jika modal terbatas, Anda tidak harus memiliki toko untuk menjual roti dan kue produk Anda. Jika strategi penjualannya bagus, cara penjualan apa pun akan mendatangkan keuntungan yang menjanjikan. Berikut ini beberapa jenis usaha roti dan kue yang dapat anda pilih.

Memiliki toko di lokasi strategis barangkali merupakan dambaan setiap pelaku usaha roti dan kue. Berdasarkan skalanya, ada berbagai jenis toko roti dan kue, mulai dari skala mikro berupa kios atau lapak sederhana hingga toko skala besar di mal-mal mewah. Adapun berdasarkan spesifikasi produk yang di jual, ada toko yang khusus menjual roti, donat, kue tradisioanl, dan sebagainya. Beberapa toko bahkan menjual roti sekaligus kue. Jika Anda memiliki toko, Anda tidak hanya bisa menjual produk Anda sendiri. Toko Anda juga bisa menjual produk pembuat roti dan kue lain yang menitipkan dagangannya.

Jenis usaha ini cocok untuk pemula yang memiliki modal terbatas. Sebagai produsen, memiliki usaha roti atau kue menjual produknya dengan cara menitipkannya di toko-toko atau kios=kios. Toko atau kios yang mau menerima titipan jualan, misalnya toko roti, toko kelontong, kios rokok dan minuman ringan, dan sebagainya. Biasanya, rumah makan dan kantin juga menerima titipan roti dan kue. Roti dan kue dapat juga dijual dengan cara berkeliling dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Dahulu, penjual roti keliling hanya dapat ditemui di daerah perkotaan. Akan tetapi, saat ini penjual roti keliling sudah menjangkau daerah pedesaan. Penjual roti keliling biasanya menjajakan dagangannya dengan gerobak dorong, sepeda, atau sepeda motor. Bahkan banyak juga pemilik usaha roti yang memiliki armada mobil.

Ada beragam jenis roti yang dijual dengan cara berkeliling, mulai dari roti tradisional hingga roti modern. Di kota-kota besar di Indonesia, bahkan ada roti tradisional yang sudah di kenal selama puluhan rahun. Kehadiran roti modern tidak berarti menggeser keberadaan roti tradisional. Keduanya tetap laris karena mereka memiliki segmen pasar masing-masing. Wirausaha roti dan kue dapat juga berproduksi berdasarkan pesanan. Untuk acara-acara tertentu, seperti pesta ulang tahun, syukuran, bahkan peringatan hari besar nasional, biasanya orang memesan roti dan kue. Pesanan akan meningkat mendekati hari-hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri dan Natal.

Pemilik usaha pabrikan menjual roti dan kue dengan cara memasok atau menyuplai toko yang membutuhkan. Meskipun hampir sama, usaha pabrikan berbeda dengan usaha pesanan. Pemilik usaha pesanan hanya memproduksi roti atau kue hanya berdasarkan pesanan yang datang sewaktu-waktu. Adapun usaha pemasok lebih rutin memproduksi roti dan kue, yaitu sesuai pesanan setiap hari. Sebagai wilayah persimpangan, Indonesia banyak menyerap budaya dari luar, termasuk dalam bidang kuliner. Orang Indonesia juga sangat kreatif dalam menghadapi aneka makanan dari luar negri sehingga bisa diterima oleh lidah pribumi. Buktinya, beragam jenis roti, yang bukan makanan asli Indonesia, disebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.



Sumber  : Buku dari Rupiah Meriah Dari Bisnis Roti & Kue

Tidak ada komentar: